Pemuda Pancasila dalam Sorotan, Ini Tiga Jenderal Pendirinya

Hari lahir Pemuda Pancasila pun bukan sembarang tanggal, yakni 28 Oktober 1959, bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-31.

 Tiga jenderal pendiri Pemuda Pancasila (Solopos/Abu Nadzib)

SOLOPOS.COM - Tiga jenderal pendiri Pemuda Pancasila (Solopos/Abu Nadzib)

Solopos.com, JAKARTA — Organisasi kemasyarakatan Pemuda Pancasila menjadi sorotan setelah aksi unjuk rasa mereka di depan Gedung DPR, Kamis (25/11/2021), berujung tindakan anarkis hingga ditetapkan belasan tersangka.

PromosiHentikan Stigmatisasi Pencandu Narkoba, Rehabilitasi Bukan Dikerangkeng

Aksi brutal para anggota ormas itu juga mengakibatkan seorang perwira Polri berpangkat ajun komisaris besar polisi (AKBP/setingkat letnan kolonel) terluka.

Aksi di kantor wakil rakyat itu merupakan ujung dari pernyataan anggota DPR RI Fraksi PDIP Junimart Girsang yang meminta Kementrian Dalam Negari (Kemendagri) untuk membubarkan Pemuda Pancasila.

Junimart yang menjabat Wakil Ketua Komisi II DPR RI sudah menyampaikan permohonan maaf atas pernyataannya yang meminta Kemendagri menertibkan ormas yang sering terlibat bentrokan.

“Saya memahami bahwa teman-teman PP tidak utuh membaca tanggapan saya tentang insiden Ciledug dan hubungannya dengan Kemendagri,” kata Junimart kepada wartawan, Kamis (25/11/2021).

Baca Juga: 1 Anggota Pemuda Pancasila Tersangka Pemukulan Perwira Polri 

Junimart menjelaskan, bahwa tidak ada sama sekali dalam pernyataannya yang meminta agar Kemendagri untuk membubarkan PP.

Seperti apa sebenarnya Pemuda Pancasila itu? Dikutip dari Suara.com, sejarah lahirnya organisasi kemasyarakatan itu tidak lepas dari sosok tiga jenderal besar TNI.

Mereka adalah Jenderal Ahmad Yani, Jenderal Abdul Haris Nasution, hingga Jenderal Gatot Subroto.

Berdasarkan catatan sejarah, Pemuda Pancasila lahir dari niat A.H. Nasution yang kala itu mulai berkecimpung di dunia politik pada Pemilu 1955.

Bersama Kolonel Gatot Subroto dan Kolonel Azis Saleh, Nasution ikut mendirikan partai bernama Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia (IPKI).

Partai ini seolah berharap akan dicoblos oleh para bekas pejuang dan prajurit TNI.

Tenggelam

Namun ternyata IPKI justru tenggelam pada 1955 lantaran kalah pamor oleh ormas kawakan seperti Nahdatul Ulama hingga Partai Komunis Indonesia (PKI).

Meski begitu IPKI masih punya wakil di Parlemen, salah satunya H.C. Princen.

Seusai peristiwa Nasution menjalani masa skors terkait peristiwa percobaan kudeta pada 17 Oktober 1952, Presiden Soekarno kembali memberikan jabatan sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) kepadanya.

IPKI pun kembali eksis kembali seiring karier Nasution yang pulih sebagai perwira aktif.

Menurut Loren Ryter dalam makalahnya di jurnal Indonesia (nomor 66, Oktober 1998), “Pemuda Pancasila: The Last Loyalist Free Men of Suharto’s New Order”, Nasution disebut-sebut sebagai orang yang sukses melobi Sukarno agar mengeluarkan Dekrit Presiden 5 Juli 1959.

Pada masa-masa itu, kaum sayap kiri yang sedari awal revolusi sudah jadi musuh Nasution sedang kuat-kuatnya. PKI juga punya underbow Pemuda Rakyat (PR).

Baca Juga: Kondisi Terkini Perwira Polisi yang Dikeroyok Anggota Pemuda Pancasila 

Namun tentu bukan Nasution kalau hanya diam dan sekadar menggerutu. Masih di tahun 1959, seperti dicatat Ryter, Nasution ikut mendirikan organisasi pemuda untuk mengimbangi PR.

Organisasi pemuda yang berada di bawah IPKI itu diberi nama Pemuda Pancasila (PP). Hari lahir Pemuda Pancasila pun bukan sembarang tanggal, yakni 28 Oktober 1959, bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-31.

Banyak anak tentara yang ikut masuk ke Pemuda Pancasila sebab IPKI juga berisi banyak mantan pejuang atau tentara.

Tak hanya anak kolong yang masuk ke PP, kawan-kawan mereka pun juga ikut serta. Makin banyak tentu makin baik. Sebab sebelum 1965, PR cukup ditakuti, maka Pemuda Pancasila harus kuat.

Berbeda dengan Pemuda Rakyat yang habis seiring dibubarkannya PKI, Pemuda Pancasila masih eksis hingga saat ini. Ribuan anggotanya tersebar di seluruh wilayah di Tanah Air.

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Investor Batu Bara Gugat Yusuf Mansur setelah Bersabar 11 Tahun

Awalnya warga Bogor, Jawa Barat itu tidak ingin mempermasalahkan secara hukum karena ingin menjaga nama baik Yusuf Mansur. 

Investor Yusuf Mansur Kirim Surat Terbuka kepada MUI, Ini Isinya

Alasan surat terbuka itu ditujukan ke MUI karena Yusuf Mansur selalu membawa nama agama di setiap investasi yang digalangnya.

Ada Padat Karya Irigasi di 750 Desa di Jateng & Jatim, Ini Pengumuman BBWSBS

Padat karya irigasi yang akan digelar di 750 desa di Jateng dan Jatim ini bagian dari program P3-TGAI yang menyasar desa di seluruh Indonesia.

+ PLUS Mandau Terbang dan Jejak Peradaban Logam di Kalimantan

Cerita mandau terbang dan jejak peradaban logam dari kajian pengolahan logam di Kalimantan.

Premium, Ini Rekomendasi 6 Jam Tangan Pria Terbaik 2022

Berikut rekomendasi lima jam tangan pria premium terbaik di 2022.

Korupsi di Bawah Rp50 Juta Tak Dipidana? Ini Kata ICW

Tindak pidana korupsi dengan kerugian keuangan negara di bawah Rp50 juta untuk diselesaikan dengan cara pengembalian kerugian keuangan negara.

Menkes: Covid-19 Akan Melejit Tapi Bergejala Ringan

Menkes menjelaskan ciri-ciri dari Covid-19 varian Omicron yaitu tingkat perawatan di rumah sakit lebih rendah.

Destinasi Wisata di Kepulauan Mentawai Tarik Perhatian Pesohor Dunia

Keindahan pantai dan ombak di pantai kawasan Kepulauan Mentawai membuat pesohor dunia mendatangi Tanah Air.

+ PLUS Memberi Uang Tanda Terima Kasih kepada Aparat, Wajar atau Tidak?

Sebanyak 17,63 persen masyarakat membayar uang melebihi ketentuan, baik ketika mengakses layanan secara sendiri maupun melalui perantara pada 2021.

Covid-19 Melonjak Lagi, Ini Wanti-Wanti Presiden Jokowi

Presiden Jokowi memberikan peringatan kepada masyarakat agar berhati-hati dengan lonjakan kasus Covid-19 yang diprediksi terjadi beberapa hari ke depan.

42 Dosen Baru Ikuti Pekerti di UMS, Ini Tujuannya

Peserta dalam kegiatan ini berjumlah 42 peserta yang terdiri atas 32 dosen di lingkungan UMS dan 10 dosen di luar lingkungan UMS.

Malang Digoyang Gempa Magnitudo 5,2

Pusat gempa berada di 445 kilometer di tenggara Kabupaten Malang dengan kedalaman 10 kilometer.

Jokowi Minta Korpri Jadi Pencetus Bukan Pengikut

Kepala Negara meminta Korpri bersikap terbuka, dengan menghilangkan semua ego, baik ego sektoral, ego daerah, hingga ego ilmu.

Presiden: ASN Terlalu Lama di Zona Nyaman

Zona nyaman ASN itu berakibat pada kurang produktifnya kinerja aparatur negara itu.

UNS Buka Prodi Sarjana dan Pendidikan Profesi Bidan, Buruan Daftar

Sejak 2021, D4 Kebidanan FK UNS sudah tidak menerima mahasiswa baru dan pada 2022 ini resmi menjadi Sarjana Kebidanan.

Bareskrim Bakal Panggil Paksa Edy Mulyadi

Edy Mulyadi dijerat kasus ujaran kebencian terkait ucapannya tentang Kalimantan sebagai tempat jin membuang anak.