Pemkab Tanggung Biaya Tes DNA Bayi yang Lahir dari Bocah SMP di Sragen

Pemkab Sragen akan membiayai tes DNA bayi yang lahir dari rahim bocah SMP di Kecamatan Jenar, Sragen. Tes DNA ini untuk mengetahui siapa ayah dari si bayi laki-laki itu.

 Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati. (Istimewa/Diskominfo Sragen)

SOLOPOS.COM - Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati. (Istimewa/Diskominfo Sragen)

Solopos.com, SRAGEN — Pemkab Sragen memastikan akan menanggung biaya tes DNA bayi laki-laki yang dilahirkan bocah SMP asal Kecamatan Jenar, Sragen.

Kepastian ini diperoleh setelah aparat Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Sragen berkoordinasi dengan Dinas Pengendalian Pendudukan, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Sragen.

PromosiHari Keluarga Nasional: Kudu Tepat, Ortu Jangan Pelit Gadget ke Anak!

Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati, sudah mendapat laporan tentang kasus di Kecamatan Jenar itu dari DP2KBPA Sragen. Yuni, sapaan akrabnya, menerangkan katanya ada tiga orang yang tertuduh.

“Kami mau tes DNA terhadap korban yang para yang tertuduh ini untuk mengetahui bapaknya yang mana. Tes DNA itu memang mahal, tetapi tetap diupayakan. Saya heran kok ada kasus seperti itu?” ujar Bupati saat ditemui Solopos.com di sela-sela kunjungan ke RSUD Sukowati Tangen, Sragen, Selasa siang.

Baca Juga: Kakek Bocah SMP Yang Melahirkan Siap Biayai Tes DNA, Segini Biayanya

Seperti diketahui, bocah SMP yang masih berusia 13 tahun tersebut diduga jadi korban pencabulan hingga hamil dan melahirkan sepekan lalu. Beruntung, bayi berjenis kelamin laki-laki itu lahir dalam kondisi normal.

Tetangga yang ikut mendampingi keluarga korban melapor ke polisi, Y, menerangkan berdasarkan pengakuan korban, pelakunya diduga paman sendiri. Namun, pengakuan itu dibantah paman korban. Ia pun menyatakan siap bila harus dilakukan tes DNA.

Kasus ini sudah menjadi perhatian warga setempat. Mereka mendukung agar kasus tersebut segera diusut tuntas agar ada kejelasan.

“Kalau dari kecurigaan warga ada tertuduh lainnya yang dekat dengan korban. Anaknya ini tertutup sejak adanya kasus itu,” kata Y kepada Solopos.com, Selasa (14/6/2022).

Baca Juga: Warga Tak Sabar Pada Penyelidikan Kasus Bocah SMP Melahirkan di Sragen

“Dulu riang dan terbuka saat masih sering bermain bersama anak saya. Sejak bapaknya meninggal, anak itu ikut kakeknya di desa sebelah. Anak itu baru ikut ibu dan bapak tirinya di sini antara 2-3 tahun terakhir,” sambung dia.

Tes DNA

Kepala DP2KBP3A Sragen, dr. Udayanti Proborini, mengaku awalnya mendapat laporan dari Camat Jenar terkait kasus tersebut. Informasi yang sama ia dapat dari Polsek Jenar. Saat itu, korban diprediksi melahirkan  pada Agustus 2022. Namun korban melahirkan sepekan lalu.

“Dugaan korban masih kukuh [pelakunya] satu orang yang masih pamannya itu. Saat itu memang tidak ada saksi yang menguatkan kalau pamannya pelakunya. Terduga sendiri juga kukuh tidak mengakui dan siap bila dilakukan tes DNA. Dari sini, saya kira akan dikembangkan polisi,” ujar Udayanti didampingi anggota staf Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Diah Nursari.

Baca Juga: Ini Kasus Kekerasan Seksual Anak di Sragen yang Belum Jelas Nasibnya

Udayanti menerangkan pihaknya akan berkoordinasi dengan Pemprov Jawa Tengah untuk proses tes DNA ini karena pelaksanaan tes DNA itu kemungkinan ada di Semarang. Dia mengatakan RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen belum ada fasilitas untuk tes DNA.

“Tadi Unit PPA Polres Sragen sudah berkoordinasi dengan DP2KBP3A. Kami bergerak ke provinsi dulu untuk tes DNA. Selanjutnya kami akan melakukan pendampingan terhadap korban. Yang jelas tes DNA itu dibiayai pemerintah. Biaya tes DNA itu kurang dari Rp20 juta, tergantung metode yang digunakan,” ujarnya.

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Lekukan Garis Pantai Jawa Tengah Hasil Pertemuan Sesar Mendatar

+ PLUS Lekukan Garis Pantai Jawa Tengah Hasil Pertemuan Sesar Mendatar

Garis Pantai Utara dan Selatan Jawa Tengah menyempit masuk lebih ke dalam membentuk lekukan (indentasi) dibandingkan dengan garis Pantai Utara dan Selatan Jawa Barat dan Jawa Timur diduga merupakan hasil pertemuan sepasang sesar mendatar besar yang saling berlawanan arah.

Berita Terkini

Prakiraan Cuaca Sragen Hari Ini: Tanpa Potensi Hujan

Prakiraan cuaca di Sagen hari ini, Jumat (1/7/2022) akan sama seperti kemarin. Cuaca berawan mendominasi tanpa ada potensi turun hujan.

Prakiraan Cuaca Karanganyar Hari Ini: Lebih Bersahabat

Cuaca cerah berawan akan menemani Anda, warga di Karanganyar, mengawali  Jumat (1/7/2022) pagi ini. Tak perlu khawatir akan turun hujan karena prakiraan cuaca Karanganyar hari ini akan didominasi berawan.

Hari Ini Cerah Berawan, Cek Prakiraan Cuaca Sukoharjo Jumat 1 Juli 2022

Berikut ini prakiraan cuaca wilayah Sukoharjo hari Jumat (1/7/2022) yang tersaji secara lengkap.

Prakiraan Cuaca Solo 1 Juli: Cerah Berawan, Waspada Angin Dari Timur

Cuaca Kota Solo hari ini, Jumat (1/7/2022), berdasarkan prakiraan BMKG Solo akan berawan dan cerah berawan.

Prakiraan Cuaca Boyolali Hari Ini 1 Juli 2022: Cerah Berawan Ada Hujan

Simak prakiraan cuaca wilayah Boyolali hari Jumat (1/7/2022) dalam artikel ini.

Prakiraan Cuaca Wonogiri Hari Jumat Ini: Cerah Berawan Pagi

Prakiraan cuaca Wonogiri hari ini Jumat 1 Juli 2022 tersaji dalam artikel ini secara lengkap.

Prakiraan Cuaca Klaten Hari Jumat Ini: Berawan Pagi-Malam

Prakiraan cuaca Klaten hari ini Jumat 1 Juli 2022 tersaji dalam artikel ini secara lengkap.

Pedagang Tak Tahu Pasar Jongke-Kabangan Digabung, Ini Kata Disdag Solo

Dinas Perdagangan Kota Solo belum melakukan sosialisasi secara menyeluruh mengenai rencana penggabungan Pasar Jongke-Kabangan.

Penuhi Kebutuhan PLTSa Putri Cempo, DLH Solo Siap Impor Sampah 10 Tahun

DLH Solo saat ini tengah berdiskusi dengan pemerintah daerah sekitar mengenai rencana impor sampah untuk memenuhi kebutuhan PLTSa Putri Cempo yang akan beroperasi Desember 2022.

Mobil Meluncur ke Jurang di Boyolali Sempat Terbang dan Tabrak Pohon

Video tentang mobil berwarna merah yang hilang kendali di sebuah jalan turunan hingga akhirnya terjun ke jurang viral di media sosial.

Heboh, Gubernur Ganjar Diserbu Emak-Emak Saat Kunjungi Sukoharjo 

Gubernur Ganjar datang ke Sukoharjo untuk memantau pelaksanaan vaksinasi PMK pada hewan ternak.

Ada Kecamatan Tak Punya SMA Negeri Di Solo, Ombudsman Bilang Begini

Ombudsman RI menyoroti tidak adanya SMA negeri di Pasar Kliwon saat kunjungan ke Kota Solo, meminta Pemprov Jateng segera mencari solusi.

Bawang Merah Langka, Pengepul Luar Kota Datangi Petani di Selo Boyolali

Kelangkaan bawang merah terjadi karena para petani bawang merah mengalami gagal panen.

Polemik Holywings, Apa Pengaruhnya ke Pembangunan Holywings Solo Baru?

Holywings Solo Baru dibangun oleh PT Alpha Solo Berjaya yang menyewa lahan seluas 1.500 meter persegi di sisi timur The Park Mall Solo Baru.

Uji Coba PLTSa Putri Cempo Solo: Jenis Sampah Ini Tidak Bisa Diolah

Sampah basah sehabis hujan sempat menjadi kendala saat uji coba PLTSa di TPA Putri Cempo, Mojosongo, Solo, yang dimulai Selasa (28/6/2022).

3 Penganiaya Nasabah Bank Plecit Wonogiri Divonis 5 Bulan Penjara

Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Wonogiri memvonis lima bulan penjara kepada tiga terdakwa kasus penganiayaan kepada nasabah bank plecit di Kabupaten Wonogiri, Kamis (30/6/2022).