Pemkab Wonogiri Siapkan Bangsal Isolasi Hepatitis Akut

Pemerintah kabupaten (Pemkab) Wonogiri telah mengantisipasi munculnya penyakit hepatitis akut yang belum diketahui penyebabnya.

 Ilustrasi cangkok hati pada pasien hepatitis akut. (Freepik.com)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi cangkok hati pada pasien hepatitis akut. (Freepik.com)

Solopos.com, WONOGIRI — Pemerintah kabupaten (Pemkab) Wonogiri telah mengantisipasi munculnya penyakit hepatitis akut yang belum diketahui penyebabnya. Fasilitas kesehatan dan tenaga kesehatan diminta meningkatkan kesiapsiagaan apabila terdapat kasus hepatitis akut yang ditemukan di Kabupaten Wonogiri.

Hal itu disampaikan Bupati Wonogiri, Joko Sutopo, saat ditemui Solopos.com selepas acara Talkshow Wedangan Mas Warmin, Selasa (17/5/2022). Jekek, sapaan akrabnya, mengatakan Pemkab Wonogiri telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Wonogiri dan rumah sakit umum daerah (RSUD) dr. Soediran Mangun Sumarso Wonogiri untuk mitagsi hepatitis akut.

PromosiUMi Youthpreneur 2022 Bentuk Dukungan PIP Terhadap Wirausahawan Muda

“Begitu di Inggris ada pemberitaan soal penemuan kasus hepatitis akut, paginya kami langsung mengundang Dinkes untuk melakukan koordinasi. Lantaran definisinya belum dikeluarkan secara resmi oleh Dinkes, yang kami persiapkan adalah kesiapsiagaan faskes dan nakes,” kata Jekek.

Di sisi lain, Pemkab terus mengikuti perkembangan kasus dan update informasi tentang hepatitis akut. Jekek meminta para tenaga ahli kesehatan di Wonogiri mengikuti kebaruan ilmu melalui jurnal-jurnal Internasional. Sehingga kelak kebijakan yang diambil tidak akan salah langkah.

Pada fasilitas kesehatan, Bupati Wonogiri telah berkoordinasi RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso Wonogiri untuk menyiapkan ruang isolasi hepatits akut yang belum diketahui etiologinya.

Baca Juga: Waspada Hepatitis Akut, Sekolah di Wonogiri Belum Diizinkan Buka Kantin

Wakil Direktur RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso Wonogiri, Pitut Kristiyanta Nugraha, menyampaikan meski sejauh ini belum ada kasus hepatitis akut yang ditemukan di Wonogiri, RSUD telah melakukan mitigasi mengantisipasi apabila muncul kasus hepatitis akut.

“Di sini, kami sudah mempersiapkan [mitigasi hepatitis akut]. Langkah-langkah penanganan pun sudah kami buat standar operasional kerjanya,” kata Pitut saat ditemui Solopos.com, Rabu (18/5/2022) di ruangannya.

Apabila ada pasien yang diduga terkena hepatitis akut, RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso Wonogiri akan mengecek terlebih dahulu di IGD. Jika terindikasi hepatitis, masuk ruang triase untuk melakukan proses identifikasi pasien. Berikutnya, pasien diperiksa di laboratorium tambahan. Setelah itu, pasien masuk ke bangsal isolasi.

Baca Juga: Antisipasi Hepatitis Akut, Disdikbud Wonogiri Tekankan Prokes dan PHBS

“Di ruang isolasi, pasien diterapi oleh dokter penanggung jawab pelayanan. Dalam kasus ini, biasanya dokter anak,” imbuh dia.

Pitut menambahkan, penyakit hepatitis akut tersebut sampai saat ini belum diketahui penyebabnya. Sehingga masih disebut hepatitis akut unknown atau tidak diketahui penyebabnya.

“Intinya, RSUD selaku kepanjangan tangan dari pemerintah daerah, regulasi kesehatannya sudah kami siapkan mulai dari depan sampai belakang. Protokolnya sudah ada,” katanya.

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Dua Ahli Pernah Menjelaskan Ihwal Ganja Medis di Mahkamah Konstitusi

+ PLUS Dua Ahli Pernah Menjelaskan Ihwal Ganja Medis di Mahkamah Konstitusi

Dua orang ahli dari Korea Selatan dan Thailand pernah didatangkan ke Mahkamah Konstitusi untuk memberikan penjelasan tentang penggunaan ganja untuk kepentingan medis di dua negara itu.

Berita Terkini

Awas! Ini OPD Pemkot Solo Yang Rawan Pungli Menurut Anggota DPRD

Ketua Komisi I DPRD Solo Suharsono mengatakan kasus pungli oleh pegawai kontrak di Terminal Tirtonadi harus menjadi peringatan untuk Gibran dan jajaran Pemkot Solo.

Yuk, Nostalgia ke Pameran Foto Pesona Solo Tempoe Doeloe Monumen Pers

Pameran foto Pesona Solo Tempoe Doeloe, resmi dibuka di Monumen Pers Nasional, Solo, Kamis (30/6/2022).

162 Calhaj Wonogiri Mulai Menuju Embarkasi Donohudan Boyolali

Sebanyak 162 calon jemaah haji (calhaj) asal Kabupaten Wonogiri mulai menuju Embarkasi Haji Donohudan, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, Kamis (30/6/2022) sore.

Viral Video Mobil Hilang Kendali Meluncur ke Jurang, di Sini Lokasinya

Mobil yang sempat terjun ke jurang tersebut sudah diangkut pada Rabu malam sekitar pukul 20.00 WIB.

Terdengar 2 Ledakan, Dapur MTs Negeri Sumberlawang Hangus Terbakar

Dapur MTs Negeri 3 Sragen di Sumberlawang hangus terbakar pada Kamis (30/6/2022) sore. Kebakaran dicuga akibat elpiji bocor yang menimbulkan dua kali ledakan.

Suka Duka Pemungut Sampah Desa di Karanganyar, Segini Honornya

Parno, petugas pemungut sampah asal Tasikmadu, Karanganyar bekerja tanpa ada asuransi kesehatan dan honor pas-pasan.

Pertamina: Banyak Yang Salah Kaprah Soal MyPertamina Untuk BBM Subsidi

PT Pertamina Patra Niaga menjelaskan banyak masyarakat yang salah kaprah mengenai pendaftaran pengguna BBM subsidi melalui MyPertamina. Begini penjelasannya.

Di Klaten Masih Ditemukan Daerah Blank Spot Zonasi PPDB SMP, Di Mana?

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMP ditutup, Kamis (30/6/2022) siang. Sekolah masih melakukan proses verifikasi data sebelum hasil PPDB diumumkan, Rabu (6/7/2022).

Konsep CFS Wonogiri Berubah, Tempat Jualan dan Olahraga bakal Dipisah

Paguyuban pedagang dan Karang Taruna Giripurwo sepakat berkolaborasi menjadi pengelola car free sunday (CFS) Wonogiri. Nantinya, konsep CFS Wonogiri berubah.

Sempat Beda Pendapat, Pedagang-Pemuda Sepakat Kelola CFS Wonogiri

Paguyuban pedagang dan Karang Taruna Giripurwo sepakat berkolaborasi menjadi pengelola car free sunday (CFS) Wonogiri.

UNS Serahkan 11 Sistem Peringatan Dini Longsor ke BPBD Karanganyar

Fakultas MIPA UNS Solo menyerahkan aset early warning system (EWS) bencana longsor yang sudah terpasang di sejumlah lokasi kepada Pemkab Karanganyar.

Disnakkan Sragen Ragukan Data Kasus PMK, Ternyata Ini Penyebabnya

Disnakkan Sragen meragukan data soal jumlah kasus penyakit mulut dan kuku atau PMK yang mereka terima. Mereka meyakini kasus PMK yang ada di lapangan lebih tinggi daripada yang dilaporkan.

Antara Bus Bumel Biasa Saling Kejar-Kejaran, Ending-nya Tak Terduga

Sopir bus bumel trayek Solo-Wonogiri, Suparno alias Nano, 54, mengaku telah menjalani profesi sebagai sopir selama 27 tahun.

Pegawai Tirtonadi Solo Lakukan Pungli, Legislator: Warning Buat Gibran!

Ketua Komisi I DPRD Solo Suharsono mengatakan kasus pungli oleh pegawai kontrak di Terminal Tirtonadi harus menjadi peringatan untuk Gibran dan jajaran Pemkot Solo.

Manfaatkan Jaringan TKW, UMKM Jamur Krispi Sragen Tembus Hong Kong

Mantan tenaga kerja wanita (TKW) asal Sragen, Anik Purwanti, berhasil menjalani bisnis jamur krispi. Kini pasarnya tembus sampai Hong Kong dengan memanfaatkan jaringan para TKW di sana.