Pemkot Madiun Segera Beli Alat Pengambilan Plasma Konvalesen
Erlyn Tusara, 23, meremas bola karet sekitar satu jam untuk menyumbangkan plasma konvalesen pada alat di PMI Kota Solo, Jl. Kolonel Sutarto No. 58, Solo, Selasa (23/2/2021). (Wahyu Prakoso/Solopos)

Solopos.com, MADIUN -- Pemerintah Kota Madiun segera membeli alat untuk mengambil plasma konvalesen dari penyintas Covid-19. Terlebih saat ini sudah ada 1.201 pasien positif Covid-19 yang sudah sembuh dan siap melakukan plasma konvalesen.

Wali Kota Madiun, Maidi, mengatakan pemkot akan membeli alat pengambilan plasma konvalesen. Hal ini karena di wilayah Jawa Timur bagian barat belum ada daerah yang memiliki alat tersebut.

Plasma konvalesen ini sangat penting untuk kesembuhan pasien positif Covid-19. Sehingga nantinya akan bisa menekan angka kematian yang saat ini masih terus terjadi.

“Angka kematian kita masih terus ada. Sehari ada satu orang yang mati. Ini yang membuat saya prihatin,” kata dia.

Baca jugaMesin PCR RSUD Dolopo Bisa Uji 300 Spesimen/Hari

Data per Kamis (25/2/2021), ada penambahan kasus positif di Kota Madiun sebanyak 22 orang. Dengan demikian total kasus positif mencapai 1.426 orang dan 97 pasien meninggal dunia. Sedangkan untuk pasien sembuh hingga kini sudah mencapai 1.201 orang.

Dengan pasien yang sembuh sebanyak itu, kata Maidi, tentu plasma konvalesen mereka akan dibutuhkan bagi pasien positif baru dan butuh alat untuk itu. Sehingga penyembuhan pasien positif bisa cepat dilakukan.

“Alat pengambilan plasma konvalesen kita belikan. Jadi, kalau ada orang yang mau menyumbangkan plasma konvalesen bisa diwadahi,” ujar dia.

Baca jugaPPKM Mikro di Madiun Diperpanjang, PKL Dibatasi Berjualan Sampai Pukul 22.00 WIB

Kepala Pelayanan Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Kota Madiun, Dwi Santoso, mengatakan PMI Kota Madiun masih menunggu realisasi pencairan anggaran dari pemkot untuk membeli alat yang digunakan mengambil plasma konvalesen. Kebutuhan anggaran untuk membeli alat tersebut senilai Rp1 miliar dan sudah diajukan awal Febaruari 2021.

“Sudah kami ajukan anggarannya untuk pembelian alat tersebut, tetapi belum turun,” terang dia.

Baca jugaKuasa Hukum Ungkap Bocah 9 Tahun di Sragen Diperkosa Oknum Pesilat di Hadapan Orang Lain

Baca jugaAlhamdulillah, Petani Ponorogo Tahun Ini Dapat 117.000 Liter Pupuk Organik Cair



Berita Terkini Lainnya








Kolom