Pemkab Wonogiri Berniat Hentikan PTM Terbatas, Lo... Kenapa?

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonogiri berniat menghentikan pembelajaran tatap muka terbatas (PTMT).

 Siswa kelas VI SDN 2 Nambangan, Desa Nambangan, Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri, mengikuti PTM di sekolah mereka, Rabu (26/1/2022). (Solopos.com/Rudi Hartono)

SOLOPOS.COM - Siswa kelas VI SDN 2 Nambangan, Desa Nambangan, Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri, mengikuti PTM di sekolah mereka, Rabu (26/1/2022). (Solopos.com/Rudi Hartono)

Solopos.com, WONOGIRI — Pemerintah Kabupaten atau Pemkab Wonogiri berniat menghentikan pembelajaran tatap muka terbatas (PTMT).

Selanjutnya, Pemkab ingin menambah jam pelajaran di sekolah seperti saat sebelum pandemi Covid-19. Selain itu, durasi jam pelajaran pun akan ditingkatkan dari 40 menit menjadi 45 menit.

PromosiHari Keluarga Nasional: Kudu Tepat, Ortu Jangan Pelit Gadget ke Anak!

Saat ini, siswa hanya menerima empat jam pelajaran dalam sehari dengan durasi satu jam pelajaran 40 menit. Sayangnya, Pemkab Wonogiri belum dapat memastikan kapan kebijakan itu dapat dimulai.

Pada satu kesempatan, Bupati Wonogiri, Joko Sutopo, mengatakan Pemkab Wonogiri ingin menyudahi PTMT. Bupati beralasan siswa mengalami learning loss atau penurunan pengetahuan dan keterampilan secara akademis selama dua tahun pandemi Covid-19.

Namun, kebijakan itu terbentur regulasi pemerintah pusat maupun provinsi.

Baca Juga : Ingat! Pemkab Wonogiri Masih Wajibkan Warganya Pakai Masker Lo

“Tetapi sekali lagi, keinginan kami harus mengacu pada aturan. Saat nanti aturan sudah membolehkan pembelajaran tatap muka secara umum. Jam pelajaran boleh ditingkatkan. Kami akan mengikuti aturan itu,” kata Bupati yang akrab disapa Jekek itu saat ditemui wartawan selepas memimpin upacara HUT ke-281 Kabupaten Wonogiri di objek wisata Waduk Gajah Mungkur pada Kamis (19/5/2022).

Pihaknya juga terus memantau perkembangan pengetahuan dan kebaruan perihal wabah Covid-19. Termasuk, salah satunya mendengar dan mengikuti saran dari para epidemiolog.

Instruksi Bupati

Bupati Jekek menyampaikan enggan gegabah dan mengambil keputusan bersifat spekulatif menyangkut Covid-19. Terlebih, sampai menimbulkan kegaduhan atau pro-kontra di masyarakat.

“Jadi [untuk] masalah pendidikan, kami sudah melakukan fungsi-fungsi koordinasi. Hasil koordinasi akan menjadi acuan untuk mengambil kebijakan. Tetapi sejauh ini belum ada perubahan,” tutur pria 38 tahun itu.

Baca Juga : SKB 4 Menteri Keluar, Orangtua Bisa Memilih Anak Sekolah PTM atau PJJ

Dikonfirmasi secara terpisah, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Wonogiri, Yuli Bangun Nursanti, menuturkan durasi PTM 100 persen di Wonogiri masih empat jam pelajaran.

Pihaknya belum menetapkan durasi penuh PTM seperti sebelum pandemi Covid-19. Selain itu, sekolah belum diizinkan untuk membuka kantin di sekolah.

Menurutnya, satuan pendidikan di Wonogiri masih menerapkan sistem pembelajaran di sekolah sesuai Surat Edaran (SE) Diskdikbud No.420/2022.

Siswa masih menerima empat jam pelajaran dalam sehari dan masuk enam kali dalam sepekan. PTM dilaksanakan 100 persen dengan kuota siswa sesuai kapasitas kelas. Kemudian, PTM harus berjalan dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes) Covid-19.

Baca Juga : Ekstrakurikuler dan Kantin Sekolah Kini Boleh Buka, Ini Syaratnya

“Kantin di sekolah belum diizinkan buka. Kebijakan itu belum berubah. Disdikbud belum berencana mengubah. Kebijakan yang dibuat tetap berdasarkan Instruksi Bupati [Inbup] Wonogiri. Jadi kami menunggu Inbup,” kata Bangun saat dihubungi Solopos.com melalui telepon WhatsApp, Senin (16/5/2022) sore.

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Berita Terkini

Nama 8 Siswa di Sragen Tiba-Tiba Menghilang, Sekolah Lapor ke Provinsi

Nama delapan calon siswa SMAN 1 Gondang Sragen mendadak hilang dari daftar PPDB 2022 sekolah tersebut. Diduga ada orang yang membatalkan pendaftaran delapan siswa tersebut.

Tragis! Anak Semata Wayang Korban Pantai Drini Sebentar Lagi Menikah

Putra semata wayang wisatawan asal Grogol, Sukoharjo, yang menjadi korban terseret ombak di Pantai Drini, Gunungkidul, berencana menikah akhir bulan ini.

Ssstt...Bakal Ada Universitas Baru Lagi di Karanganyar Lur

Kabupaten Karanganyar akan kedatangan universitas baru. Pemkab tengah menyiapkan lahan 10 hektare untuk pembangunan gedung universitas negeri tersebut.

Boyolali jadi Daerah Wabah, Berapa Total Ternak Suspek PMK?

Kabupaten Boyolali ditetapkan menjadi daerah wabah penyakit mulut dan kuku atau PMK. Total ternak suspek PMK di Boyolali saat ini sekitar 4.642.

Ada 2 Event Internasional Di Solo, 796 Personel Keamanan Dikerahkan

Polresta Solo siap menerjunkan ratusan personel gabungan untuk mengamankan dua event internasional yakni pertemuan G20 dan ASEAN Paragames, Juli ini.

Ternyata Tak Boleh Beri Nama Anak Cuma Satu Kata, Ini Kata Disdukcapil

Disdukcapil Karanganyar meminta warga untuk tidak memberi nama anak mereka dengan hanya satu kata. Ada aturan yang melarang memberi anak dengan hanya satu kata.

Jadi Daerah Wabah PMK, Boyolali Perpanjang Penutupan Pasar Hewan

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali memutuskan untuk memperpanjang penutupan seluruh pasar hewan. Menyusul adanya penetapan Boyolali sebagai Daerah Wabah PMK.

Gibran Soal Pelecehan Seksual Personel JKT 48: Protesnya Ke Saya Semua!

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka mengaku mendapat protes dari banyak pihak soal kasus pelecehan seksual yang dialami personel JKT48 saat konser di The Park Mall Solo Baru, Sukoharjo.

Pemkab Karanganyar Bagi-Bagi 20 Domba Kurban, Siapa yang Dapat?

Pemkab Karanganyar kembali akan membagi-bagi hewan kurban ke sejumlah daerah dan lembaga. Hewan kurban yang dibagi-bagi berupa domba.

Warga Grogol Terseret Ombak Pantai Drini, Ternyata Kakak Beradik

Dua wisatawan asal Kecamatan Grogol, Sukoharjo yang terseret ombak di Pantai Drini merupakan kakak beradik.

Kisah Misteri Suara Kijang di Gupak Menjangan Gunung Lawu

Kisah misteri kali ini tentang penampakan kijang di Gupak Menjangan Gunung Lawu.

Waspada! Boyolali Ditetapkan jadi Daerah Wabah PMK

Kabupaten Boyolali ditetapkan menjadi daerah wabah penyakit mulut dan kuku atau PMK. Hasil tersebut sesuai dengan Keputusan Menteri (Kepmen) Pertanian Nomor 500.1/KPTS/PK.300/M/06/2022 tentang Penetapan Daerah Wabah Wabah PMK (foot and mouth disease).

PPDB SMA/SMK Jateng Belum Diumumkan, Begini Cara Cek Hasil Sementara

Hasil seleksi PPDB SMA/SMK negeri di Jateng tahun ajaran 2022/2023 akan diumumkan pada Senin (4/7/2022) paling lambat pukul 23.55 WIB.

Selamat! SSB New Tugu Muda Semarang Jawara Kapolres Sukoharjo Cup 3

Sekolah Sepak Bola (SSB) New Tugu Muda Semarang  menyabet Juara 1 dalam turnamen sepak bola Kapolres Sukoharjo Cup 3, yang digelar di Stadion Gelora Merdeka Jombor, Bendosari, Sukoharjo, Minggu (3/7/2022).

Misinformasi, Gibran Sebut Bupati Karanganyar Tak Setuju BST

Disebut tak izinkan Batik Solo Trans (BST) masuk karanganyar, Bupati Karanganyar, Juliyatmono, menduga Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, menerima informasi yang salah.