Kategori: Sragen

Pemkab Sragen dan Bupati Yuni Diganjar Penghargaan The Best Marketeer 2017


Solopos.com/Tri Rahayu/JIBI/Solopos

Prestasi Sragen, pemkab dan Bupati Yuni mendapat penghargaan.

Solopos.com, SRAGEN — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen dan Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati mendapat apresiasi dari Markplus Inc yang bekerja sama dengan Pegadaian dalam ajang The 5th Annual Indonesia Marketeers Festival (IMF) 2017 yang digelar di The Sunan Hotel Solo, Selasa (11/4/2017).

Dua penghargaan yang diraih Sragen berupa Marketeer of The Year Solo 2017 dan Solo Marketing Champion 2017.

Penghargaan bergengsi itu diberikan kepada jawara pemasaran yang diserahkan Founder & Chairman Markplus Hermawan Kertajaya. Solo menjadi salah satu kota dari 17 kota besar di Indonesia yang menjadi tempat penyelenggaraan IMF 2017 dengan tema Wow to Win, Cara Jitu Sales & Promotion.

Kusdinar Untung Yuni Sukowati sendiri yang hadir menerima dua penghargaan itu. Yuni, sapaan akrab Bupati, hadir bersama Wakil Bupati (Wabup) Sragen Dedy Endriyatno dan sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD).

“Ya, Sragen mendapat dua penghargaan dalam IMF 2017, yakni Marketeer of The Year Solo 2017 dan Solo Marketing Champion2017. Sragen mendapat penghargaan itu di sektor pemerintahan. Jurinya panel dan yang dinilai tentang strategi pemasaran daerah,” ujar Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Litbang (Bappeda & Litbang) Sragen, Tugiyono, saat dihubungi solopos.com di sela-sela acar penyerahan penghargaan tersebut.

Wabup Sragen Dedy Endriyatno menambahkan Sragen merupakan satu-satunya pemerintah daerah yang mendapat penghargaan dalam ajang bergengsi itu.

“Saya pikir yang membuat Sragen mendapat penghargaan dari Hermawan Kertajaya itu karena ulasan teman-teman wartawan,” ujar Dedy.

Yuni merasa hanya jualan Sragen lewat konsistensi pimpinan daerah dalam menekan pemberdayaan masyarakat pada Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa). Pemberdayaan BUMDesa itu dilakukan Yuni lewat program warung desa dengan menggandeng PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI).

“Lewat program pemberdayaan desa itu bisa mencetak entrepreneur atau wirausahawan baru. Ya, tentunya semua itu ada dukungan dari media massa, terutama Solopos. Di sisi lain, laju perekonomian di Sragen tertinggi di Soloraya menjadi pertimbangan. Meskipun laju inflasi di Sragen juga tinggi,” tulisnya dalam pesan singkatnya kepada solopos.com, Selasa siang.

Share
Dipublikasikan oleh
Rohmah Ermawati