Petugas Dispendukcapil Solo merekam data untuk pembuatan e-KTP warga binaan Rutan Solo, Kamis (17/1/2019). (Solopos-Nicolous Irawan)

Semarangpos.com, SEMARANG — Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Kependudukan dan Catatan Sipil Jawa Tengah mendeteksi adanya 201.000 penduduk provinsi ini yang belum melakukan perekaman KTP Elektronik (e-KTP).

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Kependudukan dan Catatan Sipil Jateng Sudaryanto mengatakan warga terbanyak yang belum merekam data e-KTP terbanyak berada di Kabupaten Brebes. "Paling banyak di Brebes, sekitar 109 ribu orang yang belum melakukan perekaman," katanya di Kota Semarang, Jawa Tengah, Kamis (24/1/2019).

Adapun daerah lain yang kekurangannya juga relatif banyak, lanjut dia, meliputi Kabupaten Pemalang, Tegal, Banyumas, dan Cilacap. Berbagai upaya dilakukan untuk memupus tingginya angka warga Jateng yang belum merekam data e-KTP tersebut.

Ia lalu mencontohkan untuk Kabupaten Brebes upaya percapatan yang dilakukan  antara lain dengan gotong royong bersama 11 kabupaten/kota yang ada di sekitarnya untuk menyelesaikan. "Beberapa waktu lalu kami goyong royong bersama 11 daerah untuk menyelesaikan Brebes, dalam tiga hari bisa mencapai 3.800 orang yang melaksanakan perekaman," katanya.

Menurut dia, daerah seperti Brebes memang diperlukan penanganan tersendiri. "Ibaratnya kalau di Brebes, imbauan untuk perekaman KTP dibanding pertunjukan dangdut, mereka pilih datang ke pertunjukan dangdut," katanya.

Masih cukup banyak, lanjut dia, upaya penyelesaian sebelum pelaksanaan Pemilu 2019 terus diupayakan. Beberapa upaya yang dilakukan, kata dia, dengan jemput bola ke kampung-kampung untuk menyasar warga lansia dan warga difabel.

"Kemarin kami juga jemput bola ke lapas, panti asuhan serta sekolah-sekolah," katanya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten