Pemprov Jatim Klaim Laju Penyebaran Covid-19 Bisa Ditahan
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa (kiri) bersama Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak (dua kiri) saat berdiskusi dengan Sekdaprov Jatim Heru Tjahjono (dua kanan) dan Dirut RSUD dr Soetomo dr Joni Wahyuhadi (kanan) di Gedung Negara Grahadi di Surabaya, Senin (30/03/2020). (Antara)

Solopos.com, SURABAYA -- Laju penyebaran virus corona atau Covid-19 di Jawa Timur diklaim Pemprov Jatim mulai dapat ditahan. Sementara persentase kesembuhan pasien positif corona di provinsi ini lebih tinggi ketimbang persentase pasien meninggal dunia.

Klaim laju penyebaran Covid-19 dapat ditekan ini didasarkan tren hasil rapid test. Selain itu juga dilihat dari jumlah pasien yang sembuh dan berkurangnya jumlah orang dalam pemantauan (ODP).

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengatakan sebanyak 300 orang dari sejumlah RS rujukan dilakukan rapid test pada Rabu (1/4/2020). Hasilnya semua negatif Covid-19.

Tenaga Medis Disediakan Penginapan di Wisma Haji Madiun

"Kalau kemarin [Selasa, 31/3/2020] kan total rapid test yang sudah dilakukan sebanyak 2.020 orang. Total hasilnya yang positif dalam rapid test ada 49 orang. Sehingga posisi sampai Rabu total rapid test ada 2.371 orang.  Konfirmasi positif rapid test masih sama 49 orang," jelasnya dalam konferensi pers, Rabu, seperti dikutip bisnis.com.

Dia kembali menegaskan rapid test hanya sebagai upaya deteksi awal. Sehingga, bila ada yang positif,  perlu dilakukan swab untuk dites dengan metode Polymerase Chain Reaction (PCR). Ini untuk memastikan adanya virus corona dalam tubuh orang tersebut.

Per 1 April 2020 di Jatim tercatat ada 103 orang positif corona, atau bertambah 11 orang dibandingkan sehari sebelumnya. Namun dari 103 orang yang positif corona, sebanyak 22 orang telah sembuh, dan sebanyak 9 orang meninggal dunia.

Wadidaw, Warga China Rayakan Kasus Corona Di AS Tembus 100.000

"Artinya yang saat ini sedang dirawat karena masih positif Covid-19 hanya 72 orang. Dengan kata lain tren kasus Covid-19 di Jatim sebanyak 21% sembuh dan 8,7% meninggal. Dari data yang sembuh itu ada 5 orang dari Magetan dinyatakan sembuh," katanya.

Sembuh

Sementara data pasien dalam pengawasan (PDP) hingga saat ini secara kasus tercatat mencapai 536 orang. Dan jumlah ODP dalam catatan kasus menjadi 7.328 orang.

Khofifah menambahkan, saat ini terdapat ODP yang sudah selesai dan sudah tidak dalam pemantauan. Sehingga posisi jumlahnya ODP yang masih dipantau saat ini ada 5.519 orang.

Polres Madiun Kota Tutup Layanan Penerbitan SIM

"Begitu juga dengan jumlah PDP yang secara kasus sejak awal hingga kini ada 536 orang. Tetapi, ada PDP yang sembuh dan sudah tidak diawasi, sehingga PDP kita sekarang hanya 353 orang," imbuhnya.

Menurutnya, berkurangnya jumlah ODP, PDP dan juga telah sembuhnya pasien positif serta jumlah positif rapid test yang stagnan menunjukkan tingginya partisipasi masyarakat. Masyarakat dinilai telah membantu menahan penyebaran virus dengan melakukan isolasi mandiri di rumah atau physical distancing.

"Ini juga menunjukkan layanan medik kita telah berusaha melayani pasien, dan isolasi mandiri yang kita lakukan bisa memberikan hasil seperti ini," imbuhnya.

Sumber: Bisnis.com


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho