Mobil Gerakan Disiplin Siswa (GDS) yang akan digunakan memantau dan mencari pelajar yang membolos, Senin (15/7/2019). (Madiunpos.com-Abdul Jalil)

Solopos.com, MADIUN – Para pelajar sekolah di Kota Madiun tampaknya harus berpikir berkali-kali untuk melakukan aksi bolos saat jam pelajaran. Mulai tahun ajaran baru ini, Pemkot Madiun mulai menerjunkan satu tim pemburu pelajar yang bolos sekolah pada jam pelajaran.

Tim pemburu pelajar bolos itu dinamakan tim Gerakan Disiplin Siswa (GDS). Setiap hari, tim GDS ini akan berkeliling di kota untuk memantau lokasi-lokasi yang diindikasikan kerap digunakan para pelajar bolos sekolah.

Wali Kota Madiun, Maidi, menuturkan tom GDS itu terdiri dari 12 orang yang merupakan gabungan dari pengawas, penilik, hingga Dinas Pendidikan di Kota Madiun. Tempat-tempat yang kerap digunakan untuk membolos para pelajar ini sudah diketahui.

Ada tujuh titik yang akan menjadi sasaran pemantauan yakni di Pasar Klegen Madiun atau Pasar Templek. Tim akan memantau lokasi-lokasi itu setiap hari.

"Saat ada siswa bolos yang tertangkap langsung kami razia. Kami beri pembinaan dan orang tuanya dipanggil," kata dia, Senin (15/7/2019).

Maidi menyebut siswa yang kedapatan membolos itu tidak hanya mendapatkan pembinaan saja, tetapi guru Bimbingan Konseling juga akan berkeliling ke rumah setiap siswa yang tertangkap membolos. Guru itu akan melakukan konseling dan hasilnya dikirim kepada wali kota.

Tim GDS ini tidak hanya memantau pelajar tingkat SD maupun SMP saja, tetapi pelajar SMA/SMK juga tak akan lepas dari pantauannya. Melalui tim pemantau ini, diharapkan tidak akan ada lagi anak-anak bermasalah dengan sekolah. Para pelajar bisa mengikuti pelajaran sampai lulus.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten