Pemuda Sukoharjo Nyolong Belasan Kali Demi Gaya Hidup dan Ngapelin Pacar

Dua pemuda ditangkap polisi Sukoharjo karena menjambret dan mencuri.

 Dua residivis jambret dengan kondisi kaki pincang lantaran terkena tembakan timah panas dikeler aparat Polres Sukoharjo, Senin (9/12/2019). (Solopos/Indah Septiyaning W.)

SOLOPOS.COM - Dua residivis jambret dengan kondisi kaki pincang lantaran terkena tembakan timah panas dikeler aparat Polres Sukoharjo, Senin (9/12/2019). (Solopos/Indah Septiyaning W.)

Solopos.com, SUKOHARJO -- Dua orang pemuda, Bagas Aji, 18, warga Gayam, Sukoharjo, dan Catur Res Jenar, 22, warga Kemasan, Polokarto, ditangkap polisi karena kasus pencurian.

PromosiJejak Pasukan Penyerang Singasari di Seputar IKN Nusantara

Tak tanggung-tanggung, keduanya sudah 18 kali melakukan tindak kejahatan, termasuk menjambret. Dua residivis itu nekat melakukan tindakan melanggar hukum, salah satunya demi memenuhi gaya hidup.

Kapolres Sukoharjo AKBP Bambang Yugo Pamungkas mengatakan penangkapan Bagas dan Catur berawal dari penyelidikan jajaran Satrekrim setelah ada laporan kasus penjambretan di depan Rumah Makan (RM) Ayam Goreng Mulyani, Jetis, pada 15 November lalu.

Dalam laporan itu, tas milik seorang warga bernama Mariyati berisi Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM), HP Oppo A37, dan uang senilai Rp250.000 dijambret kedua pelaku.

Tips Siapkan Anak Agar Tak Iri dengan Kehadiran Adik Baru

“Dari laporan ini kami langsung menyelidiki dan berhasil mengindentifikasi lalu menangkap dua pelaku di tempat terpisah, yaitu di Sukoharjo kota dan Polokarto," kata Kapolres dalam gelar perkara di Mapolres Sukoharjo, Senin (9/12/2019).

Nyalon Bupati Klaten, Begini Kiprah Dosen Unwidha Nanik Herawati

Dari hasil pemeriksaan kepada pelaku diperoleh keterangan keduanya telah beraksi di 18 lokasi sejak Oktober 2018. Perinciannya, mereka menjambret tas di delapan lokasi dengan mayoritas korbannya perempuan.

Ladies, Ini Warna yang Jadi Tren Fashion di 2020

Sedangkan di 10 lokasi lainnya mereka mencuri burung di rumah-rumah warga.

“Burung yang dicuri seperti murai, jalak, pleci, love bird dan kenari," jelasnya.

Terkuak! Ini Rahasia Pijat Alat Vital Ala Mak Erot

Kapolres mengatakan oleh para pelaku seluruh barang hasil curian dan penjambretan sudah dijual dan uangnya digunakan untuk foya-foya.

Saat ini barang bukti yang berhasil disita tinggal satu handphone Oppo dan satu unit sepeda motor yang digunakan untuk menjambret.

Patut Dicoba! Tips Agar Tidak Mendengkur Saat Tidur

Kapolres mengatakan kedua pelaku merupakan residivis kasus pencurian burung dan sempat dihukum lima bulan.

Mereka baru keluar dari Rutan Kelas IA Solo.

Pernikahan di Tengah Banjir Ini Malah Jadi Keren, Fotonya Viral

“Sekarang kedua pelaku ditangkap lagi dengan kasus jambret dan pencurian burung. Satu pelaku bertindak sebagai joki dan satunya eksekutor,” katanya.

Waduh, Kalori Kerupuk Setara Sepiring Nasi

Atas perbuatan mereka, kedua pelaku kini mendekam di tahanan Mapolres Sukoharjo.

Keduanya dikenai Pasal 363 ayat (1) ke-4 KUHP atau Pasal 362 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara.

Hilang dari Day Care, Bocah Balita Ditemukan Tak Bernyawa Tanpa Kepala

“Saat diamankan kedua pelaku ini sempat melawan sehingga terpaksa kami lumpuhkan dengan timah panas,” katanya.

Salah satu pelaku Bagas Aji Hermawan mengaku menggunakan uang hasil kejahatan untuk memenuhi gaya hidup.

Derita ABG Wonogiri Diperkosa Lagi Oleh Paman Usai Curhat Diperkosa Ayah Tiri

“Buat rental mobil untuk ngapelin pacar. Saya mulai mencuri sejak umur 17 tahun dan memang sudah pernah ditahan dan ini bikin saya kapok,” katanya.

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Berminat Adu Nasib di IKN? Segini Loh Biaya Hidup di Kalimantan Timur

+ PLUS Berminat Adu Nasib di IKN? Segini Loh Biaya Hidup di Kalimantan Timur

Sebagai calon Ibu Kota Negara (IKN), Nusantara yang berlokasi di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, akan menjadi magnet kaum urban untuk mengadu nasib di sana. Berikut perkiraan biaya hidup tinggal di Kalimantan Timur yang bisa dijadikan sebagai bahan pertimbangan.

Berita Terkini

Dugaan Rudapaksa Wanita Boyolali, Terlapor Ngaku Kenal R Tapi Tak Akrab

Tukinu menjelaskan GWS ingin membantu R untuk bertemu suaminya dan akan dibantu bertemu dengan penyidiknya.

2021, DKPP Deteksi 65 Pelanggaran Peredaran Daging Sapi di Kota Solo

Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Solo menemukan ada 65 pelanggaran dalam pengawasan peredaran daging sapi di Kota Bengawan.

Kantongi Sertifikat, Wisata OMAC Klaten segera Dipermak

Sebelumnya Pemkab Klaten terkendala mengembangkan kawasan OMAC lantaran belum mengantongi sertifikat.

Ratusan Bidang Tanah Pemkab Klaten Ternyata Belum Bersertifikat

BPN menyerahkan 770 sertifikat hak atas tanah aset Pemkab Klaten yang terdiri atas  tanah perkarangan dan jalan sebanyak 649 bidang atau 743 sertifikat.

Ribuan Koleksi Buku Perpustakaan Mangkunegaran Solo Dipindah, Ada Apa?

Ribuan koleksi perpustakaan Reska Pustaka di Pura Mangkunegaran Solo dipindahkan dari sebelumnya di lantai II ke lantai dasar.

Pelaku UKM di Karanganyar Bakal Dipetakan Sesuai Klaster Usaha

Pemkab Karanganyar akan mendata ulang UKM yang dipetakan sesuai dengan klaster usaha. Ini untuk memudahkan pendampingan.

Sulitnya Dapatkan Minyak Goreng Bersubsidi di Karanganyar

Ibu-ibu di Karanganyar mengeluhkan sulitnya mendapatkan minyak goreng dengan harga murah. Ritel modern yang menjual minyak goreng seharga Rp14.000 liter selalu kehabisan stok.

Luas dan Bikin Bingung, Pasar Legi Solo Butuh Banyak Penunjuk Arah

Pasar Legi Solo yang luas dan terdiri atas beberapa lantai dan blok membutuhkan banyak penanda atau penunjuk arah agar pengunjung tidak bingung.

Ingin Tampil Beda, Desa Ngabeyan Klaten Dihuni Banyak Patung Hewan

Banyak patung hewan menghiasi Desa Ngabeyan, Karananom, Klaten.

Disebut Bukan Korban Pemerkosaan, Wanita Boyolali Ungkap Kronologi Ini

R mengatakan terlapor GW akan membantunya membebaskan sang suami dengan bantuan orang dalam namun dengan syarat membawa sejumlah uang.

Dana BOS 2019 Klaten untuk Buku Matur Jujur Sebenarnya Bagus, tapi...

Wali murid di Klaten menyatakan penggunaan buku Matur Jujur tidak konsisten sehingga terkesan mubazir.

Asyiknya Keliling Desa Pasung, dari Naik Jip hingga Petik Buah Sendiri

Pengunjung di Desa Agrowisata Pasung, Wedi, Klaten, bisa menumpang jip offroad, menikmati kesejukan dan keindalan alam, hingga memetik buah sendiri.

Tanjungsari Boyolali Jadi Contoh Pengendalian Hama dengan Agens Hayati

Tanaman padi di Banyudono tetap mendapatkan serangan hama padi seperti serangan tikus, penggerek batang padi, serta Bacterial Leaf Blight (BLB) atau dikenal sebagai penyakit kresek atau hawar daun.

Eks Napiter Atok Ngaku Deg-degan Tiap Lewat Polsek Pasar Kliwon Solo

Eks napiter Roki Apris Dianto alias Atok mengaku selalu merasa deg-degan dan takut tiap lewat di depan Polsek Pasar Kliwon Solo.

2 Kali Teror Polsek Pasar Kliwon Solo, Eks Napiter Datang Minta Maaf

Seorang eks napiter Roki Apris Dianto datang ke Polsek Pasar Kliwon Solo untuk meminta maaf atas aksi teror bom yang pernah ia lakukan beberapa tahun lalu.

Prabowo Dihina, Gerindra Klaten Laporkan Edy Mulyadi ke Polisi

DPC Partai Gerindra Klaten tak terima dengan pernyataan Edy Mulyadi di YouTube yang dinilai menghina Ketua Umum (Ketum) Partai Gerindra, Prabowo Subianto.