Pemkot Madiun Ancam Robohkan Tugu Pesilat Jika Terus Jadi Sumber Keributan
Wali Kota Madiun, Maidi, memutuskan untuk menggelar perayaan HUT Kota Madiun secara sederhana di tengah pandemi Covid-19. (Istimewa/Pemkot Madiun)

Solopos.com, MADIUN -- Wali Kota Madiun, Maidi, mengancam akan membongkar tugu pesilat jika keberadaannya menjadi penyebab keributan antarperguruan silat.

Pemkot Madiun akan mengganti tugu tersebut dengan tugu perguruan silat bersama. Maidi menyampaikan hal tersebut saat rapat koordinasi Forkopimda bersama Perguruan Pencak Silat se-Kota Madiun di GCIO Dinas Kominfo Madiun, Kamis (24/9/2020).

Maidi menyampaikan jika terjadi kericuhan yang bersumber dari tugu salah satu perguruan silat dalam satu kampung, seluruh tugu yang ada pada kampung tersebut akan ia bongkar semuanya.

Sempat Ngarep Dapat Nomor Urut 01, Tim Bajo Pilkada Solo: 02 Juga Oke, Artinya Victory

Pemkot Madiun selanjutnya akan mengganti dengan tugu bersama untuk semua pesilat yang menampilkan seluruh perguruan dalam Kota Madiun.

"Kalau tugu pesilat itu menjadi akar masalah, tugu tersebut akan kami bongkar. Ini dalam tahap kajian," jelasnya.

Maidi merasa perlu memberi penegasan seperti itu karena ingin memberikan keamanan dan kenyamanan kepada masyarakat. Terlebih setelah ada insiden bentrokan antarperguruan akhir pekan lalu.

Update Covid-19 Solo: Klaster Perkantoran Jebres Tambah 3 Kasus Lagi, Total 10 Orang Positif

Maidi berharap saat ada permasalahan termasuk jika itu terkait keberadaan tugu pesilat Madiun, seharusnya tidak langsung melakukan perang fisik yang berujung pada keributan.

Mendapat Teguran

Akibat peristiwa bentrokan antarkelompok pesilat pekan lalu, Maidi mengaku sampai mendapat teguran dari Gubernur Jatim dan Kapolda Jatim. Teguran itu terkait permasalahan bentrokan antarkelompok pesilat yang tidak pernah berubah.

"Selama ini kok begitu saja. Tidak ada perubahan. Permasalahannya itu saja. Padahal kota kita ini mulai maju," jelasnya.

Masih Pandemi, KPU Solo Pede Targetkan Partisipasi Pemilih Pilkada 2020 Sampai 77,5 Persen

Menurutnya, Kota Madiun yang menjadi pusat pendekar karena ada 14 padepokan perguruan silat, seharusnya bisa menjadi contoh bagi daerah lain. Jika ada tamu dari luar yang datang ke Madiun itu untuk mengagumi perguruan silatnya, bukan malah menyaksikan keributan.

Selain merobohkan tugu pesilat, Maidi juga mengancam akan memasukkan oknum pesilat yang melakukan kerusuhan di Kota Madiun ke Markas Yonif Para Raider 501. Para pesilat yang tertangkap tangan melakukan keonaran akan langsung ia kirim ke tempat tersebut.

“Di Sasana 501, para pendekar yang bikin keributan itu akan mendapat materi tentang kependekaran. Karena pendekar yang membuat onar itu tidak begitu matang pemahamannya,” katanya.

 



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom