Pemuda Trenggalek Ditangkap Gara-Gara Sebar Hoaks Provokatif

 Solopos Digital Media - Panduan Informasi dan Inspirasi

SOLOPOS.COM - Solopos Digital Media - Panduan Informasi dan Inspirasi

Madiunpos.com, TRENGGALEK — Polisi menciduk seorang pemuda berlatar pendekar salah satu perguruan silat ternama di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, karena diduga menyebarkan konten hoaks yang dinilai sangat provokatif di media sosial dan bisa memicu kerusuhan antarkelompok.

Anggota perguruan silat yang ditangkap itu bernama Shunu Dwi Widodo, 22, pemuda asal Desa Watuagung, Kecamatan Watulimo, Trenggalek.

“Pelaku memposting konten materi yang bersifat memprovokasi dan bisa mengganggu situasi kamtibmas,” kata Kapolres Trenggalek AKBP Didit Bambang Wibowo saat gelar perkara di Mapolres Trenggalek, Kamis (23/5/2019).

Shunu ditangkap tim cyber crime Satreskrim Polres Trenggalek setelah jejak digitalnya berhasil dilacak melalui akun facebooknya “Shunu Annyeong Haseyo”.

Menurut keterangan Kapolres maupun Kasat Reskrim AKP Sumi Handana, pemuda yang dikenali polisi kerap tampil di depan tiap kali kelompoknya terlibat bersitegang dengan kelompok perguruan silat lain itu secara sengaja mengunggah gambar telapak tangan terluka parah akibat (bekas) ditebas parang.

Dalam caption yang disertakan, tersangka menyebut luka tebas itu diderita anggota kelompok perguruan silat tersebut akibat serangan kelompok perguruan silat yang berafiliasi dengan ormas Nahdlatul Ulama.

“Dengan memposting itu dia berharap akan muncul situasi panas, kelompok yang yang diisukan menjadi jelek, dan selanjutnya terjadi gejolak-gejolak jangka panjang,” katanya.

Postingan konten berbau hoaks itu dilakukan tersangka Shunu pada 6 Mei 2019. Dampaknya, konten hoaks yang diunggah Shunu dengan cepat memicu banyak resistensi, baik dari kubunya sendiri maupun dari kelompok lawan.

Upaya klarifikasi sempat beberapa kali dilakukan pihak korban yang merasa dirugikan, namun ketegangan antarkubu perguruan silat di pesisir selatan masih saja terus terjadi.

Polisi yang memantau potensi kerusuhan itu kemudian mendapati jejak digital hoaks yang disebar Shunu dan ditengarai sebagai penyulut kerusuhan.

Setelah melakukan serangkaian penyelidikan, akhirnya pada Selasa (21/5/2019), polisi mengetahui identitas pemilik akun “Shunu Annyeong Haseyo” serta tempat persembunyiannya. Saat itu juga polisi langsung bergegas melakukan operasi penangkapan.

“Setelah ditangkap pelaku ini mengakui semua perbuatannya, dan bahwa tujuannya menyebar kabar bohong atau fitnah untuk menyulut ketegangan antarkubu,” kata Handana.

Sedangkan foto tangan terluka itu diakui didapat dengan cara mengunduh foto melalui internet.

Menurut Kasat Reskrim, Shunu Dwi Widodo yang telah ditetapkan sebagai tersangka itu diancam dengan pasal 45 ayat1 dan 3 UU nomor 19 tahun 2019 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dengan ancaman hukuman maksimal enam tahun penjara.

“Kami akan menuntaskan proses hukum ini, dan perlu disampaikan kepada semua masyarakat jangan mudah percaya akan kabar pada medsos yang belum dipercayai dari mana sumbernya,” katanya.

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya 


Berita Terkait

Berita Terkini

Awas! Penyakit Polio Intai Indonesia, Ini Penjelasan Satgas IDAI

Penyakit polio dikatakan Satgas Imunisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) masih mengintai Indonesia karena vaksinasi terhenti akibat pandemi.

PDIP Beri Beasiswa Penelitian Perbandingan Era SBY dan Jokowi

Hasto mencontohkan, mengapa dalam era demokrasi dengan kompetisi yang sangat ketat, pada tahun 2009 ada parpol yang mencapai kenaikan perolehan suara 300 persen.

GSST Gunungkidul Diselenggarakan dengan Menerapkan Prokes Ketat

Kabupaten Gunungkidul menyelenggarakan GSST mulai Minggu (24/10/2021) hingga Rabu (3/11/2021) di masa pandemi Covid-19 dengan menerapkan protokol kesehatan.

Longgarkan Aktivitas Masyarakat, Pemkab Gunungkidul Ingatkan Prokes

Pemkab Gunungkidul menghimbau masyarakat untuk selalu taat protokol kesehatan dan menggunakan aplikasi PeduliLindungi karena pemerintah sudah melonggarkan aktivitas.

Sejarah Hari Ini : 26 Oktober 2010, Gunung Merapi Meletus Dahsyat

Letusan dahsyat Gunung Merapi yang menewaskan ratusan orang menjadi salah satu peristiwa bersejarah yang terangkum dalam Sejarah Hari Ini, 26 Oktober.

Kapolres Nunukan Sempat Berencana Mutasi Anak Buah yang Dihajar

Dearystone mengatakan telegram rahasia mutasi tersebut sudah sempat dibuat oleh Kapolres Nunukan namun akhirnya dibatalkan Kapolda Kalimantan Utara.

Ini Daftar Harga STB Bersertifikasi Kominfo, Oktober 2021

Daftar harga lengkap Set Top Box (STB) yang disebut bersertifikasi Kementerian Kominfo.

Pemkab Sukoharjo Bagikan 1.700 Paket Bantuan, Driver Ojol Ikut Kebagian

Pemkab Sukoharjo membagikan bantuan sebanyak 1.700 paket kepada warga yang terdampak Covid-19 termasuk para driver ojek online.

Benarkah Pengangkatan Rahim Pengaruhi Kehidupan Seksual Wanita?

Tak sedikit wanita merasa khawatir operasi pengangkatan rahim seperti dialami artis Melanie Subono bisa pengaruhi kehidupan seksual mereka.

Jokowi Tunjuk Mobil Listrik Ini untuk KTT G20 di Bali

Presiden Jokowi tunjuk mobil VIP untuk KTT G20 di Bali tahun depan.

Film Dokumenter Netflix Ini Kupas Sosok Pembunuh Berantai di Korsel

Serial dokumenter Netflix ini memiliki total tiga episode dari hasil garapan sutradara/produser Amerika Rob Sixsmit.

Bikin Mrinding! Pinjol Ilegal Ancam Kirim Santet Saat Tagih Utang

Pekerja pinjaman online atau pinjol ilegal tak segan mengancam saat menagih hutang, salah satunya mengirim santet ke korban.

Mahasiswa UNS Solo Meninggal seusai Diklat Menwa, BEM SV: Usut Tuntas!

BEM SV UNS Solo menuntut kampus, kepolisian dan Menwa segera mengusut tuntas kasus mahasiswa bernama Gilang Endi yang meninggal seusai diklat.

Kapolres Nunukan Aniaya Anak Buah, Kompolnas: Polisi Kok Militeristik?

Menurut Poengky, jika betul anggota bersalah masih ada cara pembinaan yang humanis antara lain dengan melakukan teguran dan hukuman yang mendidik.

Kominfo: TKDN Smartphone 4G & 5G Harus 35%, Samsung Siap

Perangkat 4G dan 5G wajib penuhi 35% TKDN alias komponen dari dalam negeri.

Alhamdulillah, Tukul Arwana Sudah Menunjukkan Banyak Kemajuan

Sejak melakukan perawatan pribadi di rumah, lambat laun kondisi terkini Tukul Arwana mulai menunjukkan banyak kemajuan.