Pemuda Pasar Kliwon Solo Tega Aniaya Ibu Gegara Duit Rokok, Ending-nya Mengharukan

Seorang pemuda asal Pasar Kliwon, Solo, tega aniaya dan meludahi ibu kandungnya sendiri hanya gara-gara tak diberi uang untuk beli rokok.

 Kapolsek Pasar Kliwon, AKP Achmad Riedwan Prevoost (kiri), memediasi kasus anak aniaya ibunya di Mapolsek Pasar Kliwon, Senin (20/9/2021). (Istimewa)

SOLOPOS.COM - Kapolsek Pasar Kliwon, AKP Achmad Riedwan Prevoost (kiri), memediasi kasus anak aniaya ibunya di Mapolsek Pasar Kliwon, Senin (20/9/2021). (Istimewa)

Solopos.com, SOLO — Seorang pemuda warga Kecamatan Pasar Kliwon, Solo, MH, 19, nekat aniaya ibu kandungnya, MR, 49. Tak hanya memukul wajah ibunya, MH juga meludahi sang ibu.

MH melakukan tindakan itu hanya karena tidak diberi uang untuk membeli rokok. Pemuda itu baru lulus dari sekolah menengah atas (SMA). Namun, bukannya mencari pekerjaan, MH setiap malam hanya bermain bersama teman-temannya.

MH terus meminta uang kepada ibunya agar bisa bermain. Kasus penganiayaan itu terdengar jajaran Polsek Pasar Kliwon. Kepolisian langsung membawa MH bersama ibunya untuk menyelesaikan perkara tersebut.

Baca Juga: Wali Kota Solo Gibran Dapat Gelar Pangeran dari Keraton Solo, Ini Nama Lengkapnya

Air mata ibu dan anak itu tak terbendung saat mereka didudukkan dalam satu ruangan dengan pengawasan Kapolsek Pasar Kliwon AKP Achmad Riedwan Prevoost. Pemuda Pasar Kliwon, Solo, itu mengakui aniaya ibu kandungnya pada Minggu (20/9/2021) sore.

Saat itu, MH meminta uang Rp50.000 untuk membeli rokok. Namun, MR tidak menyanggupi itu karena tidak memiliki uang. “Saya nasihati segera cari kerja kalau lulus sekolah. Terus uangnya daripada buat beli rokok, mending buat beli beras,” kata sang ibu.

Mendengar perkataan ibunya itu, MH malah gelap mata. Ia memaki-maki dengan berbagai ucapan kasar yang menyakitkan hati ibunya. Ia meninju tepat di bagian kepala ibunya hingga terluka.

Baca Juga: Ngegas, Mobil Tabrak Gerobak Hik & 2 Motor di Nonongan Solo, Tapi Langsung Kabur

Meludahi

Tak hanya itu, MH bahkan meludahi ibunya yang masih kesakitan sebelum ia pergi meninggalkan rumah. “Saya mencabut laporan, saya tidak tega kalau anak saya harus berhadapan dengan hukum. Yang penting anak saya sudah sadar, tidak mengulangi lagi, dan menjadi anak saleh berbakti,” kata MR.

Lebih lanjut, MR bercerita ia telah ditinggalkan suaminya. Setiap hari ia bekerja sebagai asisten rumah tangga (ART) untuk menghidupi tiga anaknya yang belum mandiri. “Anak saya empat, yang pertama ikut istrinya, yang kedua perempuan ikut saya, ini [MH] anak ketiga, masih ada adiknya lagi, masih SMP,” katanya.

Sementara itu, Kapolsek Pasar Kliwon, AKP Achmad Riedwan Prevoost, mengatakan setelah mendapat laporan dari MR, petugas lansgung memeriksa MH. Kepada polisi, pemuda Pasar Kliwon, Solo, itu mengaku meniru perilaku ayahnya dulu yang kerap aniaya ibu kandungnya itu.

Baca Juga: Hunian Kumuh di Semanggi Solo Dirobohkan, Warga 4 RW Bakal Dapat Ganti Rumah Baru

“Sudah kami mediasi dan kami hormati keputusan sang ibu untuk berdamai. Orang tua pasti tidak tega sang anak tersandung kasus hukum. Sudah kami buatkan surat pernyataan, kalau diulangi akan kami proses,” paparnya mewakili Kapolresta Solo, Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak.

Saat MH bersujud di kaki MR, semua petugas mengingatkan akan ungkapan surga di bawah telapak kaki ibu. Lalu, ibu dan anak ini meninggalkan lokasi Polsek Pasar Kliwon dengan berboncengan naik sepeda.


Berita Terkait

Berita Terkini

Kembangkan RTH di Kampung Ngablak, DLH Sragen Siapkan Bibit Tanaman

DLH Sragen membangun ruang terbuka hijau (RTH) di Kampung Ngablak sejak akhir tahun lalu untuk menambah proporsi 30% RTH di perkotaan Sragen.

Transaksi Pasar Tradisional di SGS 2021 Tinggi, Panitia Beri Apresiasi

Panitia SGS 2021 menyebut transaksi di pasar tradisional Solo cukup besar sehingga panitia akan menyiapkan apresiasi khusus.

Diduga ada Pungli dalam PTSL di Desa Kecik Sragen, Kades Membantah

Program PTSL di Desa Kecik, Kecamatan Tanon, Sragen bermasalah. Warga menduga ada pungli oleh perangkat desa, sementara Kades membantah.

Solar Dibatasi, Antrean Panjang di SPBU di Wonogiri Tak Terelakkan

SPBU membatasi distribusi bio solar kepada konsumen sehingga menimbulkan antrean panjang di spbu.

Terekam Kamera CCTV, 4 Pria Bobol Kotak Infak Masjid di Daleman Klaten

Aksi pembobolan kotak infak tersebut terekam kamera CCTV yang terpasang di sejumlah lokasi masjid setempat.

Absen Ujian, 4 Pelamar PPPK Nakes Karanganyar Dipastikan Gagal

Empat peserta seleksi PPPK nakes Pemkab Karanganyar tak ikuti ujian tanpa keterangan sehingga dipastikan gugur.

Bruk...Puluhan Pohon di Sukoharjo Tumbang Diterjang Angin Kencang

Saking derasnya, hujan disertai angin kencang mengakibatkan puluhan pohon besar tumbang dan melintang di jalan perdesaan di Sukoharjo.

Resepsi Pernikahan di Solo Sudah Boleh Tampilkan Penyanyi Lur

Acara resepsi tidak boleh digelar di rumah tinggal, pendapa/joglo kelurahan/kecamatan, aula sekolah, gelanggang olahraga dan gedung sejenis lainnya.

Daarul Qur'an Bangun Asrama, Bupati Juliyatmono Letakkan Batu Pertama

Ponpes Daarul Qur'an di Colomadu, Karanganyar, membangun masjid dan asrama santri. Bupati Juliyatmono berjanji akan mendukung Ponpes Daarul Quran

Awas! Ada 11 Lokasi Rawan Lakalantas di Jl. Solo-Jogja Klaten

Kawasan Besole, Kecamatan Ceper, menjadi salah satu lokasi Jalan Solo-Jogja yang rawan kecelakaan lalu lintas.

Karanganyar Hari Ini: 22 Oktober 2011, 46 Imigran Terdampar di Berjo

Sepuluh tahun lalu, tepatnya pada 22 Oktober 2011, sebanyak 46 orang imigran asal Afghanistan dan Iran terdampar di rumah salah seorang warga di Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, Karanganyar.

Gapoktan Sebut Keterlibatan DPRD dalam Maraknya Penggunaan Sumur Sibel

Sebagian besar pembuatan sumur submersibel di Jaten, Karanganyar, dibiayai APBD melalui aspirasi DPRD Karanganyar.

Ini Jalan Kabupaten Klaten yang akan Membelah Rest Area Tol Solo-Jogja

Keberadaan rest area jalan tol Solo-Jogja di Manjungan, Kecamatan Ngawen, Klaten, akan terbelah dengan jalan kabupaten.

Penggunaan Sumur Sibel Tak Terkendali, Dispertan PP: Tak Ada Larangan

Dispertan PP Karanganyar menyebut tidak ada regulasi yang mengatur pengunaan sumur submersibel atau sibel di kalangan petani.

Penggunaan Sumur Sibel oleh Petani Jaten Tak Terkendali, Ini Bahayanya

Jumlah petani di Jaten, Karanganyar, yang menggunakan air sumur submersibel (sibel) dinilai terlalu banyak sehingga mengancam ketersediaan air tanah.

Operasi Pangan Murah dan Gratis Digelar di Masjid Al Falah Sragen

Operasi Pangan Murah dan Gratis ini digelar di Masjid Raya Al Falah Sragen untuk meringankan beban masyarakat setelah dihantam pandemi Covid-19 selama lebih dari satu tahun.