Kondisi di bekas pasar darurat Pasar Klewer di Alun-alun Utara Keraton Solo, Kamis (25/5/2017). (Solopos-M. Ferri Setiawan)

Solopos.com, SOLO -- Pemerintah Kota (Pemkot) Solo masih memiliki pekerjaan rumah (PR) yang menanti seusai revitalisasi Pasar Klewer sisi timur. PR tersebut yakni merestorasi Alun-alun Utara (Alut) Keraton Solo yang digunakan sebagai pasar darurat bagi pedagang selama beberapa tahun.

Perbaikan akan dikerjakan Pemkot setelah semua pedagang pasar tekstil terbesar di Jawa Tengah ini menempati bangunan baru Pasar Klewer tahun depan.

Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Solo Subagiyo mengatakan restorasi Alut akan dikerjakan di antaranya dengan membongkar saluran air dan mengembalikan rumput serta jalan Alut. 

Dalam hal ini, Pemkot akan menggandeng Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jateng, dan pemerhati cagar budaya. Hal ini agar restorasi Alut tidak menyalahi aturan sebagai kawasan cagar budaya. 

“Beberapa masukan telah kami terima untuk merestorasi Alut. Semua masukan itu nanti kami bahas dengan BPCB apakah diperbolehkan atau tidak,” katanya tanpa menyebut lebih terperinci apa saja masukan yang telah diterima Pemkot.

Nantinya sebelum restorasi, Pemkot akan menghapus terlebih dahulu aset berupa bangunan pasar darurat. Pemkot akan melelang ulang bangunan bekar pasar darurat Klewer di Alut setelah dua kali gagal melelang karena tak diminati kontraktor. 

Nilai penawaran terendah terlampau tinggi menjadi penyebabnya. Saat ini Pemkot masih menunggu taksiran ulang bekas bangunan pasar darurat Klewer tersebut oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).

“Kami hitung ulang untuk menurunkan penawaran terendah. Sekarang masih tunggu itu, baru akan kita lelang lagi,” kata dia.

Pemkot telah mengevaluasi dua kali tender pembongkaran kios di sisi timur yang tidak diminati peserta lelang. Hal ini ditengarai karena nilai penawaran terendah yang ditetapkan Pemkot terlampau tinggi.  

Dalam lelang Mei 2017 lalu, nilai penawaran terendah Rp7.289.105.100 dengan uang jaminan Rp 1,5 miliar. Lelang itu meliputi pembongkaran bangunan rangka baja, atap, dan fondasi. Kemudian hitungan appraisal nilai tersebut turun dari Rp7 miliar menjadi Rp 3 miliar.

Namun demikian Pemkot masih menunggu finalisasi hasil taksiran akhir. Subagiyo mengatakan proses taksir ulang bangunan menghambat realisasi target lelang penghapusan aset pasar darurat Klewer sisi timur. 

Penghapusan aset ini sejalan dengan rencana Pemkot merestorasi kawasan Alut setelah digunakan sebagai lokasi pasar darurat Klewer. Prosesnya pembongkaran bangunan pasar darurat mulai dikerjakan pada bagian sisi timur. Bangunan sisi barat kini digunakan sebagai pasar darurat bagi pedagang Pasar Klewer timur. 

Suharsih
Editor:
Suharsih

Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten