Pemkot Solo Bolehkan Kirab Malam 1 Sura Digelar, Mangkunegaran Pilih Tidak
Pengunjung mengamati suasana di Pura Mangkunegaran, Solo, Senin (25/12/2017). Saat Natal, objek wisata tersebut ditutup untuk umum. (Danur Lambang Pristiandaru/JIBI/Solopos)

Solopos.com, SOLO -- Pemkot Solo memberi lampu hijau kepada Keraton Kasunanan dan Pura Mangkunegaran untuk menggelar tradisi kirab Malam 1 Sura pada Rabu (19/8/2020) malam Kamis (20/8/2020) dini hari.

Hal itu dengan catatan penyelenggara diminta memerhatikan dan mengetatkan protokol kesehatan. Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, mengatakan keputusan tersebut dilematis mengingat acara tersebut dipastikan mengundang kerumunan.

Tukang Cukur di Kartasura Sukoharjo Jadi Klaster Baru Covid-19, Begini Ceritanya

“Ya, diizinkan dengan catatan. Susah juga, kalau melarang nanti bertentangan, kalau mengizinkan melanggar protokoler kesehatan. Tetap akan kami kaji dulu bersama Gugus Tugas. Prinsipnya kami mengizinkan [untuk digelar],” kata Rudy, sapaan akrabnya, Minggu (9/8/2020).

Sementara itu, kendati mendapat lampu hijau dari Pemkot Solo, Pura Mangkunegaran memastikan Kirab Malam 1 Sura ditiadakan. Hanya rangkaian acara internal yang tetap berlangsung.

Bos Ternak Semut Rangrang Sidoharjo Sragen Ditangkap Aparat Polda Jateng

Abdi Dalem Bagian Pariwisata Pura Mangkunegaran Solo, Joko Pramudya, mengatakan peniadaan kirab lantaran dikhawatirkan tak bisa menerapkan protokol kesehatan.

Jamasan Pusaka dan Wilujengan

“Peringatan pergantian tahun baru Islam 1 Muharram 1442 H tanpa kirab pusaka. Kami sudah memasang sejumlah spanduk pemberitahuan peniadaan kirab pusaka. Jamasan hanya berlangsung internal mengingat kegiatan ini juga mengundang keramaian,” kata dia saat dihubungi Solopos.com, Senin (10/8/2020).

5 Jam Yang Mencekam! Saksi Mata Kisahkan Peristiwa Kericuhan di Mertodranan Solo

Joko khawatir jika kirab Malam 1 Sura tetap digelar di tengah pandemi Covid-19, acara tersebut memunculkan klaster baru di Solo. Saat acara internal seperti jamasan dan wilujengan, Pamedan Mangkunegaran juga akan ditutup untuk umum.

"Ya takutnya karena masih wabah ada klaster baru. Kalau ada Klaster Suro kan ya memalukan. Yang jelas kirab tidak dilakukan. Tapi acara internal tetap dilaksanakan tertutup tidak mengundang orang dari luar,” kata dia.

Kasus Positif Covid-19 Rambah Perkantoran, Pemkot Solo Terapkan WFH Lagi?

Di samping itu, ritual semedi yang umumnya dilakukan seusai kirab pusaka juga bakal ditiadakan. Namun, apabila masyarakat tetap melakukan ritual mengelilingi Pura Mangkunegaran karena telah menjadi keyakinan, hal itu tidak menjadi masalah. Namun hal itu di luar tanggung jawab Mangkunegaran.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom