Seorang penyandang disabilitas memperoleh pertolongan dari sukarelawan saat naik ke kendaraan roda empat setelah mengikuti kegiatan di Inklusi Center Kecamatan Karanganom (ICKK), Jumat (6/12/2019). (Solopos.com/Ponco Suseno)

Solopos.com, KLATEN – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng di bawah kepemimpinan Ganjar Pranowo menggelontorkan anggaran senilai Rp2 miliar guna membangun gedung Inklusi Center Kecamatan Karanganom (ICKK) di tahun 2020. Sejauh ini, gedung ICKK dinilai kurang layak karena dipusatkan di aula kecamatan dengan fasilitas seadanya.

Berdasarkan data yang dihimpun Solopos.com, inklusi center di Karanganom telah menjadi percontohan di Kabupaten Bersinar. Inklusi center berdiri kurang lebih sejak 2016. Saat ini, penyandang disabilitas di ICKK mencapai 110 penyandang disabilitas.

Aktivitas di ICKK berlangsung satu kali dalam satu pekan, yakni hari Sabtu. Di lokasi tersebut, para penyandang disablilitas menjalani terapi dan kegiatan positif lainnya dengan dipandu para sukarelawan.

“Selama ini, lokasi yang diperuntukkan kegiatan inklusi center di aula Kecamatan Karanganom. Semuanya jadi satu, baik terapi atau kegiatan lainnya,” kata Camat Karanganom, Slamet Samudra, saat ditemui Solopos.com, di kompleks Kecamatan Karanganom, Jumat (6/12/2019).

“Di tahun 2020, kami memperoleh kucuran dana dari Pak Ganjar [Gubernur Jateng] senilai Rp2 miliar. Dana itu dialokasikan membangun gedung. Lokasinya sudah disiapkan, yakni di belakang kantor kecamatan. Luasnya sekitar 750 meter persegi,” jelasnya.

Slamet Samudra mengatakan gedung baru inklusi center yang dibangun dengan anggaran Rp2 miliar dapat mendukung kegiatan inklusi center di Karanganom. Gedung baru tersebut bakal dilengkapi ruang terapi, ruang konsultasi, ruang olahraga bagi penyandang disabilitas, aula, sekretariat, dan ruang lainnya.

“Sewaktu gedung sudah jadi, APBD Klaten akan memihaki fasilitas pendukung. Itu sudah disampaikan ibu bupati. Gedung inklusi yang akan dibangun di tahun 2020 diharapkan dapat mendukung pelayanan penyandang disabilitas di Karanganom dan sekitarnya. Kebetulan, 19 desa di Kecamatan Karanganom sangat mendukung kegiatan ini. Di masing-masing desa sudah menyediakan anggaran Rp5 juta-Rp27 juta untuk penyandang disabilitas,” katanya.

Ketua ICKK, Sri Mulyo, mengatakan satu-satunya kendala yang dihadapi sukarelawan dalam memberikan pelayanan ke penyandang disabilitas, yakni belum tersedianya gedung yang layak. Aula Kecamatan Karanganom yang menjadi pusat kegiatan inklusi center tidak diperuntukkan bagi penyandang disabilias.

“Gedung baru itu akan dibangun dengan konsep ramah penyandang disabilitas. Ini juga menjadi percontohan ke depan [pembangunan fisik ramah penyandang disabilitas],” katanya.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten