Panorama Kota Semarang. (Bisnis)

<p><strong>Bisnis.com, SEMARANG &mdash;</strong> Pemerintah Kota Semarang mengajukan empat proyek pembangunan kepada pemerintah pusat untuk dibiayai dari anggaran nasional.&nbsp;Keempat proyek tersebut adalah pembangunan revitalisasi kawasan Kota Lama, Perlintasan Kereta Api Madukoro-Anjasmoro, Bendung Karet Banjir Kanal Barat (BKB) dan jalan layang Bandara International Ahmad Yani Semarang.</p><p>Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan langkah tersebut dilakukan lantaran keempat proyek tersebut membutuhkan dana yang besar dan tidak cukup apabila mengandalkan APBD Kota Semarang. &ldquo;Ada empat usulan dan usulan itu sudah kami sampaikan salah satunya kepada Pak Basuki Hadimoeljono selaku Menteri PUPR saat berkunjung ke sini akhir pekan ini,&rdquo; ujarnya sebagaimana dikutip keterangan resminya oleh <em>Jaringan Informasi Bisnis Indonesia</em> (<em>JIBI</em>), Kamis (31/5/2018).</p><p>Menurut Hendi&mdash;sapaan akrab wali kota Semarang itu&mdash;untuk proses revitalisasi kawasan Kota Lama yang saat ini telah digelontor anggaran Rp 156,372 miliar oleh pemerintah pusat, dirasa belum mencukupi untuk menyelesaikan pembangunan seluruh kawasan. Kawasan bersejarah penuh cagar budaya tersebut ditargetkan menjadi salah satu daftar warisan budaya dunia (<em>world heritage</em>) pada 2020 mendatang.</p><p>&ldquo;Karena itu kami meminta Kementerian PUPR menambah anggaran agar revitalisasi Kota Lama bisa mencakup keseluruhan. Sekaligus minta bantuan untuk jalan layang bandara, perlintasan kereta api, dan bendungan karet," lanjutnya.</p><p>Dia yakin usulan tersebut akan menjadi pertimbangan utama bagi pemerintah pusat, terlebih dia mengklaim Menteri Basuki telah menjanjikan akan menambah anggaran pada tahun ini. Proses pembangunan Kota Lama sendiri saat ini sedang berjalan. Proses pengerjaan kini meliputi peningkatan jalan dan pedestrian, perabotan penghias di sisi jalan, perbaikan saluran drainase, kolam retensi, dan <em>landscape</em> di kawasan Kota Lama. Selain itu juga dilakukan pembangunan <em>ducting</em> atau penaataan sistem jaringan kabel utilitas di bawah tanah kurang lebih Rp50 miliar.</p><p>&ldquo;Kementerian PUPR akan memberikan penambahan dana untuk revitalisasi penataan kawasan Kota Lama sebesar Rp30 miliar,&rdquo; katanya. Dana tersebut akan digunakan pembangunan pertamanan di Kota Lama. Sesuai estimasi waktu yang ditentukan, ditargetkan revitalisasi Kota Lama bisa diselesaikan Desember 2018 mendatang.</p><p><em><strong><a href="http://semarang.solopos.com/">KLIK</a> dan <a href="https://www.facebook.com/SemarangPos">LIKE</a> di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya</strong></em></p>


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten