Pemkot Madiun Gandeng Masyarakat Tangani Bencana Alam

Solopos.com, MADIUN -- Bencana alam bukan hanya menjadi permasalahan pemerintah saja. Tetapi, peristiwa bencana menjadi tanggung jawab bersama dari pemerintah maupun masyarakat.

Dengan bergandengan tangan untuk menangani permasalahan bencana alam tentu akan lebih mudah dan lebih ringan.

Kegotongroyongan dalam menangani bencana alam ini menjadi konsep penanganan maupun antisipasi terhadap bencana di Kota Madiun. Pemkot Madiun telah melibatkan masyarakat untuk secara bersama-sama turun tangan menangani permasalahan bencana yang menerjang.

Malang Dinilai Lebih Aman dari Corona, Rektor Universitas Brawijaya Minta Mahasiswa Tidak Pulang

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Madiun, Agus Hariono, mengatakan selama ini Pemkot Madiun menggandeng masyarakat untuk menangani bencana alam. Beberapa organisasi non-pemerintah seperti PMI, Tagana, Orari, RAPI, dan organisasi masyarakat lain juga ikut dilibatkan dalam penanganan bencana alam di Kota Madiun.

Dia menyampaikan permasalahan bencana alam bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah maupun sukarelawan saja. Melainkan itu menjadi tanggung jawab bersama-sama, baik pemerintah, sukarelawan, maupun masyarakat.

"Peran masyarakat dalam menangani bencana alam sangat penting. Masyarakat juga harus terlibat untuk menangani bencana alam," kata dia, Sabtu (14/3/2020).

Saat Dibawa ke Rumah Sakit, Istri Pasien Positif Corona Panas dan Sesak Nafas

Sementara itu, Kasi Pelayanan PMI Kota Madiun, Yulius Victoria, mengatakan selama ini PMI telah dilibatkan dalam penanganan bencana alam di Kota Madiun. Selain PMI, ada beberapa organisasi lain yang juga dilibatkan untuk menangani permasalahan bencana alam ini.

"Kami berkolaborasi dengan Pemkot Madiun. Yang mengoordinir BPBD Kota Madiun. Kalau ada bencana alam, BPBD yang akan menugaskan harus ke mana saja," jelas dia.

PMI Kota Madiun menyiagakan 30 personel yang siap on call saat dibutuhkan. Setiap kali ada bencana alam, dari PMI akan langsung menerjunkan petugas yang siap membantu dalam penanganan bencana.

Masing-masing organisasi memiliki perannya sendiri. Untuk PMI, memiliki peran evakuasi korban, memberikan tindakan medis bagi korban, pendirian selter, dapur umum, dan lainnya.

Pemkot Madiun Berencana Menjadikan Jl. Thamrin Satu Arah

"Jadi saat ada bencana alam, kan banyak yang datang. Itu punya tugas masing-masing. Kalau kami ya ada pelayanan kesehatan, evakuasi korban, hingga membersihkan rumah korban bencana," ujarnya.

PMI bersama Pemkot juga telah membentuk Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (Sibat) di masing-masing kelurahan. Sibat ini terdiri dari empat orang sukarelawan dari unsur masyarakat. Sibat ini menjadi ujung tombak dalam pelaksanaan penanganan bencana alam.

"Seluruh kelurahan di Kota Madiun sudah memiliki Sibat. Ini sangat penting karena mereka yang berada di wilayah itu, sehingga mengetahui kondisi alam dan daerahnya. Saat terjadi bencana alam bisa segera membantu para korban," jelas dia.

Anggota Sibat ini secara rutin juga diberi pelatihan oleh PMI maupun BPBD terkait penanganan bencana alam. Harapannya, para personel Sibat ini lebih mengetahui penanganan bencana alam. (ADV) 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho