Pemkot Solo Targetkan Nol Kasus Stunting pada 2024, Begini Caranya

Pemerintah Kota (Pemkot) Solo di Jawa Tengah menargetkan nol kasus stunting pada 2024.

 Ilustrasi kampanye mencegah stunting atau tengkes pada anak-anak  berusia di bawah lima tahun. (Antaranews.com)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi kampanye mencegah stunting atau tengkes pada anak-anak berusia di bawah lima tahun. (Antaranews.com)

Solopos.com, SOLO — Pemerintah Kota atau Pemkot Solo di Jawa Tengah menargetkan nol kasus stunting pada 2024.

Untuk itu, Pemkot Solo terus berkoordinasi dengan pihak kecamatan hingga kelurahan untuk bisa terus menekan angka stunting. Pemkot Solo menargetkan tidak ada lagi kasus stunting pada 2024.

PromosiCara Meningkatkan Omzet & Performa di Tokopedia, Enggak Sulit Kok!

Stunting secara definisi menurut Kementrian Kesehatan adalah gagal tumbuh akibat akumulasi ketidakcukupan gizi yang berlangsung lama dari kehamilan sampai usia 24 bulan.

Data yang dihimpun Solopos.com saat pemaparan dalam Rembug Stunting tingkat Kota Bersama Camat dan Lurah se-Kota Surakarta pada Rabu (18/5/2022) menyebutkan 1,87 persen bayi atau setara 494 bayi di Kota Solo menderita stunting pada 2022.

Angka itu turun apabila dibandingkan pada tahun 2020 sebanyak 1.050 kasus stunting dan 570 kasus stunting pada tahun 2021.

Baca Juga : Angka Stunting Solo Tertinggi Kedua Se-Jateng, Ini Kata Selvi Ananda

“Beberapa strategi dilakukan, seperti pemetaan kelurahan khusus stunting. Untuk membantu percepatan penurunan angka stunting lewat anggaran,” ujar Sekretaris Bappeda Kota Solo, Sumilir Wijayanti.

Anggaran untuk itu Rp5,067 miliar pada tahun 2020 sedangkan pada tahun 2021 adalah Rp31,38 miliar. Sejauh ini, lanjutnya, Kecamatan Jebres menjadi wilayah dengan jumlah anak stunting tertinggi di Kota Solo yakni 283 anak.

Di sisi lain, Kecamatan Laweyan menjadi yang paling sedikit yakni 8 kasus stunting. “Targetnya pada 2024 tidak ada kasus stunting. Tantangannya peningkatan program untuk pencegahan dan pelayanan stunting,” tutur dia.

Stunting di Indonesia

Lalu bagaimana dengan kasus stunting yang ada di Jawa Tengah dan Indonesia?

Baca Juga : Calon Pengantin Wajib Tahu! Begini Alur Pendaftaran Nikah di Kota Solo

Data Survey Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) pada 2021 menyebutkan bahwa prevalensi stunting berada di angka 24,4 persen atau sekitar 5,33 juta balita menderita stunting.

Dikutip dari laman Kementrian Koordinator Bidang Pembangnan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemenko PMK), prevalensi stunting ini telah menurun dari tahun-tahun sebelum.

Akan tetapi, Presiden Joko Widodo menargetkan angka stunting turun menjadi 14 persen di tahun 2024. Menko PMK, Muhadjir Effendy, mengatakan untuk mencapai target 14 persen pada 2024 maka setiap tahun perlu menurunkan sekitar 3 persen.

“Kita masih perlu upaya inovasi agar terjadi penurunan sekitar 3 sampai 3.5 persen per tahun. Sehingga tercapai target 14 persen tahun 2024 sesuai dengan target Presiden berdasarkan RPJMN,” ujarnya.

Baca Juga : Calon Pengantin di Solo Wajib Unduh Aplikasi Eksimil, Ini Alasannya

Di Jawa Tengah pada tahun 2021, angka stunting sebesar 20 persen. Angka itu turun dari tahun 2020 sebesar 27 persen.

Upaya strategis dilakukan Provinsi Jateng melalui program Jateng Gayeng Nginceng Wong Meteng (5NG). Program tersebut diklaim cukup berhasil menekan angka stunting. Sebagai gambaran pada tahun 2013 angka Stunting di Jawa Tengah mencapai 37 persen.

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Kerusakan Lingkungan adalah Dampak Kebijakan Politik dan Pemerintahan

+ PLUS Kerusakan Lingkungan adalah Dampak Kebijakan Politik dan Pemerintahan

Urusan kerusakan lingkungan di Indonesia sebenarnya telah menjadi masalah sangat serius. Isu ini sebenarnya bagian dari domain politik. Kerusakan lingkungan adalah buah dari kebijakan dan politik.

Berita Terkini

Cerita Bocah Pemulung Cilik Solo: Cari Rongsokan Sejak Usia 3 Tahun

Bocah pemulung cilik di Solo menceritakan kisahnya ikut mencari rongsokan sejak berusia tiga tahun.

Geronjal! Jalan di Palang Sepur Dagen Berbatu & Sempit

Kondisi palang sepur di Desa Dagen, Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar, terus menjadi keluhan warga.

Bupati Karanganyar: Palang Sepur Dagen Sering Macet, Dibaikan PT KAI

Bupati Karanganyar, Juliyatmono, curhat keluhannya tentang palang sepur Dagen selama tujuh tahun terakhir diabaikan PT KAI.

Ribuan Honda CB Nangkring di Terminal Tirtonadi Solo, Ngapain Ya?

Ribuan sepeda motor Honda CB memenuhi di kawasan Terminal Tirtonadi Kota Solo, Minggu (26/6/2022).

Mau Keliling Soloraya Naik Bus Wisata Solo? Segini Tarifnya

Tarif menyewa bus wisata Dishub Solo untuk berwisata keliling Soloraya ternyata cukup ramah di kantong.

Kronologi Bus Tabrak Warung di Tawangmangu: Rem Blong dari Magetan

Kronologi kecelakaan bus tabrak warung di Tawangmangu, Karanganyar, Sabtu (25/6/2022) terjadi akibat rem blong sejak dari Magetan, Jawa Timur.

Gaji ke-13 Segera Cair Lur, DPRD dan PPPK Karanganyar Juga Dapat

Komponen gaji ke-13 adalah gaji pokok, tunjangan keluarga, tunjangan jabatan, tunjangan beras, dan tunjangan PPh, tanpa potongan.

Kecelakaan di Sukoharjo Tinggi, Sopir Ambulans Dibekali PPGD, Apa Itu?

Ketua umum Forum Ambulans Sukoharjo Bersatu (FAST), Wirawan Setiadi, mengatakan perlunya pengemudi ambulans mengetahui penanganan korban lakalantas dengan pertolongan pertama gawat darurat (PPGD).

Begini Kronologi Pegowes Asal Solo Meninggal di Karangpandan

Korban meninggal dunia diduga mengalami serangan jantung.

Nenek Hilang Diduga Hanyut di Sungai Mungkung Sragen, Ini Ciri-Cirinya

Ini ciri-ciri nenek-nenek yang hilang diduga hanyut di Sungai Mungkung Sragen.

Diduga Terjatuh di Sungai, Nenek Berusia 95 Tahun Asal Sragen Hilang

Nenek-nenek diduga terjatuh ke Sungai Mungkung.

Pegowes Asal Kepatihan Kulon Solo Meninggal di Karangpandan Karanganyar

Korban diduga meninggal dunia karena kelelahan saat gowes bersama rombongan.

Ketika Ganjar Pranowo Menari Gatotkaca Massal di Area CFD Solo

Kedatangan Ganjar menjadi magnet bagi para pengunjung CFD Solo.

Kabar Gembira! CFD Boyolali Bakal Dibuka Juli 2022

CFD Boyolali rencananya dibuka kembali pada Juli 2022.

Sejarah Desa Kenokorejo Sukoharjo Bermula dari Ide Demang Reksoko

Wilayah Kenokokorejo di Polokarto Sukoharjo menurut sejarah pada awalnya merupakan hamparan tanah tandus.