Pemkab Sragen Klaim Terus Dampingi Anak Korban Perkosaan di Sukodono

Pemkab Sragen melalui Dinas Pengendalian Pendudukan, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) mengklaim selalu melakukan pendampina terhadap anak korban perkosaan.

 Kepala DP2KBP3A Sragen Udayanti Proborini. (Solopos.com/Tri Rahayu)

SOLOPOS.COM - Kepala DP2KBP3A Sragen Udayanti Proborini. (Solopos.com/Tri Rahayu)

Solopos.com, SRAGEN — Korban kasus dugaan perkosaan anak di bawah umur di Kecamatan Sukodono, Sragen, terus mendapat pendampingan psikologis dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen. Pendampingan ekonomi juga dilakukan terhadap keluarga korban yang kebetulan merupakan keluarga tidak mampu lewat Program Keluarga Harapan (PKH).

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Pengendalian Pendudukan, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Sragen, Udayanti Proborini, Sabtu (21/5/2022). Pendampingan korban dan saksi yang masih di bawah umur itu juga dilakukan bersama Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Sragen.

PromosiHari Keluarga Nasional: Kudu Tepat, Ortu Jangan Pelit Gadget ke Anak!

“Kami bersama P2TP2A mendampingi terhadap anak yang menjadi korban dan saksi dalam kasus di Kecamatan Sukodono sejak kasus itu muncul pada November- Desember 2020 lalu. Pendampingan itu terus berjalan sampai sekarang dengan tujuan korban dan saksi tidak trauma,” jelas Udayanti.

Korban W yang masih sekolah dasar pernah masuk ke selter pendampingan di rumah singgah untuk pemulihan psikologi. Korban tinggal di selter selama tiga hari kemudian dijemput orang tuanya. Pendampingan dilakukan dengan datang ke rumahnya dan memberi bantuan sembako, permodalan serta kebutuhan sekolah korban.

Baca Juga: 1,5 Tahun Kasus Perkosaan Anak di Sragen Tak Tuntas, Polda Turun Tangan

Bantuan serupa, sebut dia, juga diberikan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, yakni berupa bantuan permodalan membuka warung soto, tetapi pembukaan warung pun tak berjalan lama.

Pihaknya juga mendampingi korban dan saksi sebelum dimintai keterangan di Polres Sragen. Begitu pula  saat korban dan saksi dimintai keterangan di Polda Jateng pun tim Pemkab Sragen terus melakukan pendampingan ke rumah korban.

“Kondisi korban sekarang secara psikologis sehat dan masih aktif sekolah. Keluarga korban ini juga merupakan keluarga penerima PKH,” ujar Udayanti didampingi anggota P2TP2A Sragen, Diah Nursari.

Diah menambahkan kasus dugaan perkosaan anak di Sukodono ini menjadi satu-satunya yang belum tuntas.

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Jadi Paru-Paru Dunia, Mangrove Juga Jamin Food Security Warga Pesisir

+ PLUS Jadi Paru-Paru Dunia, Mangrove Juga Jamin Food Security Warga Pesisir

Upaya perlindungan mangrove sebagai ekosistem blue carbon tidak hanya mampu mengurangi emisi dan peningkatan simpanan carbon benefit tetapi juga memberi manfaat bagi kesejahteraan masyarakat.

Berita Terkini

Ganjar Disomasi Terkait PPDB, Rudy: Malah Terkenal

Rudy, panggilan akrabnya justru menilai somasi terhadap Ganjar sebagai sesuatu yang bagus karena akan membuat Ganjar kian terkenal. 

Megawati Pusing Capres PDIP? Ini Kata Pengamat

Megawati Soekarnoputri diprediksi pusing memilih antara mementingkan internal partai atau mengikuti keinginan publik dengan mencapreskan Ganjar Pranowo. 

Prabowo, Anies dan Ganjar Maju Capres, Wapres dari Kelompok Islam

Ketiga capres yang diprediksi bakal bertarung adalah Prabowo Subianto, Anies Baswedan, dan Ganjar Pranowo.

Pengunjung Grojogan Sewu Tawangmangu Naik 2 Kali Lipat

Saat ini jumlah pengunjung Grojogan Sewu naik dua kali lipat dibandingkan dengan hari-hari biasa.

Penerbangan Langsung dari Luar Negeri ke Solo Dikebut

Kemenparekraf bakal mempercepat layanan penerbangan langsung luar negeri ke Kota Solo.

Diminta Gibran, Sandiaga Siapkan Direct Flight dari Luar Negeri ke Solo

Menparekraf, Sandiaga Uno, menjanjikan akan mempercepat layanan penerbangan langsung dari luar negeri ke Kota Solo atas permintaan Gibran

Gibran: Percuma Promosi Pariwisata Tak Ada Direct Flight Luar Negeri

Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, ingin ada penerbangan langsung atau direct flight dari luar negeri ke Solo seperti dulu.

Di Depan Rudy, KIB Solo Dukung Ganjar Pranowo sebagai Capres

Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) Kota Solo siap mendukung Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, sebagai calon presiden dalam Pemilu 2024.

Ruwatan di Gunung Lawu, Pusat Pemujaan Suci Masyarakat Jawa Kuno

Gunung Lawu, sama seperti gunung lainnya di Pulau Jawa dipercaya sebagai pusat kekuatan sakral dan pemujaan yang menghubungkan masyarakat Jawa kuno dengan dewa atau leluhur yang dianggap memiliki kekuatan gaib, sehingga kerap digunakan sebagai lokasi ruwatan.

Kota Solo 2 Kali Gagal Dapat Pengakuan UNESCO, Gibran: Proposale Elek

Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, buka-bukaan kenapa kotanya dua kali gagal dapat pengakuan UNESCO sebagai Kota Kreatif.

Solo Gagal Masuk Jaringan Kota Kreatif UNESCO, Sandiaga Turun Tangan

Menparekraf Sandiaga Uno akan membantu Solo mendapat pengakuan dari UNESCO sebagai kota kreatif.

Anak Tak Lolos PPDB, Ortu Minta Kelas Virtual Pasar Kliwon Ditambah

Warga Pasar Kliwon, Kota Solo, meminta kuota rombongan belajar (rombel) kelas virtual ditambah agar bisa menampung lebih banyak siswa asal kecamatan itu yang tak lolos PPDB SMAN 2022.

Calhaj Asal Solo Mulai Diberangkatkan ke Jeddah

Jemaah calon haji (calhaj) asal Kota Solo sudah mulai diberangkatkan ke Tanah Suci. Calhaj asal Kota Solo dibagi menjadi dua kelompok terbang atau kloter, yaitu 41 dan 42.

Penjualan Meningkat, Peternak Sukoharjo Malah Curhat Kurang Modal

Di tengah meningkatnya penjualan ternak untuk kurban di Kabupaten Sukoharjo, peternak justru curhat butuh modal.

Jejak Garam Rumahan Paranggupito Wonogiri dan Keunikan Pantainya

Kecamatan Paranggupito menjadi satu-satunya wilayah di Wonogiri, Soloraya, dan Jawa Tengah yang memiliki keunikan pesisir Pantai Selatan Pulau Jawa, dimana pernah ditemukan jejak pembuatan garam rumahan.