Pemkot Solo Belum Punya Regulasi Larangan Jualan Daging Anjing, Tapi...

Pemkot Solo hingga kini belum memiliki aturan yang melarang jual beli daging anjing dan hanya fokus pada upaya mencegah penyakit menularnya.

 Ilustrasi penjualan anjing . (Dok. Solopos.com)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi penjualan anjing . (Dok. Solopos.com)

Solopos.com, SOLO — Pemerintah Kota (Pemkot) Solo mengakui belum menerbitkan regulasi yang berisi larangan jual-beli olahan daging anjing hingga akhir 2021. Namun, Pemkot terus memantau aktivitas tersebut sebagai upaya pengendalian penyakit hewan menular strategis dan zoonosis (PHMSZ) khususnya rabies.

Kepala Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (Distan KPP) Kota Solo, Aryo Widyandoko, mengatakan belum lama ini sejumlah petugas diterjunkan mengambil sampel daging dan tulang anjing yang dijual di sejumlah warung makan. Mereka mengecek apakah di dalamnya mengandung penyakit hewan menular.

“Kami memang belum menerbitkan regulasi, namun kami tetap memantau peredaran daging anjing di Solo. Kami mendatangi warung makan itu dan mengambil sampel, teknisnya petugas di lapangan yang tahu dan hasilnya tidak ditemukan penyakit hewan menular seperti rabies itu,” katanya Aryo saat dihubungi Solopos.com, Minggu (28/11/2021).

Baca Juga: Libur Akhir Tahun, Pengelola TSTJ Solo Pasrah Ikuti Aturan Pemerintah

Aryo menyebut selama pandemi Covid-19 berlangsung, pedagang mengaku pasokan daging anjing jauh berkurang dibanding sebelumnya. Mereka bahkan tak lagi menjagal atau menyembelih sendiri, namun dagingnya disuplai dari sejumlah daerah di Soloraya, seperti Sukoharjo dan Sragen.

Sudah Berlangsung Lama

“Daging anjing di sini kan penikmatnya kalangan tertentu, sehingga penjualnya ya itu-itu saja. Kalau saya rasa, daging sapi harganya lebih murah, mungkin mereka bakal beralih makan daging sapi,” beber Aryo.

Tapi, Aryo melanjukan memang sulit menerapkan larangan penjualan dan peredaran daging anjing di Solo karena hal itu sudah berlangsung lama. Karena belum memiliki aturan yang melarang jual beli daging tersebut, Pemkot lebih ke monitoring pencegahan zoonosisnya.

Baca Juga: Waduh! Banyak Anjing di Soloraya Ditelantarkan dan Dibuang, ke Mana Ya?

Distan KPP masih menunggu instruksi Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, terknait tindak lanjut regulasi larangan penjualan daging anjing. Sebagai informasi, Solo mendapat sorotan dari sejumlah komunitas, salah satunya Koalisi Dog Meat Free Indonesia (DMFI).

Solo dinilai merupakan salah satu daerah yang paling sulit dimintai komitmen untuk memberantas praktik jual beli daging anjing di Soloraya. DMFI mengaku sudah melayangkan permohonan untuk beraudiensi dengan Wali Kota Solo Gibran sejak awal tahun namun hingga kini belum ada respons.

Berita Terkait

Berita Terkini

8 Keluarga di Klaten Ini Dikepung Sungai dan Jalan Tol Solo-Jogja

Sekitar 14 jiwa di Dukuh Pasekan, Desa Ngabeyan, Kecamatan Karanganom, Klaten, tinggal pada satu kompleks yang dikepung sungai dan jalan tol Solo-Jogja.

Sepekan 9.069 Wong Sukoharjo Disuntik Vaksin Booster

Vaksinasi booster di Sukoharjo dicanangkan saat kunjungan kerja Ketua DPR RI, Puan Maharani, di Griya Sejahtera, Desa Cemani, Kecamatan Grogol, pada 19 Januari 2022.

Untung Maksimal, Porang Jadi Primadona Petani Jatisari Wonogiri

Penanaman dan perawatan porang mudah, tetapi petani bisa memperoleh keuntungan usaha yang besar.

BLK Boyolali Buka 6 Program Pelatihan Kerja Gratis, Buruan Daftar Lur

Walaupun lokasi pelatihan berada di BLK Boyolali, namun peserta yang ingin mendaftar diperbolehkan dari luar Boyolali.

Anak Disabilitas Korban Pemerkosaan di Tanon Sragen Dipindahkan ke Solo

Anak disabilitas di bawah umur asal Tanon, Sragen, korban pemerkosaan bersama keluarganya dipindahkan ke Balai Besar Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Fisik Prof. Dr. Soeharso Solo.

Kasus Pencabulan Anak Disabilitas di Tanon Bukan yang Pertama di Sragen

Aliansi Peduli Perempuan Sukowati (APPS) pernah menangani empat kasus pencabulan dengan korbannya adalah anak disablitas (keterbelakangan mental) di Sragen.

5 Sampel Swab Satu Keluarga di Sukoharjo Dicek WGS

Keluarga tersebut tidak memiliki riwayat perjalanan ke luar kota, namun berdasarkan hasil swab PCR, CT value mereka kurang dari 30.

Tarif Manahan dan Sriwedari Diprotes, Gibran: Silakan Ajukan Keringanan

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka berjanji memberikan keringanan bagi yang mengajukan keberatan mengenai tarif sewa atau penggunaan fasilitas di Stadion Manahan dan Sriwedari.

Pembangunan Telaga Madirda Diduga Menyimpang, Kejari Turun Tangan

Kejari Karanganyar menyelidiki dugaan adanya penyimpangan dalam proyek pengembangan Telaga Madirda oleh BUMDes Berjo, Kecamatan Ngargoyoso.

Hujan Disertai Angin, 2 Bangunan Telaga Rindu Resto Lalung Roboh

Bangunan Telaga Rindu Resto di Kelurahan Lalung, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Karanganyar roboh diterjang hujan disertai angin.

Sukses Ubah Citra Kemukus, Bupati Siap Bongkar 2 Tempat Lokalisasi Lain

Bupati Sragen akan membongkar Pasar Nglangon dan Pasar Joko Tingkir untuk menghilangkan citra buruk sebagai tempat lokalisasi terselubung.

Polisi Sukoharjo Bekuk Penipu Berkedok Jual Minyak Goreng Murah

Penangkapan berawal dari laporan salah satu korban ke personel Satreskrim Polres Sukoharjo yang mengaku tertipu Rp58 juta lantaran termakan iming-iming memperoleh minyak goreng murah.

Petugas Sampah Kelurahan Solo Pakai Trik Ini demi Hindari Antre di TPA

Antrean kendaraan pengangkut sampah di TPA Putri Cempo, Mojosongo, Solo, terjadi hampir setiap pagi membuat petugas sampah kelurahan mencari cara menghindarinya.

Pemkab Karanganyar Usulkan Penambahan 600 PPPK Tahun Ini

Pemkab Karanganyar telah mengusulkan perekrutan 600 PPPK untuk formasi guru tahun ini ke Kemenpan RB.

Desa Jatisari Jadi Pusat Studi Porang di Wonogiri

Saat ini hampir setiap hari ada pihak yang menimba ilmu tentang perporangan di Desa Jatisari, Jatisrono, Wonogiri.