Pemkot Semarang Terima Bus Listrik dari PT Mobil Anak Bangsa

Pemerintah Kota Semarang baru saja menerima bus listrik buatan PT Mobil Anak Bangsa yang akan digunakan di berbagai kawasan.

 Bus listrik pesanan Pemkot Semarang karya PT Mobil Anak Bangsa diujicobakan di Balai Kota Semarang, Jumat (11/8/2022). (Solopos.com-Antara/I.C. Senjaya)

SOLOPOS.COM - Bus listrik pesanan Pemkot Semarang karya PT Mobil Anak Bangsa diujicobakan di Balai Kota Semarang, Jumat (11/8/2022). (Solopos.com-Antara/I.C. Senjaya)

Solopos.com, SEMARANG — Pemerintah Kota atau Pemkot Semarang, Jawa Tengah (Jateng), akan memperbanyak jumlah kendaraan atau mobil operasional yang menggunakan tenaga listrik. Hal itu disampaikan Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, saat menerima bus listrik buatan PT Mobil Anak Bangsa di Balai Kota Semarang, Jumat (12/8/2022).

“Sebagai tahap awal nanti kendaraan patroli Dinas Perhubungan [Dishub] akan menggunakan tenaga listrik,” kata Wali Kota Semarang.

PromosiNimo Highland, Wisata Hits di Bandung yang Mirip Santorini Yunani

Wali Kota Semarang yang karib disapa Hendi itu mengaku rencana untuk memperbanyak mobil atau kendaraan operasional yang menggunakan tenaga listrik merupakan upaya mengurangi emisi karbon dari kendaraan berbahan bakar fosil.

Dia menjelaskan komitmen Pemkot Semarang dalam mengurangi emisi, sekaligus menekan penggunaan kendaraan pribadi, sudah dilakukan. Salah satunya melalui kebijakan wajib menggunakan transportasi umum bagi ASN setiap hari Rabu.

Selain itu, Pemkot Semarang juga telah mengalokasikan anggaran untuk pengaadan bus listrik dan perangkat pengisi dayanya. “Anggaran Rp5,1 miliar, Rp4,5 miliar untuk pembelian bus, sisanya untuk charger-nya,” kata Wali Kota Semarang yang karib disapa Hendi itu.

Baca juga: Pemkot Semarang Raih Rekor Leprid Karena Ini

Hendi berharap bus listrik buatan PT Mobil Anak Bangsa yang baru saja didapat itu bisa digunakan di berbagai kawasan di Kota Semarang, termasuk daerah dengan kondisi jalan menanjak dan menurun.

“Nantinya akan dikelola Dishub, bisa melayani rute hingga daerah [Semarang] atas,” jelasnya.

Adapun wacana penggunaan bus listrik sebagai armada Bus Trans Semarang, menurutnya, akan disesuaikan dengan kemampuan anggaran. Bus listrik pesanan Pemkot Semarang itu memiliki panjang sekitar 12 meter dengan kapasitas 45 penumpang.

Baca juga: Inovasi Baterai Jadi Tantangan Utama Pengembangan Kendaraan Listrik

Bus tersebut memiliki kapasitas baterai 315 kwh dan mampu menempuh jarak hingga 250 km untuk sekali pengisian daya.

 

Sumber: Antara

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Berita Terkini

      Brutal, Pemandu Karaoke Sunan Kuning Semarang Dikeroyok Rekan Seprofesi

      Aksi pengeroyokan dilakukan tiga pemandu karaoke atau PK Sunan Kuning Semarang terhadap satu rekan seprofesinya.

      Ternyata, Warga Argomulyo Salatiga Kesulitan Air Bersih Sejak Agustus

      Sejumlah warga di Kelurahan Randuacir, Kota Salatiga, mengeluhkan sulitnya mendapatkan kebutuhan air bersih sejak Agustus 2022 atau saat musim kemarau.

      Beli Jenglot Pakai Uang Palsu di Banjarnegara, Kakek asal Purworejo Ditangkap

      Seorang kakek asal Purworejo berniat membeli jimat berbentuk jenglot di Banjarnegara dengan menggunakan uang palsu.

      Gubernur Ganjar Terbitkan SE, Kepala Daerah di Jateng Harus Gunakan Aspal Buton

      Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, menerbitkan SE yang meminta kepada kepala daerah di seluruh Jateng untuk menggunakan aspal Buton.

      Inspiratif, Pemuda Tuntang Semarang Bawa Kerajinan Eceng Gondok ke Pasar Eropa

      Kisah inspiratif datang dari pemuda asal Tuntang, Kabupaten Semarang, yang menyulap eceng gondok Rawa Pening menjadi kerajinan bernilai tinggi dan diminati pasar Eropa.

      Srintil Sang Primadona, Mahal dan Satu-Satunya di Dunia

      Srintil adalah nama tembakau khas dan satu-satunya di dunia yang berasal dari Temanggung yang harga per kilogramnya hampir setara dengan emas 24 karat.

      Sosok Moetiah Korban G30S/PKI Kebal Ditembak di Kuburan Massal Plumbon Semarang

      Cerita korban G30S/PKI, Moetiah, yang kebal saat ditembak dan dimasukkan hidup-hidup ke dalam kuburan massal di Plumbon, Semarang, Jawa Tengah.

      Bandara Ngloram Diminta Buka Penerbangan Komersial Lagi, Ini Kata Bupati Blora

      Bandara Ngloram di Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah (Jateng), diminta untuk kembali melayani penerbangan komersial.

      Cuaca Ekstrem Landa Jateng dalam 3 Hari ke Depan

      BMKG memprakirakan sejumlah wilayah di Jateng akan mengalami cuaca ekstrem yang berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi selama tiga hari ini.

      Kamp Plantungan Kendal: Dulu Penjara bagi Gerwani, Kini Pemandian Air Panas

      Pemandian air panas Tirta Assyifa di perbatasan Kabupaten Kendal dan Batang di Jawa Tengah menyimpan kepingan peristiwa tahun 1965, yakni terkait Kamp Plantungan.

      Jadi Tersangka Kasus Suap, Pengacara Semarang Ngaku Tak Kenal Hakim MA

      Pengacara Semarang, Yosep Parera, yang ditangkap KPK atas dugaan kasus suap pengurusan perkara di Mahkamah Agung (MA) mengaku tidak kenal dengan hakim agung.

      Kasus Pembunuhan PNS Semarang Belum Terungkap, 3 Saksi Minta Perlindungan LPSK

      LPSK mengungkap ada tiga saksi dalam kasus pembunuhan PNS Kota Semarang, Iwan Boedi, yang mengajukan permohonan perlindungan.

      Pengacara Semarang Tersangka Suap MA Beri Pernyataan Tertulis, Begini Isinya

      Pengacara asal Semarang, Yosep Parera, yang menjadi tersangka kasus dugaan suap hakim agung Mahkamah Agung (MA) memberikan pernyataan tertulis atas kasus yang tengah menjeratnya.

      Pandemi Melandai, Kunjungan Wisatawan Candi Borobudur Penuhi Target

      Jumlah wisatawan yang berkunjung ke Candi Borobudur pada tahun 2022 ini diklaim telah memenuhi target, yakni 1,2 juta orang.

      Kuburan Massal Terduga PKI di Grobogan, Lokasinya Ada di Hutan Gundih

      Kuburan massal yang dipercaya merupakan tempat pembantaian anggota PKI berada di Hutan Gundih, Kecamatan Geyer, Kabupaten Grobogan.