Pengendara motor menerobos jalur khusus pesepeda di Jl. dr. Radjiman, Kemlayan, Serengan, Kamis (2/8/2018). (Solopos-Muhammad Ismail)

Solopos.com, SOLO-Rencana Dinas Perhubungan Kota Solo merintis wilayah Kecamatan Banjarsari sebagai kawasan ramah sepeda akan dilakukan setelah Lebaran 2019.

Saat ini jajaran Dinas Perhubungan Solo tengah fokus menghadapi agenda mudik dan balik Lebaran. Selama momentum mudik dan balik akan terjadi lonjakan jumlah kendaraan dan penumpang angkutan umum yang melintas maupun turun di Kota Solo.

Dishub bertanggung jawab mengatur lalu lintas agar tak terjadi kemacetan. “[Rintisan kawasan ramah sepeda] Setelah Lebaran. Ini fokus angkutan Lebaran,” ujar Kasi Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas Dishub Solo, Mudo Prayitno, belum lama ini.

Dia menjelaskan rintisan Banjarsari sebagai kawasan ramah sepeda tahun 2019 masih tahap awal. Kongretnya dengan merintis jalur sepeda bagi pelajar ke sekolah mereka. Rencananya akan ada dua sekolah yang ditetapkan sebagai rintisan jalur sepeda.

Untuk menentukan dua sekolah tersebut nantinya Dishub akan membicarakannya dengan stakeholder terkait termasuk pesepeda. “Itu nanti kami bicarakan dengan para pemangku kepentingan. Saat ini kami fokus Lebaran,” tutur dia.

Mudo menerangkan pemetaan jalur ramah bagi sepeda akan dilakukan secara matang melalui kajian lapangan dan diskusi dengan banyak pihak. Tujuannya agar program kawasan ramah sepeda Kota Solo yang digulirkan tahun ini bisa terus berkembang.

Terpisah, pegiat sepeda Soloraya, Titis Efrindu B., saat dimintai komentar Solopos.com sangat mendukug rencana Pemkot Solo mewujudkan infrastruktur yang ramah bagi pesepeda. Menurut dia selama ini Pemkot sudah menunjukkan dukungan moriil mereka.

“Saya pikir sudah tidak zamannya lagi hanya bicara dukungan moriil. Sudah saatnya ada dukungan kongkret berupa infrastruktur ramah sepeda di Solo. Kongkretnya kan bisa berupa pembuatan jalur-jalur khusus sepeda lengkap dengan rambunya,” urai dia.

Titis menilai untuk mewujudkan infrastruktur ramah sepeda di Solo bukan perkara berat. Sebab sudah banyak ruas jalan di kota ini yang lebar. Artinya tinggal membuat jalur, markah, dan rambu khusus untuk menetapkan jalur khusus bagi sepeda.

“Seperti Jl. Adi Sucipto dan Jl. Urip Sumoharjo. Yang juga perlu dipikirkan konektivitas jalur-jalur yang ada. Menurut saya menyiapkan infrastruktur ini tak perlu menunggu siapa yang pakai. Tapi infrastruktur merangsang orang untuk pakai,” kata dia.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten