Beteng Vastenburg (dok)
Benteng Vastenburg (dok)

Solo (Solopos.com)--Kawasan Benteng Vastenburg dalam peraturan tentang rencana tata ruang dan wilayah (RTRW) dipastikan masih sebagai kawasan bisnis dan perdagangan. Kendati demikian, Pemkot tidak akan gegabah memberikan rekomendasi perpanjangan hak guna bangunan (HBG) di kawasan tersebut.

Baik Kepala Dinas Tata Ruang Kota (DTRK), Ahyani, maupun Sekretaris Daerah (Sekda) Solo, Budi Suharto, secara terpisah, Jumat (11/11/2011), dengan tegas mengatakan belum memberikan rekomendasi apapun terkait proses perpanjangan HGB yang diajukan lima pemegang hak, termasuk pemilik hak atas lahan di dalam tembok Benteng Vastenburg, Robby Sumampouw.

“Belum, kami belum memberikan rekomendasi apapun ke BPN (Badan Pertanahan Nasional-red),” kata Kepala DTRK, Ahyani, saat dihubungi Solopos.com.

Begitu pula yang dikatakan Sekda, Budi Suharto. Ditemui di Balaikota, Jumat, Budi mengatakan soal perpanjangan HGB kawasan Vastenburg, sampai saat ini pihaknya masih terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait termasuk BPN, Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Jateng, dan akademisi di bidang penataan ruang kota. Ditinjau dari Perda tentang RTRW, Budi mengakui kawasan itu memang masih sebagai kawasan bisnis dan perdagangan. Namun permasalahannya di tempat itu juga ada cagar budaya yang mesti dilestarikan.

“Perlu diingat, itu kan sebuah kawasan, yang tidak hanya meliputi wilayah di dalam tembok benteng tetapi juga bangunan di sekitarnya. Kami ingin ada referensi yang jelas. Kami tidak berani gegabah,” jelas Budi.

Kepala Kantor BPN Solo, Djupriyanto Agus Santoso, hingga berita ini disusun belum berhasil dihubungi. Namun sebagaimana pernah diungkapkannya, BPN masih menunggu rekomendasi dari Pemkot mengenai pengajuan perpanjangan HGB kawasan Benteng Vastenburg.

(shs)


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten