Pemkab Wonogiri Siapkan Bangsal Isolasi Hepatitis Akut

Pemerintah kabupaten (Pemkab) Wonogiri telah mengantisipasi munculnya penyakit hepatitis akut yang belum diketahui penyebabnya.

Luthfi Shobri Marzuqi - Solopos.com
Rabu, 18 Mei 2022 - 21:45 WIB

SOLOPOS.COM - Ilustrasi cangkok hati pada pasien hepatitis akut. (Freepik.com)

Solopos.com, WONOGIRI — Pemerintah kabupaten (Pemkab) Wonogiri telah mengantisipasi munculnya penyakit hepatitis akut yang belum diketahui penyebabnya. Fasilitas kesehatan dan tenaga kesehatan diminta meningkatkan kesiapsiagaan apabila terdapat kasus hepatitis akut yang ditemukan di Kabupaten Wonogiri.

Hal itu disampaikan Bupati Wonogiri, Joko Sutopo, saat ditemui Solopos.com selepas acara Talkshow Wedangan Mas Warmin, Selasa (17/5/2022). Jekek, sapaan akrabnya, mengatakan Pemkab Wonogiri telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Wonogiri dan rumah sakit umum daerah (RSUD) dr. Soediran Mangun Sumarso Wonogiri untuk mitagsi hepatitis akut.

“Begitu di Inggris ada pemberitaan soal penemuan kasus hepatitis akut, paginya kami langsung mengundang Dinkes untuk melakukan koordinasi. Lantaran definisinya belum dikeluarkan secara resmi oleh Dinkes, yang kami persiapkan adalah kesiapsiagaan faskes dan nakes,” kata Jekek.

Di sisi lain, Pemkab terus mengikuti perkembangan kasus dan update informasi tentang hepatitis akut. Jekek meminta para tenaga ahli kesehatan di Wonogiri mengikuti kebaruan ilmu melalui jurnal-jurnal Internasional. Sehingga kelak kebijakan yang diambil tidak akan salah langkah.

Pada fasilitas kesehatan, Bupati Wonogiri telah berkoordinasi RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso Wonogiri untuk menyiapkan ruang isolasi hepatits akut yang belum diketahui etiologinya.

Baca Juga: Waspada Hepatitis Akut, Sekolah di Wonogiri Belum Diizinkan Buka Kantin

Wakil Direktur RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso Wonogiri, Pitut Kristiyanta Nugraha, menyampaikan meski sejauh ini belum ada kasus hepatitis akut yang ditemukan di Wonogiri, RSUD telah melakukan mitigasi mengantisipasi apabila muncul kasus hepatitis akut.

“Di sini, kami sudah mempersiapkan [mitigasi hepatitis akut]. Langkah-langkah penanganan pun sudah kami buat standar operasional kerjanya,” kata Pitut saat ditemui Solopos.com, Rabu (18/5/2022) di ruangannya.

Apabila ada pasien yang diduga terkena hepatitis akut, RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso Wonogiri akan mengecek terlebih dahulu di IGD. Jika terindikasi hepatitis, masuk ruang triase untuk melakukan proses identifikasi pasien. Berikutnya, pasien diperiksa di laboratorium tambahan. Setelah itu, pasien masuk ke bangsal isolasi.

Baca Juga: Antisipasi Hepatitis Akut, Disdikbud Wonogiri Tekankan Prokes dan PHBS

“Di ruang isolasi, pasien diterapi oleh dokter penanggung jawab pelayanan. Dalam kasus ini, biasanya dokter anak,” imbuh dia.

Pitut menambahkan, penyakit hepatitis akut tersebut sampai saat ini belum diketahui penyebabnya. Sehingga masih disebut hepatitis akut unknown atau tidak diketahui penyebabnya.

“Intinya, RSUD selaku kepanjangan tangan dari pemerintah daerah, regulasi kesehatannya sudah kami siapkan mulai dari depan sampai belakang. Protokolnya sudah ada,” katanya.

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif