Ilustrasi Rumah Sakit (Solopos/Whisnupaksa)

Solopos.com, SUKOHARJO -- Rumah sakit dan apotek di kawasan utara Sukoharjo, khususnya Kartasura dan Grogol, dinilai sudah overload atau terlalu banyak. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) https://soloraya.solopos.com/read/20190520/490/993250/warga-sukoharjo-di-4-kecamatan-ini-sulit-dapat-air-bersih-saat-kemarau" title="Warga Sukoharjo di 4 Kecamatan Ini Sulit Dapat Air Bersih saat Kemarau">Sukoharjo akan memberlakukan moratorium perizinan pendirian rumah sakit dan apotek baru di dua kecamatan itu.

Selanjutnya, Pemkab mengarahkan pendirian apotek tersebut ke wilayah Sukoharjo bagian selatan yang selama ini masih minim fasilitas kesehatan (faskes). Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sukoharjo Yunia Wahdiyati mengatakan saat ini tengah menyiapkan penataan faskes di Kabupaten Sukoharjo.

Penataan faskes dinilai penting sebagai salah satu upaya pemerataan layanan kesehatan bagi warga Sukoharjo. "Selama ini faskes terpusat di wilayah Sukoharjo bagian utara dan Sukoharjo kota sehingga perlu penataan agar layanan kesehatan itu merata," kata dia, Minggu (19/5/2019).

Contoh kasus, Yunia menyebutkan kondisi faskes di wilayah Kartasura dan Grogol yang sudah overload. Banyak apotek di kedua kecamatan tersebut. Setidaknya ada 50-an apotek yang tersebar di masing-masing kecamatan itu.

Bahkan di Kecamatan Grogol terdapat dua rumah sakit swasta dalam satu kawasan yakni RS Indriati dan RS dr. Oen Solo Baru. Kondisi ini berbeda dengan wilayah https://soloraya.solopos.com/read/20190518/490/992873/tim-sapu-lubang-dikerahkan-jamin-jalan-di-sukoharjo-mulus-sebelum-lebaran" title="Tim Sapu Lubang Dikerahkan, Jamin Jalan di Sukoharjo Mulus Sebelum Lebaran">Sukoharjo bagian selatan, seperti Weru, Tawangsari, Nguter, dan Bulu.

Wilayah tersebut masih minim faskes baik primer maupun sekunder. Faskes primer misalnya rumah sakit, dan puskesmas. Sementara faskes sekunder seperti apotek dan lain sebagainya.

"Ke depan kami ingin menata agar faskes tidak menumpuk di satu wilayah," katanya.

Salah satu upaya penataan itu dengan memoratorium pendirian rumah sakit maupun apotek di Grogol dan Kartasura. Sebagai gantinya permohonan izin pendirian rumah sakit dan apotek diarahkan ke wilayah Sukoharjo bagian selatan.

Harapannya ada pemerataan pelayanan kesehatan bagi warga di wilayah Sukoharjo bagian selatan. Selama ini warga Nguter misalnya harus menggunakan layanan kesehatan ke wilayah Selogiri, Wonogiri. Sementara warga Weru ada yang ke faskes di Cawas, Kabupaten Klaten.

"Sekarang kami juga terus melakukan upaya perbaikan faskes puskesmas sehingga bisa memberikan layanan prima bagi warga," katanya.

Sekretaris Daerah (Sekda) https://soloraya.solopos.com/read/20190517/490/992710/air-mata-sang-kakak-iringi-pemindahan-eks-kasatreskrim-wonogiri-ke-singapura" title="Air Mata Sang Kakak Iringi Pemindahan Eks Kasatreskrim Wonogiri Ke Singapura">Sukoharjo Agus Santosa sebelumnya mengatakan pengembangan kawasan Sukoharjo bagian selatan menjadi central bussines district (CBD) terus dikerjakan. Salah satunya Pemkab mengarahkan investor berinvestasi ke kawasan Sukoharjo selatan.

“Langkah awal dikerjakan dengan mendorong pengembangan bidang kesehatan dan pendidikan, tanpa mengabaikan pembangunan infrastruktur di kawasan selatan,” katanya.

Suharsih
Editor:
Suharsih

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten