Pemkab Sukoharjo Berharap Kementerian PUPR Setujui Usulan Flyover Bundara Kartasura
Situasi arus lalu lintas di Bundaran Kartasura, Kabupaten Sukoharjo terpantau lancar dan tidak terjadi kemacetan saat mudik dan dipantau melalui pesawat drone, Jumat (23/6/2017). (Istimewa/Repro Satlantas Polres Sukoharjo)

Pemkab Sukoharjo telah mengusulkan pembangunan flyover untuk mengatasi kemacetan di Bundaran Kartasura.

Solopos.com, SUKOHARJO -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo berharap Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyetujui usulan pembangunan jembatan layang atau flyover di Bundaran Kartasura.

Pemkab menilai flyover akan menjadi solusi untuk masalah kemacetan dan kepadatan arus lalu lintas di sekitar Bundaran Kartasura yang belakangan semakin ruwet. Proyek itu telah diusulkan Pemkab Sukoharjo ke Kementerian PUPR pada awal 2017 lalu.

Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelbangda) Sukoharjo telah melakukan kajian teknis ihwal kondisi arus lalu lintas di sekitar Bundaran Kartasura dan Simpang Empat Kartasura. Kondisi arus lalu lintas kian semrawut saat pagi hari dan malam hari.

Hal ini karena Bundaran Kartasura yang menjadi titik simpul arus lalu lintas dari Jogja-Solo dan Semarang Solo. “Masyarakat juga mengusulkan pembangunan flyover seperti di Palur, Karanganyar, untuk mengatasi kepadatan arus lalu lintas. Saya langsung merespons dengan melakukan kajian teknis ihwal pembangunan flyover di Bundaran Kartasura,” kata Kepala Bidang (Kabid) Prasarana dan Pengembangan Wilayah (Bapelbangda) Sukoharjo, Agus Purwantoro, saat dihubungi Solopos.com, Minggu (4/3/2018). (Baca juga: Pemkab Sukoharjo Usulkan Bundaran Kartasura Dibangun Flyover)

Kemacetan arus lalu lintas di sekitar Bundaran Kartasura kerap terjadi saat arus mudik Lebaran. Volume kendaraan bermotor meningkat tajam dibanding hari biasa. Bahkan, penumpukan kendaraan bermotor terjadi hingga lebih dari 500 meter saat beberapa hari menjelang Lebaran.

Apabila ada flyover, kendaraan bermotor tak lagi terjebak kemacetan arus lalu lintas di sekitar Bundaran Kartasura. “Anggaran pembangunan flyover diperkirakan menelan dana puluhan miliar rupiah. Anggaran daerah tak cukup untuk membiayai pembangunan flyover,” ujar Agus.

Agus menjelaskan usulan pembangunan flyover Bundaran Kartasura ke Kementerian PUPR saat ini masih dalam tahap studi kelayakan atau feasibility study untuk menentukan kebutuhan anggaran dan konstruksi bangunan. Namun, Agus belum dapat memastikan apakah usulan itu disetujui Kementerian PUPR atau tidak.

“Saya masih menunggu informasi dari pusat [Kementerian PUPR]. Harapannya usulan itu disetujui dan proyek pembangunan flyover segera dikerjakan,” papar dia.

Lebih jauh, Agus membandingkan kondisi perekonomian warga yang berdomisili di sekitar flyover Palur, Karanganyar. Pembangunan flyover berdampak positif lantaran meningkatkan perekonomian masyarakat. Kondisi serupa bakal terwujud apabila usulan pembangunan flyover di sekitar Bundaran Kartasura disetujui Kementerian PUPR.

Sementara itu, seorang warga Kelurahan Ngadirejo, Kecamatan Kartasura, Indra, mengatakan arus lalu lintas di Bundaran Kartasura makin parah apabila kawasan itu tidak ditata. Menurut Indra, pembangunan flyover cukup mendesak untuk mengatasi kesemrawutan arus lalu lintas di sekitar Bundaran Kartasura.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho