Tutup Iklan
Jalur evakuasi di wilayah Desa Tlogowatu, Kecamatan Kemalang, Klaten, rusak, Sabtu (26/1/2019). (Solopos/Taufiq Sidik Prakoso)

Solopos.com, KLATEN -- Pemerintah provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) memberikan bantuan dana untuk perbaikan -evakuasi-rusak-bikin-warga-lereng-merapi-klaten-khawatir" title="Jalur Evakuasi Rusak Bikin Warga Lereng Merapi Klaten Khawatir">jalur evakuasi di lereng Gunung Merapi senilai Rp7 miliar.

Dana itu untuk mencicil perbaikan jalur evakuasi wilayah Kecamatan Kemalang sisi timur. Bupati Klaten, Sri Mulyani, mengatakan kepastian soal anggaran itu disampaikan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo kepadanya beberapa waktu lalu.

“Belum lama ini Pak Gubernur menyampaikan tahun ini [2019] perbaikan jalur evakuasi dibantu dari APBD Provinsi Rp7 miliar,” kata Mulyani saat ditemui wartawan di rumah dinas Bupati Klaten, Jumat (25/1/2019).

Mulyani mengatakan bantuan dari pemprov tersebut mempercepat proses perbaikan jalur evakuasi di beberapa ruas yang mengalami kerusakan parah. Pada 2019, Pemkab sudah mengalokasikan dana perbaikan ruas jalur evakuasi Pasar Kembang-Dompol melalui APBD Klaten sekitar Rp5,1 miliar.

Sementara perbaikan ruas-sering-erupsi-jalur-evakuasi-klaten-malah-rusak" title="Merapi Sering Erupsi, Jalur Evakuasi Klaten Malah Rusak"> jalur evakuasi Ngemplakseneng-Panggang dibiayai bantuan dana alokasi khusus (DAK) dari APBN. Pemkab menerima DAK sekitar Rp20 miliar untuk perbaikan tiga ruas jalan salah satunya Ngemplakseneng-Panggang. “Perbaikan jalur evakuasi nanti semuanya berkonstruksi beton,” kata Mulyani.

Soal dana bantuan provinsi, Mulyani mengatakan belum bisa memperbaiki seluruh kerusakan jalur evakuasi terutama di sisi timur lereng Merapi. Ia menegaskan perbaikan bakal dilakukan secara bertahap.

“Kami upayakan secara bertahap. Dana APBD tidak mungkin hanya untuk perbaikan jalan di wilayah Kemalang karena ada ruas jalan lainnya yang membutuhkan perbaikan. Kami lihat mana yang prioritas. Yang jelas kami upayakan untuk diperbaiki dari APBD, mengajukan bantuan dari provinsi atau pusat,” ungkapnya.

Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Klaten, Suryanto, mengatakan sebelumnya pemkab mengusulkan dana bantuan ke pemprov untuk perbaikan jalan di Klaten termasuk jalur evakuasi.

Usulan bantuan yang disetujui yakni jalan Surowono-Tegalmulyo di Kecamatan Kemalang serta jalur evakuasi lereng Merapi sisi timur.

“Sebelumnya kami mengusulkan ruas Jiwan-Kayumas tetapi yang disetujui ruas Surowono-Tegalmulyo. Ruas yang disetujui itu berada di jalur lebih atas, langsung di bawah Merapi,” kata Suryanto saat dihubungi Solopos.com, Sabtu (26/1/2019).

Panjang jalan Surowono-Tegalmulyo sekitar 7 km. Gelontoran dana bantuan pemprov Rp7 miliar diperkirakan hanya cukup untuk perbaikan jalan dengan konstruksi beton sepanjang 2 km.

Soal pelaksanaan perbaikan ruas jalan tersebut, Suryanto mengatakan masih menunggu surat dari pemprov untuk pemanfaatan dana bantuan itu.

“Setelah ada surat dari provinsi, kami segera ajukan proposal. Kami perkirakan paling cepat jalan [Surowono-Tegalmulyo] mulai diperbaiki setelah Puasa [Juli],” kata dia.

Peningkatan Aktivitas

Kerusakan jalur evakuasi di lereng Merapi belakangan disorot seiring peningkatan -merapi-cetak-rekor-status-waspada-terlama" title="Gunung Merapi Cetak Rekor Status Waspada Terlama">aktivitas Gunung Merapi yang statusnya dinaikkan dari level normal menjadi waspada sejak Mei 2018 lalu.

Kerusakan jalur evakuasi dikhawatirkan menghambat proses evakuasi warga di lereng Merapi. Kerusakan jalur evakuasi itu seperti di kawasan objek wisata Deles Indah, Desa Sidorejo, Kecamatan Kemalang, untuk lereng Merapi wilayah Klaten sisi tengah.

Kerusakan paling parah terjadi pada jalur evakuasi sisi timur yang menghubungkan Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang, ke selter pengungsian di Desa Demakijo, Kecamatan Karangnongko.

Aspal jalan mengelupas dan berlubang hampir di sepanjang ruas jalan tersebut terutama di wilayah Desa Tegalmulyo, Tlogowatu, dengan Tangkil, Kecamatan Kemalang.

Pemkab sebelumnya mengusulkan perbaikan jalur evakuasi ke BNPB agar mendapat bantuan dari APBN. Namun, usulan tersebut tak disetujui salah satunya lantaran kerusakan jalan bukan disebabkan lantaran bencana. Usulan perbaikan lantas diajukan ke Pemprov Jateng.

Suharsih
Editor:
Suharsih

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten