Pemuda Madiun Sukses Budidaya Ikan Cupang, Sebulan Omzetnya Rp40 Juta
Arnovian Pratikna melihat kondisi ikan cupang yang sedang dibudidayakan, Selasa (17/11/2020). (Abdul Jalil/Madiunpos.com)

Solopos.com, MADIUN — Seorang pemuda bernama Arnovian Pratikna dari Kelurahan Sogaten, Kecamatan Taman, Kota Madiun, sukses membudidayakan ikan cupang. Omzet penjualannya tergolong fantastis yakni mencapai Rp40 juta per bulan.

Pemuda berusia 24 tahun ini tidak menyangka hobinya dalam memelihara ikan cupang ternyata kini menjadi sumber penghasilan yang menjanjikan. Usahanya ini mulai menanjak pada awal pandemi Covid-19. Arnov menceritakan sejak 2017 sudah jatuh cinta kepada ikan cupang. Kala itu, ia hanya memelihara sepuluh ekor ikan cupang.

“Saat itu, saya masih kuliah di UNS [Universitas Sebelas Maret] di Solo. Saya hanya memelihara 10 ekor ikan cupang saja,” kata dia saat berbincang dengan Madiunpos.com di rumahnya di Jl. Maskumambang 10B Kelurahan Sogaten, Selasa (17/11/2020).

Sepulangnya dari Solo dan kembali ke Madiun, Arnov yang kini menjadi seorang karyawan di perusahaan swasta ini menekuni hobinya memelihara ikan cupang. Ia kemudian membeli sekitar 100 ekor ikan cupang.

Eks Kades Trobayan Sragen dan Suami Dituntut 2,5 Tahun Penjara

Setelah menjalani berbagai kegagalan dalam membudidayakan ikan cupang, akhirnya Arnov pun berhasil mengembangbiakkan ikan cupang dengan beragam jenis. Pada saat pandemi Covid-19 atau bulan Maret lalu menjadi titik awal usahanya budidaya ikan cupang mulai menunjukkan respon positif.

Banyak orang yang pada awal pandemi menginginkan kegiatan lain selama bekerja dari rumah. Sehingga mereka berburu ikan cupang. “Awal-awal saya sudah bisa menjual ratusan ekor ikan cupang. Permintaan selama pandemi meningkat terus,” kata dia.

Modal Awal Rp10 juta

Untuk modal awal bisnis ikan cupang ini, kata Arnov, dirinya telah mengeluarkan uang sekitar Rp10 juta. Itu digunakan untuk membeli indukan ikan cupang dan berbagai kebutuhan untuk budidaya.

Usaha tidak pernah menghianati hasil. Kegigihannya dalam membudidayakan ikan cupang dan memanfaatkan media sosial untuk mempromosikan ikan cupang ini telah membuahkan hasil. Arnov menyebut aste yang dimiliki dari usahanya ini mencapai Rp150 juta.

Saat ini ada ribuan ekor ikan cupang berhasil dikembangbiakkan di tempat usahanya. “Rata-rata, di masa pandemi ini, saya bisa menjual ikan cupang hingga 2.000 ekor,” jelas dia.

Alumnus jurusan D3 Desain Komunikasi Visual UNS ini menyampaikan rata-rata omzet per bulan antara Rp30 juta hingga Rp40 juta per bulan. Ikan cupang hasil budidayanya sudah dikirim ke berbagai daerah di Indonesia. Paling jauh, ia pernah mengirim sampai Aceh.

Saat ini, Arnov dibantu oleh enam orang untuk mengurusi tempat budidaya ikan cupang yang diberi nama Sehidup Secupang miliknya. Kini, ada beragam variasi jenis cupang yang berhasil dibudidayakan. Jenis ikan cupang yang berhasil dikembangkan yaitu halfmoon, serit, plakat, double tail, dan giant.

Bed Isolasi Pasien Covid-19 di Soloraya Masih Aman

Untuk harga ikan cupang yang ditawarkan pun bervariasi, mulai dari Rp5.000 per ekor hingga Rp5 juta per ekor. Untuk cupang yang paling mahal yakni jenis plakat candy ghost.

Arnov menyampaikan kualitas ikan cupang itu ditentukan dari warna, bentuk tubuh, dan ekornya. “Bentuknya bagus atau tidak, ekornya utuh apa tidak. Warnanya banyak atau enggak. Biasanya yang paling laku itu solid bersih atau warnanya banyak,” jelasnya.

Pantauan Madiunpos.com di lokasi, Arnov memanfaatkan halaman rumahnya untuk proses budidaya cupang. Selain itu, ia juga memanfaatkan halaman rumah kakeknya untuk budiaya cupang. Ratusan ember dan botol terlihat berjejer di halaman rumah tersebut. Ikan-ikan cupang yang sudah siap jual didisplay di teras rumah. Sehingga pembeli bisa langsung memilih cupang yang cantik dan menarik.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom