Pemkot Jogja Klaim Wilayahnya Layak di PPKM Level 2, Ini Indikatornya

Kalau dilihat di PPKM level 2 cakupan vaksinasi mesti 60 persen, lansia 60 persen, Pemkot Joga klaim sudah diatas itu.

 Ilustrasi Vaksinasi Lansia. (Harian Jogja/Jumali)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi Vaksinasi Lansia. (Harian Jogja/Jumali)

Solopos.com, JOGJA — Pemerintah Kota Jogja menyebut wilayah setempat telah layak masuk ke dalam kategori PPKM level 2 seiring dengan diperpanjangnya PPKM di kawasan Jawa-Bali 14-20 September mendatang.

Sejumlah indikator berupa cakupan vaksinasi maupun target vaksinasi kepada warga lanjut usia (lansia) diklaim telah sesuai bahkan melebihi dari target yang ditentukan.

“Sebenarnya Kota Jogja kalau melihat dari ukuran dan indikator PPKM, itu sudah bisa masuk ke level 2. Karena kalau kita lihat di PPKM level 2 kan cakupan vaksinasi mesti 60 persen, lansia juga 60 persen. Kalau kita kan sudah diatas itu,” kata Wakil Walikota Jogja, Heroe Poerwadi, Selasa (14/9).

Baca juga: Pemkot Jogja Percepat Vaksinasi dan Evakuasi Pasien ke Isoter

Dalam Inmendagri 42/2021, Menteri Dalam Negeri menjelaskan penetapan level periode PPKM. Yakni berpedoman pada Indikator Penyesuaian Upaya Kesehatan Masyarakat dan Pembatasan Sosial dalam Penanggulangan Pandemi Covid-19. Dalam aturan itu, kategori level PPKM yang ditetapkan oleh Menteri Kesehatan ditambahkan pula dengan indikator capaian total vaksinasi dosis 1 dan vaksinasi dosis 1 untuk kelompok lansia.

Heroe menambahkan, sampai dengan 12 September sebanyak 66,20 persen warga setempat sudah tervaksin dan 118.021 atau 33,80 persen belum divaksin. Untuk itu upaya-upaya dalam menurunkan level PPKM dengan tambahan indikator itu akan terus dilakukan. Pihaknya dalam penanganan dan pengendalian pandemi Covid-19 tengah memaksimalkan cakupan vaksinasi bagi seluruh warga.

“Artinya kita harus melakukan upaya-upaya terutama terkait dengan berbagai macam pertumbuhan kasus, vaksinasi, dan lainnya. Oleh karena itu kita mengharapkan memang mempercepat dosis vaksinasi dengan minimal 80 persen dalam waktu dekat,” urainya.

Baca juga: Hore! Warga Margokaton Sleman Bersiap Jadi Milader

Anggota DPRD Kota Jogja, Ali Fahmi mengingatkan agar Pemkot Jogja tidak lengah meskipun beberapa waktu lalu PPKM telah turun menjadi level 3.

Pengawasan terhadap penegakan protokol kesehatan mestinya tetap dilakukan dengan optimal agar masyarakat tidak lengah dan pengendalian pandemi Covid-19 kian optimal.

“Yang terpenting kita jangan sampai lengah dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan dengan ketat,” kata Fahmi.

 

 


Berita Terkait

Berita Terkini

Kemiskinan Kulonprogo Tembus 18,1 Persen, DPRD Minta Ada Evaluasi

Tingginya angka kemiskinan di Kulonprogo menjadi sorotan DPRD setempat. Legislatif ingin ada Pemkab mengevaluasi program pengentasan kemiskinan.

Pemkot Jogja Ingin Seluruh Wisata di DIY Bolehkan Anak 12 Tahun Masuk

Pemerintah Kota atau Pemkot Jogja berharap seluruh tempat wisata di Yogyakarta diizinkan untuk memperbolehkan anak usia di bawah 12 tahun masuk ke kawasan wisatanya.

Ternyata... Gaji Debt Collector Pinjol Ilegal di Sleman Setara UMR

Debt collector salah satu kantor pinjol ilegal di ruko lantai 3, Jalan Prof Herman Yohanes, Depok, Sleman, DIY digaji sesuai UMR Yogyakarta.

Pemkot Jogja Tidak Lagi Gunakan Metode Swab untuk Tes Covid-19, Lalu?

Pemerintah Kota Jogja tidak akan lagi menggunakan metode swab dalam pengambilan sampel tes Covid-19.

Bertambah, Pasien Covid-19 Klaster Senam Sehat di Bantul Jadi 14 Orang

Jumlah pasien Covid-19 dari klaster senam di Mbelan, Sidomulyo, Bambanglipuro, Kabupaten Bantul terus bertambah hingga Kamis (14/10/2021), tercatat 14 orang.

Ini Daftar Wisata Terbaru di Yogyakarta yang Instagramable

Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki beragam destinasi wisata terbaru yang layak dikunjungi.

Wisata Pantai di Gunungkidul Kapan Buka?

Inilah penjelasan kenapa sampai saat ini objek wisata pantai di Gunungkidul tak kunjung dibuka.

Jual ke Penyedia Nikah Siri, Komplotan Pencuri Buku Nikah Diringkus

Aparat Polres Gunungkidul meringkus komplotan pencurian spesialis buku nikah dan akta nikah untuk dijual lagi ke penyedia jasa nikah siri dan kawin kontrak.

Tabrakan Pikap dan Scoopy Di Kulonprogo, Dua Orang Tewas di TKP

Dua orang meninggal dunia seketika di tempat kejadian perkara (TKP) kecelakaan antara pikap dan Scoopy di Kulonprogo.

Gempa 4,9 Magnitudo Goyang Yogyakarta, Warga Berhamburan Keluar Gedung

Gempa bumi berkekuatan 4,9 Magnitudo yang terjadi di Pacitan, Jawa Timur, turut dirasakan warga Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

7 Warga Positif Covid-19 dari Klaster Tilik Bantul Dipindahlan ke RSLKC

Warga yang terpapar Covid-19 dari klaster tilik di Srigading, Saden, Bantul mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Lapangan Khusus Covid (RSLKC) Bambanglipuro Bantul.

Gempa Kekuatan Magnitudo 4,9 Guncang Yogyakarta Siang Ini

Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) diguncang gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,9 di ke kedalaman 10 kilometer (km) dan pusat gempa di perairan selatan Jawa.

Antisipasi Gelombang Tiga, Dinkes Sleman Jemput Bola Vaksinasi Covid-19

Kepala Dinkes Kabupaten Sleman, Cahya Purnama, menyampaikan penurunan level PPKM berdampak pada pelonggaran aktivitas dan mobilitas masyarakat.

Siaga Banjir Lahar di Merapi, BPBD Sleman Andalkan 20 EWS

BPBD Sleman menyiagakan 20 unit early warning system (ews) di lereng Merapi dan Prambanan untuk mengantisipasi banjir lahar di Kali Gendol dan Kali Boyong.

Dapat Izin Menparekraf, GL Zoo Perbolehkan Anak di Bawah 12 Tahun Masuk

Pengelola kebun binatang Gembira Loka atau GL Zoo memperbolehkan anak usia di bawah 12 tahun untuk masuk ke dalam area wisatanya.