Kategori: Wonogiri

Pemuda Wonogiri Ciptakan Lagu Luput Janjine, Terinsipirasi dari Kisah Cinta yang Kandas


Solopos.com/Aris Munandar

Solopos.com, WONOGIRI - Pemuda asal Wonogiri, Wahyu Setiyawan alias Wahyu Glece, kembali merilis lagu berjudul Luput Janjine. Sebelumnya, Wahyu telah membuat lagu berjudul Waduk Baran Ninggal Tatu dan viral karena dinyanyikan pedangdut Happy Asmara.

Wahyu mengatakan inspirasi membuat lagu terbarunya itu masih ada kaitannya dengan lagu sebelumnya yakni kisah asmaranya yang kandas. Saat itu Wahyu mempunyai seorang kekasih yang tinggal di Pacitan, Jawa Timur. Namun harus putus karena kekasihnya tidak bisa menerima keadaan Wahyu.

Update Covid-19 Sukoharjo: Positif Tambah 49 Kasus, Klaster Keluarga Mendominasi

Saat patah hati, menurut Wahyu, ia bisa menciptakan tiga lagu dalam waktu satu jam. Ketiga lagu tersebut yakni Waduk Baran Ninggal Tatu, Luput Janjine dan Budal Kerjo.

"Asal mula diciptakan lagu itu berdasarkan kisah yang sama, namun lirik, judul dan iramanya berbeda. Jadi masih satu inspirasi," kata dia saat dihubungi Solopos.com, Senin (16/11/2020).

Angkat Nama Wonogiri

Pengambilan video klip lagu terbaru wahyu ini berada di Museum Karst Kecamatan Pracimantoro, Wonogiri. Menurut dia, setelah mengangkat nama Kecamatan Eromoko, ia juga ingin mengangkat nama Kecamatan Pracimantoro. Selain itu, ia juga berkeinginan mengangkat sektor pariwisata Wonogiri.

Ia mengaku, lagu ciptaannya tersebut tidak akan ditawarkan ke produser atau label musik. Lagu itu akan diunggah melalui chanel youtube pribadi miliknya. "Intinya single baru ini saya kelola sendiri. Rekaman dan pembuatan video menggunakan dana pribadi," kata dia.

RSUD Karanganyar Pakai Rapid Test Antigen Untuk Deteksi Covid-19 Mulai Pekan Depan, Ini Kelebihannya

Setelah lagu Waduk Baran Ninggal Tatu viral, ia mengaku dirinya lebih dikenal masyarakat. Ia juga sering mendapat informasi dari temannya, saat ini lagu Waduk Baran Ninggal Tatu sering diputar di toko-toko, swalayan atau pasar di wilayah Wonogiri.

"Alhamdulillah karya saya sekarang lebih diakui. Meski begitu, saya tetap menjalankan pekerjaan saya sebagai kuli bangunan," kata Wahyu.

Pemkab Karanganyar akan Kembali Minta Pengelola Menaikkan Harga Tiket Tempat Wisata

Share
Dipublikasikan oleh
Ahmad Baihaqi