Kategori: Jatim

Pemkot Madiun Gandeng Pemilik Warung untuk Sosialisasikan Disiplin Protokol Kesehatan Covid-19


Solopos.com/Abdul Jalil

Solopos.com, MADIUN -- Pandemi Covid-19 masih mengancam kesehatan masyarakat. Kampanye disiplin protokol kesehatan digencarkan di tengah masyarakat guna mencegah persebaran virus tersebut, termasuk di Kota Madiun.

Pemerintah Kota Madiun tidak henti-hentinya melakukan kampanye disiplin protokol kesehatan. Berbagai elemen masyarakat digandeng untuk bersama-sama mengkampanyekan protokol kesehatan. Salah satunya yang digandeng adalah pemilik warung yang ada di Kota Madiun.

Sebanyak 600 pemilik warung secara bertahap diundang untuk diberikan arahan. Para pedagang ini diharapkan bisa ikut mensosialisasikan protokol kesehatan kepada pembeli.

Waspada! Kata Kepala BPPTKG, Erupsi Gunung Merapi Makin Dekat

Wali Kota Madiun Maidi mengatakan ratusan pemilik warung ini diberi pemahaman tentang protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Mereka diminta untuk ikut mensosialisasikan prokes kepada setiap warga yang datang membeli di warung.

“Pemilik warung itu kan dekat dengan masyarakat. Mereka setiap hari melayani pembeli. Dengan begini sosialisasi bisa langsung menyentuh masyarakat di tingkat paling bawah,” kata dia saat menyerahkan bantuan kepada pemilik warung dalam rangka memperingati HUT ke-49 Korpri di Rumah Dinas Wali Kota Madiun, Selasa (1/12/2020).

Wali Kota Madiun Maidi meminta kepada para pemilik warung untuk ikut mensosialisasikan protokol kesehatan Covid-19, Selasa (1/12/2020). (Istimewa/Pemkot Madiun)

Maidi menuturkan setiap orang pemilik warung ini diberikan paket kebutuhan yang berisi gula, kopi, dan teh. Masing-masing mendapatkan 6 kg gula, satu bungkus kopi 320 gram, dan dua bungkus teh.

Separuh Harga

Tetapi, dia meminta kepada pemilik warung ini hanya menarik separuh harga dari pembeli kurang mampu. Hal ini karena gula, kopi, dan teh tersebut merupakan bantuan dari pemerintah. Jika barangnya habis bisa melapor dan akan diberikan lagi.

“Jika satu cangkir kopi harganya Rp2.000. Untuk pembeli yang kurang mampu hanya membayar separuhnya saja, Rp1.000. Kalau satu warung melayani 10 pembeli dikalikan 600 warung, sudah ada 6.000 warga kurang mampu yang dapat minum kopi sekaligus mendapatkan sosialisasi prokes dalam sehari. Kalau pola-pola ini rutin berjalan, semua masyarakat bisa tersentuh sosialisasi. Masyarakat paling bawah kita libatkan untuk ikut menekan penularan Covid-19,” kata dia.

Menurutnya, cara ini dianggap cukup efektif mengingat warung merupakan tempat berkumpul warga. Maidi juga akan menerjunkan petugas untuk berkeliling memeriksa penerapan prokes tersebut.

Musim Hujan, Damkar Sukoharjo Banjir Permintaan Evakuasi Ular

Dia menegaskan penjual yang melayani juga akan dirapid. Ini untuk memastikan penjual juga harus sehat dan tidak terinidikasi terpapar Covid-19. “Sesuai instruksi presiden. Ekonomi tetap harus berjalan tetapi protokol kesehatan tidak boleh ditinggalkan. Pola-pola ini kita lakukan agar rem dan gas ini berjalan seimbang,” jelas Maidi.

Penyerahan bantuan paket kebutuhan bagi pemilik warung ini dibagi menjadi tiga tahap. Setiap kecamatan ada 200 pemilik warung yang mendapatkan bantuan. (ADV)

Share
Dipublikasikan oleh
Ahmad Baihaqi