Tutup Iklan

Pemkot Solo Hanya Cat Ulang Garis Vertikal Gladak Jensud

Pemerintah Kota (Pemkot) Solo memutuskan untuk mengecat (menutup) sebagian mosaik di Jl. Jendral Sudirman tepatnya di sekitar Tugu Pemandengan. Langkah itu menyusul adanya protes dari sebagian orang yang keberatan dengan mosaik itu.

Pemkot Solo Hanya Cat Ulang Garis Vertikal Gladak Jensud

SOLOPOS.COM - Foto udara mosaik Gladak Jensud Solo yang telah dicat ulang. (Solopos-Burhan Aris N)

Solopos.com, SOLO — Pemerintah Kota (Pemkot) Solo memutuskan untuk mengecat (menutup) sebagian mosaik di Jl. Jendral Sudirman tepatnya di sekitar Tugu Pemandengan. Langkah itu menyusul adanya protes dari sebagian orang yang keberatan dengan mosaik itu.

Bagian mosaik yang dicat yaitu garis merah memanjang ke selatan, di luar kotakan mosaik empat penjuru mata angin. Pengecatan dilakukan pada Jumat (18/1/2019) seusai mediasi yang difasilitasi Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Solo.

Namun berdasar pantauan Solopos.com, Sabtu (19/1/2019 ) siang sebagian batu andesit di dalam garis kotak mosaik empat penjuru mata angin, tepatnya sebelah selatan tugu, ikut dicat. Bahkan pengecatan hingga garis putih lingkaran Tugu Pemandengan.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPKom) Proyek Penataan Koridor Jl. Jendral Sudirman, Taufan Basuki, saat dihubungi Solopos.com melalui ponsel, Sabtu, mengonfirmasi tak adanya rencana pengecatan batu di mosaik empat penjuru mata angin.

Menurut dia pengecatan di area mosaik empat penjuru mata angin juga tidak dilakukan oleh petugas proyek. “Tidak tahu bagaimana kok sebagian mosaik itu [empat penjuru mata angin] ikut dicat. Tapi itu bukan petugas yang ngecat,” tutur dia.

Taufan menjelaskan bagian yang direncanakan dicat hanya sebagian mosaik yang membentuk garis panjang di selatan tugu. Pengecatan lokasi itu dimaksudkan untuk memutus bentuk garis panjang yang membuat mosaik terkesan seperti salib.

Berita Terkait

Berita Terkini

Jakarta Lanjutkan Uji Coba PTM saat Ledakan Covid-19

Jakarta tetap melanjutkan uji coba pembelajaran tatap muka atau PTM di tengah lonjakan kasus penularan Covid-19, dua pekan terakhir ini.

Ada Orang Kena Serangan Jantung? Begini Pertolongan Pertamanya

Pertolongan pertama menjadi kunci harapan hidup seseorang yang mengalami serangan jantung. 

Vaksinasi Publik 18+ Siap Bergulir Di Solo, 12 Kelurahan Jadi Prioritas

Pemkot Solo segera menggulirkan vaksinasi Covid-19 bagi publik usia 18 tahun ke atas dengan prioritas 12 kelurahan.

Penerjun Payung Protes Jelang Kick Off Prancis vs Jerman

Laga Grup F Piala Eropa (Euro) 2021 Jerman versus Prancis di Allianz Arena di Munchen diawali aksi protes penerjun payung.

Konsumen Diberi Kemudahan, Agar Sukses Berbisnis Home Appliance

Pandemi Covid-19 tak menyurutkan pelaku bisnis dalam menjalankan usahanya, termasuk bisnis home appliance atau perabotan rumah tangga.

Jalani Isolasi Mandiri, BCL Merasakan Sejumlah Gejala Covid-19

BCL merasakan sejumlah gejala saat hari ketiga karantina.

PLN Jamin Tak Ada Pemadaman Listrik Rumah Sakit & Faskes

PLN berupaya memastikan keandalan pasokan listrik, dan mencegah pemadaman listrik, khususnya tempat-tempat vital penanganan pasien Covid-19.

Rating TV Indonesia: Tayangan Sinetron Masih Digemari

Tayangan sinetron sepertinya masih mendominasi rating TV Indonesia.

Selamat! Wali Kota Madiun Terima Penghargaan Nirwasita Tantra dari Kementerian LH dan Kehutanan

Maidi menuturkan penghargaan Nirwasita Tantra 2020 ini diberikan karena Kota Madiun dianggap berhasil menata kota dengan memperhatikan lingkungan.

Awasi Pergerakan Warga Dari Zona Merah Covid-19, Korlantas Polri Siapkan 143 Pos Pemeriksaan

Korlantas Polri menyiapkan 143 pos pemeriksaan atau check point untuk pengawasan pergerakan warga keluar masuk zona merah risiko Covid-19.

Jarak Bukan Halangan! Begini Cara Memuaskan Hasrat Suami Saat LDR

Jarak bukan halangan, inilah cara memuaskan hasrat seksual suami meski sedang menjalani hubungan jarak jauh alias LDR. Kira-kira apa saja ya?