Pemkot Salatiga akan Pertahankan Tenaga Honorer

Wali Kota Salatiga, Yuliyanto, menyatakan akan mempertahankan tenaga harian lepas atau honorer di instansi pemerintahan atau Pemkot Salatiga.

 Ilustrasi tenaga honorer k2 (Dok/JIBI/Solopos)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi tenaga honorer k2 (Dok/JIBI/Solopos)

Solopos.com, SALATIGA — Pemerintah Kota (Pemkot) Salatiga, Jawa Tengah (Jateng) akan mempertahankan tenaga harian lepas atau tenaga honorer di instansi pemerintahannya. Kendati demikian, tenaga honorer itu diminta untuk meningkatkan kompetensi agar tetap prima saat memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Hal itu disampaikan Wali Kota Salatiga, Yuliyanto, menanggapi pernyataan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB), Tjahjo Kumolo, yang menyatakan status tenaga honorer akan selesai pada 2023. Dengan demikian, tidak ada lagi pegawai berstatus honorer di instansi pemerintah.

PromosiKetika Pemain Kendang Mengacau, Humor dan Dagelan ala Srimulat

Meski demikian, Yuliyanto menilai keberadaan tenaga honorer masih sangat dibutuhkan. Ia menyebut saat ini jumlah pegawai negeri sipil di lingkungan Pemkot Salatiga mencapai 3.318 orang. Sementara pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) mencapai 14 orang dan tenaga harian lepas atau honorer mencapai 876 orang.

Baca juga: Puluhan Tenaga Honorer Sragen Berbahagia, Honor dari Rp25.000 Menjadi Rp2,6 Juta Per Bulan

“Saya akan pertahankan tenaga kontrak, honorer dan THL karena mereka sudah lama bekerja di Pemkot Salatiga dan menjadi tulang punggung keluarga,” tegas Yuliyanto di rumah dinasnya, Rabu (19/1/2022).

Menurut Yuliyanto, keberadaan tenaga honorer cukup krusial untuk membantu unit-unit kerja yang ada. “THL sebagai supporting sangat berperan,” tegasnya.

Senada disampaikan Sekretaris Daerah Kota Salatiga, Wuri Pudjiastuti, yang mengaku sudah berkoordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terkait status tenaga harian lepas atau honorer itu.

“Kita pertahankan, tetap dipertahankan. Kita sudah ke Kemendagri mendiskusikan hal ini,” ujar Wuri.

Baca juga: Mahasiswa Fisikom UKSW Terbitkan Buku Sepak Terjang Organisasi Wanita Salatiga

Menurut Wuri, karena tetap dipertahankan maka keberadaan THL akan difasilitasi dalam anggaran. “Masuk di kegiatan, tetap dilibatkan nanti di anggaran,” jelasnya.

Sekadar informasi, Menteri PAN-RB, Tjahjo Kumolo, mengatakan penuntasan tenaga honorer di instansi pemerintah ditargetkan selesai tahun depan. Dia menyebut hal itu sesuai Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 49 Tahun 2019 tentang Manajemen PPPK.

“Terkait tenaga honorer, melalui PP diberikan kesempatan untuk diselesaikan sampai dengan tahun 2023,” ujar Tjahjo.

 

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Kenaikan TDL Pelanggan 3.000 VA Berpotensi Tambah Beban Industri

+ PLUS Kenaikan TDL Pelanggan 3.000 VA Berpotensi Tambah Beban Industri

Rencana pemerintah menaikkan tarif dasar listrik abagi pelanggan 3.000 volt ampere (VA) disesalkan pelaku industri yang tengah berjuang untuk bangkit setelah dihajar pandemi Covid-19.

Berita Terkini

Ini Kronologi Warga Tertembak Senjata Anggota Polisi di Semarang

Ketua RW 16, Kelurahan Tanjung Emas, Semarang Utara, Slamet Riyadi, 52 tahun, mengungkapkan kronologi tertembaknya Sobirin.

Diduga Ingin Kuasai Harta, Remaja Habisi Nyawa Kekasih

Korban FAW, 14, diduga dibunuh oleh kekasihnya sendiri, R, 17. Motif tindakan itu diduga niat jahat R yang ingin menguasai harta kekasihnya. 

Pengasuh Ponpes di Magelang Cabuli Santrinya Berkali-Kali

Seorang pengasuh pondok pesantren di Kabupaten Magelang mencabuli santriwatinya berkali-kali.

Seorang Penyandang Disabilitas Tenggelam di Sungai Tuntang Grobogan

Orang tenggelam di Sungai Tuntang, Kabupaten Grobogan kembali terjadi. Kali ini seorang penyandang disabilitas tenggelam, Kamis (19/5/2022).

Ini Cerita Anak Korban Tertembak Senjata Anggota Polisi di Semarang

Warga berinisial S tertembak senjata jenis airsoft gun yang dibawa Briptu RS di Semarang. Anak korban, Nurokhmah, 25 tahun bercerita mengenai kejadian tersebut.

Ini Senjata Anggota Polisi Yang Membuat Warga di Semarang Tertembak

Warga berinisial S tertembak saat hendak melerai keributan antara Briptu RS dengan kerabatnya di Semarang.

Bobol Sekolahan Hingga Kantor, Remaja di Banyumas Ini Ditangkap Polisi

Seorang remaja di Banyumas ditangkap polisi karena menjadi pelaku aksi pencurian di sejumlah sekolah dan kantor pemerintahan.

Polisi Ribut Dengan Kerabat, Seorang Warga di Semarang Tertembak

Keributan dipicu permasalahan keluarga antara anggota polisi Briptu RS dan kerabatnya SY, di Tambakrejo, Kelurahan Tanjung Mas, Kota Semarang.

Gurihnya Kuliner Soto Kudus, Pakai Daging Kerbau Bukan Ayam

Olahan kuliner berupa soto khas Kudus identik dengan kuah pekat dari kaldu daging kerbau yang disajikan dalam mangkuk kecil.

Desa Cawet Pemalang Simpan Keindahan Surgawi

Desa Cawet di pemalang, Jawa Tengah, memiliki potensi wisata alam yang memukau.

Di Mana Daerah Terdingin di Jawa Tengah?

Inilah daerah terdingin di Jawa Tengah yang sering turun hujan salju saat musim kemarau.

Check-in di Hotel, PSK di Semarang Dianiaya Tamu Pakai Muntu

Boy menganiaya PSK menggunakan muntu saat check-in di hotel untuk mengambil uang dan harta milik PSK tersebut.

Mobil Avanza Tabrak Karimun di Flyover Jatingaleh, Ini Kronologinya

Kecelakaan lalu lintas di Flyover Jatingaleh Semarang bermula ketika pengemudi Avanza diduga mengantuk atau kebingungan melaju dari arah Tanah Putih.

Jadi Percontohan, Desa di Semarang Ini Tanam Kedelai Varietas Unggul

Sebanyak 30 kilogram bibit kedelai yang terdiri dari varietas Sugentan dan Gamasugen diserahkan BRIN dalam kegiatan ini.

25 Orang Lolos Tes Potensi Calon Anggota Komisi Informasi Jateng

Sebanyak 25 orang dinyatakan lolos tes potensi calon anggota Komisi Informasi Provinsi Jawa Tengah (Jateng) Periode 2022-2026.

Kuliner Nasi Penggel, Jumeokbap Korea Ala Kebumen

Nasi Penggel adalah olahan kuliner khas Kebumen, Jawa Tengah yang bentuknya menyerupai nasi kepal Korea, Jumeokbap.