Pemprov Putuskan Popda Jateng 2021 Virtual, Tapi Ada Yang Langsung...
Kepala Disporapar Jateng, Sinoeng N. Rachmadi (kanan), memberikan surat izin penggunaan Stadion Utama Jatidiri sebagai homebase PSIS Semarang kepada Ketua Panser Biru, Kepareng Wareng, di Semarang, Jumat (22/1/2021). (Media Officer PSIS Semarang)

Solopos.com, SEMARANG Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memutuskan Pekan Olahraga Pelajar Daerah atau Popda 2021 digelar secara virtual. Popda 2021 yang digelar Pemprov Jateng secara online itu akan dimulai awal April 2021 mendatang.

“Untuk Popda virtual itu go. Silakan dikabarkan atau diinformasikan. Ini baru dan belum pernah ada, termasuk provinsi lain juga belum ada,” ujar Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, di kantornya, Kota Semarang, Selasa (2/3/2021).

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Jateng, Sinoeng N. Rahmadi, mengatakan persiapan Popda 2021 sudah dikaji secara matang. Demikian juga dengan cabang olahraga (cabor) yang akan dipertandingkan.

Baca Juga: Pabrik Mobil Listrik Tesla di India, Indonesia Kebagian Apa?

Total ada 83 nomor dari 9 cabor yang akan digelar secara virtual pada Popda Jateng 2021. Kesembilan cabor itu yakni panahan, pencak silat, senam artistik dan senam ritmik, taekwondo, karate, judo, kempo, wushu, dan tarung derajat.

Kendati demikian, ada beberapa cabor yang digelar langsung atau nonvirtual. Laga cabor tatap muka itu, adalah atletik, bola voli pasir, bulu tangkis, sepak takraw, tenis, tenis meja, sepatu roda, dan petanque.

Sesuai Protokol Kesehatan

"Untuk cabor yang dipertandingkan secara virtual kami selenggarakan lebih dulu, mulai awal April. Untuk yang nonvirtual akan ditunda sesuai pertimbangan dari Satgas Covid-19," kata Sinoeng.

Sinoeng menambahkan Popda 2021 juga digelar dengan penerapan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Atlet yang bertanding harus mendapat rekomendasi dan surat keterangan hasil tes PCR dari kabupaten/kota.

Baca Juga: 7 Tanaman Ini Kata Fengsui Datangkan Hoki ke Rumah

Setibanya di Semarang, atlet nanti harus menjalani pemeriksaan ulang dengan rapid antigen. Jika ada yang ketahuan reaktif, peserta akan segera dipulangkan.

Sementara atlet maupun ofisial tim yang dinyatakan lolos tes Covid-19 langsung diantar ke hotel dan tidak diperkenankan berkegiatan selain terkait Popda. Panitia telah menyediakan 13 hotel untuk kontingen dari berbagai daerah. Kontingen juga disediakan bus yang akan mengantar dan menjemput dari hotel ke venue pertandingan.

“Di venue, kami batasi 50 orang termasuk wasit dan ofisial. Setiap pertandingan diberikan jeda untuk penyemprotan disinfektan. Semua ini masih kami matangkan dan koordinasikan dengan Satgas Covid-19,” terang Sinoeng.

KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Solopos

Sumber: Semarangpos.com



Berita Terkini Lainnya








Kolom