Pemkot Solo Kantongi Duplikat Arsip Cokro Tulung dan Sriwedari Dari ANRI
Direktur Akuisisi ANRI, Rudy Anton (kiri), menyerahkan duplikat arsip Cokro Tulung kepada Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, di Loji Gandrung, Solo, Senin (3/8/2020). (Istimewa/Pemkot Solo)

Solopos.com, SOLO -- Arsip Nasional Republik Indonesia atau ANRI menyerahkan dua duplikat arsip ke Pemkot Solo. Penyerahan dilakukan di Loji Gandrung, Laweyan, Solo, Senin (3/8/2020).

7 Tersangka Pengeroyokan Kades Karangtengah Wonogiri Ditahan, Termasuk Suami Sang Selingkuhan

Dua duplikat arsip itu masing-masing soal sumber air Solo dari Cokro Tulung dan Sriwedari. Direktur Akuisisi ANRI, Rudy Anton, menjelaskan ANRI menyimpan arsip-arsip terkait Karesidenan Surakarta sejak zaman Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC atau abad ke-16.

Asisten Rumah Tangga Bupati Boyolali Positif Covid-19, Tercatat Sebagai Kasus 217

ANRI menyerahkan duplikat arsip ke Pemkot Solo yang menjelaskan soal sumber air Solo dari Cokro Tulung kepada Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo sebagai dasar penguatan keberadaan sumber air tersebut.

Digeruduk Pemuda, Pemdes Nengahan Klaten Siap Revisi Data Penerima Bantuan Covid-19

“Arsip kami temukan dan kami menyerahkan duplikatnya. Jadi kalau ada persoalan hukum dan membutuhkan aslinya ada di ANRI,” katanya.

Kasus Mobil Tabrak Mesin Dan 3 Orang Di SPBU Bhayangkara Solo Berakhir Damai, Begini Kesepakatannya

Dia menjelaskan ANRI juga menyampaikan jadwal referensi terkait alat untuk penyusutan arsip, pemusnahan, dan penyelamatan arsip. Ada sekitar 30 urusan yang sudah disetujui ANRI sebagai dasar penyelamatan arsip di semua organisasi perangkat daerah (OPD) Kota Solo.

Kota Solo Berstatus Zona Merah, Bagaimana Nasib Stadion Manahan Sebagai Calon Venue Liga 2?

F.X Hadi Rudyatmo, menjelaskan meminta sejumlah duplikat arsip kepada ANRI supaya Pemkot Solo mengetahui sejarah melalui arsip yang disimpan ANRI. Pemkot Solo akan mengurus Cokro Tulung karena dikelola PDAM Kota Solo sejak 1928.

Kena PHK Saat Pandemi Covid-19, Warga Jakarta Ini Beralih Jadi Kurir Narkoba di Sukoharjo

“Kami ingin menjelaskan keberadaan aset itu. Kami mengelola tapi belum mendapatkan sertifikat sebagai aset yang tercatat. Sekarang akan kami urus secara yuridisnya,” paparnya.

Istimewa! Pasar Legi Ponorogo Diklaim Jadi Pasar Tradisional Pertama Berkonsep Ramah Lingkungan



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom