Pegawai Pemkot Solo resik-resik di Pasar Nongko, Minggu (8/4/2018). (Solopos-Nicolaus Irawan)

Solopos.com, SOLO -- Sampah plastik bekas makanan dan minuman serta dedaunan kering berserekan di lingkungan Pasar Nongko, Solo, Minggu (8/4/2018). Kondisi ini menyulut semangat puluhan anggota Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Perdagangan (Disdag), anggota Perlindungan Masyarakat (Linmas) Kota Solo bersama pedagang Pasar Nongko bekerja bakti membersihkan sampah tersebut.

Dengan berbekal sapu lidi, sabit, sekop, plastik sampah, mereka antusias membersihkannya. Sejak pukul 07.00 WIB, mereka berkumpul di kawasan Pasar Nongko. Kegiatan diawali dengan apel pagi dipimpin Kepala DLH Solo Sri Wardhani Poerbowidojo.

Mereka dibagi dalam beberapa tim dan disebar di area pasar. Sri Sudarti, pegawai DLH, misalnya mendapatkan bagian membersihkan area lantai basement. Dengan penuh semangat, ia membersihkan setiap sampah di sana.

“Pasar tradisional jangan sampai kalah dengan pasar modern. Apalagi bangunan pasarnya sudah bagus, sayang kalau tidak bersih,” katanya ketika dijumpai Solopos.com di sela-sela kerja bakti.

Menurutnya, bangunan pasar tradisional di Kota Bengawan saat ini sudah jauh berbeda. Kondisinya lebih baik dan bersih dibandingkan dulu. Namun, sayangnya masih banyak sampah yang berserakan di mana-mana, beberapa menumpuk di selokan. “Sampah plastik mendominasi,” kata dia.

Hal senada disampaikan petugas Linmas Kota Solo, Taufik Budi Romadon, dengan berbekal arit pemotong rerumputan yang mulai memenuhi taman depan pasar. Ia mengaku prihatin dengan banyaknya sampah plastik bekas makanan dan minuman yang berserakan di sekitar taman.

Hal ini menunjukkan kesadaran warga membuang sampah di tempat sampah masih rendah. “Sampah plastik di mana-mana. Padahal tempat sampah sudah memadai dan disebar di beberapa lokasi,” katanya.

Dia berharap melalui aksi bersih-bersih pasar mampu memupuk semangat pedagang dan pengunjung untuk ikut menjaga kebersihan pasar. Sebagai warga Solo, ia pun merasa bangga memiliki pasar tradisional yang direvitalisasi sehingga kondisi bangunannya baru dan diharapkan tak kalah dengan pasar modern.

Kepala Seksi (Kasi) Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup DLH Solo, Bani, mengatakan resik-resik pasar dilakukan serentak di lima pasar tradisional lain di Kota Bengawan. Kelima pasar tersebut adalah Pasar Rejosari, Pasar Nusukan, Pasar Jongke, Pasar Harjodaksino, dan Pasar Gading.

Resik-resik pasar digelar sebagai rangkaian kegiatan Gerakan Tiga Bulan Bersih Sampah (TBBS) dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional 2018. “TBBS dilaksanakan 21 Januari sampai 21 April nanti,” katanya.

Selain pasar tradisional, gerakan TBBS juga dilaksanakan di Car Free Day (CFD) Jl. Slamet Riyadi, tempat ibadah, serta sarana pemerintah dengan melibatkan seluruh warga Kota Bengawan. Kegiatan ini juga untuk mengejar penghargaan Adipura 2018.

Penilaian Adipura telah dilaksanakan sejak November lalu dan kini tinggal menghadapi penilaian akhir. “Tahapan penilaian Adipura dilakukan tiga tahap. Tahap pertama pada November 2017, lalu Februari kemarin dan tinggal penilaian akhir yang belum dilakukan,” katanya.

Pemerintah Kota (Pemkot) Solo berharap mampu kembali meraih penghargaan Adipura di tahun ini. Setelah sebelumnya di tahun lalu, Kota Solo meraih penghargaan Adipura untuk kategori kota besar bersama Cimahi, Jawa Barat, dan Yogyakarta.

 

Suharsih
Editor:
Suharsih

Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten