Pemkab Sragen Belum Temukan Solusi Air Minum di Miri, Ini Masalahnya

Pengolahan air WKO untuk air minum di Miri bisa dilaksanakan, tetapi dengan investasi tinggi, sehingga tidak memungkinkan pelanggan bisa membayar langganan air melalui PDAM.

 Air WKO di Sragen

SOLOPOS.COM - Air WKO di Sragen

Solopos.com, SRAGEN—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen belum menemukan strategi untuk pemenuhan kebutuhan air minum di 10 desa di wilayah Kecamatan Miri, Sragen.

Hinggi kini hanya Kecamatan Miri yang belum tersentuh pelayanan air minum dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Sragen.

PromosiBorong Penghargaan, Tokopedia Jadi Marketplace Favorit UMKM

Pengolahan air Waduk Kedung Ombo (WKO) sebenarnya memungkinkan dilakukan meskipun membutuhkan investasi besar, tetapi biaya per meter kubik yang dibebankan kepada pengguna airnya juga mahal, bahkan mencapai 250% dibandingkan beban penggunaan air pada umum di wilayah Kabupaten Sragen.

Anggota Dewan Pengawas PDAM Tirtonegoro Sragen, Aris Wahyudi, saat berbincang dengan Solopos.com, Selasa (26/7/2022), menjelaskan problem air minum di Miri itu memang sejak dulu belum ada solusi.

Dia menyampaikan warga di Kecamatan Miri ekonominya cukup rendah dan tidak memungkinkan untuk pelayanan PDAM dengan beban biaya tinggi.

Baca Juga: Nikmati WKO, Naik Perahu dari New Kemukus-Boyolayar Bayar Rp50.000

Dia mengatakan masyarakat Miri hanya bisa memanfaatkan air WKO untuk kebutuhan air bersih, yakni untuk mandi, cuci, dan kakus.

“Sampai sekarang tidak ada solusi untuk Miri karena tekstur tanahnya dari batuan kars yang tidak memungkinkan adanya sumur dalam. Kalau air bakunya diambilkan dari Gemolong maka biaya jaringannya juga tinggi. Sebenarnya kami bisa mengolah air WKO untuk air minum di Miri tetapi bebannya tinggi. Setiap meter kubik air yang dibebankan ke warga bisa sampai Rp10.000/m3. Padahal pelanggan PDAM pada umumnya hanya terkena beban Rp4.000/m3,” jelas Aris.

Aris menjelaskan meskipun ada bantuan investasi pengolahan air WKO dari pemerintah pusat pun, ujar dia, beban penggunaan air di tingkat konsumen tetap tinggi.

Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati pun menyampaikan pengolahan air WKO tidak memungkinkan dilakukan karena investasinya tinggi.

Dia mengungkapkan Sragen sebenarnya sudah memiliki surat izin pengolahan air (SIPA) untuk WKO.

Baca Juga: Lokasi Kampung “Dokter Bedah” di Sragen Terpencil, Cuma 14 Rumah

“Di Gilirejo Baru ada pengolahan air WKO dari Baznas [Badan Amil Zakat Nasional] Sragen tetapi hanya untuk MCK saja dan tidak bisa digunakan untuk air minum karena bakterinya tinggi,” ujarnya.

Camat Miri, Sragen, R. Rudi Hartanto, menyampaikan PDAM belum masuk wilayah Miri sehingga warga di Miri masih mengandalkan pelayanan Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas).

Dia mengatakan setiap desa ada Pamsimas dan bahkan ada lebih dari satu Pamsimas per desa. Selain pamsimas, kata dia, warga mengandalkan sumur galian atau dropping air saat musim kemarau.

“Wilayah Kecamatan Miri terdiri atas 10 desa. Dari 10 desa itu hanya Desa Gilirejo Baru yang paling parah dan membutuhkan dropping air saat musim kemarau. Selama 2022 ini belum ada permintaan dropping air dari wilayah Gilirejo Baru. Semoga tetap aman,” jelas dia.

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Espos Plus

      Dilema Hak Asasi Manusia, Destinasi Wisata Prioritas, dan Investasi

      + PLUS Dilema Hak Asasi Manusia, Destinasi Wisata Prioritas, dan Investasi

      Konflik antara pelaku wisata di Taman Nasional Komodo dengan aparat kepolisian pada Senin (1/8/2022) adalah akibat kebijakan pemerintah yang mementingkan urusan investasi dibanding mendengar aspirasi masyarakat yang langsung terdampak kebijakan.

      Berita Terkini

      Pengumuman! Besok Pagi Hindari Simpang Joglo Solo, Ada Penutupan 1 Jam

      Bakal ada penutupan jalan kawasan Simpang Tujuh Joglo, Banjarsari, Solo, selama satu jam pada Rabu (10/8/2022) pagi.

      Bakar Daun Siang-Siang, Warga Perumahan di Jaten Karanganyar Waswas

      aksi bakar-bakar daun kering oleh warga di Desa Papahan, Tasikmadu, bikin warga lain di Perumahan, Desa Jati, Jaten, Karanganyar waswas. Mereka lantas meminta bantuan pemadam kebakaran untuk memadamkan api.

      Ada Raden Bagus Munyul di Situs Pringgoloyo Zaman Megalitikum Klaten

      Desa Sukorejo, Kecamatan Wedi, Kabupaten Klaten diyakini menyimpan kawasan diduga situs peninggalan zaman megalitikum atau masa prasejarah.

      Pasar Hewan di Karanganyar Belum Juga Dibuka, Ada Apa?

      Disdagnakerkop UKM Karanganyar belum ada rencana membuka kembali pasar hewan yang sudah ditutup sejak Juni lalu.

      Upacara Detik-Detik Proklamasi di Karanganyar Digelar di Alun-Alun

      Pemkab Karanganyar memastikan menggelar upacara detik-detik proklamasi di Alun-Alun Karanganyar.

      Karanganyar Imbau Peternak Jaga Kebersihan Kandang Babi, Ini Tujuannya

      Pemkab Karanganyar mengimbau peternak babi memperhatikan kebersihan kandang mencegah penularan wabah PMK

      Kenapa Orang Solo Doyan Makan Sate Kambing & Tengkleng?

      Tahukah Anda kenapa orang Solo doyan makan aneka olahan kuliner kambing?

      Wow, Ada 9 Pasangan Suami-Istri di Sragen Maju di Pilkades 2022

      Ada 18 orang yang merupakan pasangan suami-istri yang maju dalam Pilkades serentak di Sragen.

      Kabar Duka, Kades Gladagsari Boyolali Meninggal Dunia

      Setelah menjalani perawatan di rumah sakit selama sepekan, Kades Gladagsari Edy Suryanto meninggal dunia di rumahnya.

      Ada Senjata Api di Daftar Aset Pemkot Solo, Ini Kenyataannya

      Laman resmi Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Kota Solo menyebutkan ada dua senjata api yang menjadi aset Pemkot Solo.

      Karyawan Pabrik Pergoki Api Menyala dari Rumah Warga Jetak Sragen

      Sumber api diduga berasal dari obat nyamuk yang menyalat kain di sekitar lokasi.

      Ditinggal Pergi, Dapur Rumah Warga Mandong Klaten Terbakar

      Kapolsek Trucuk AKP Sarwoko menjelaskan saat kejadian pemilik rumah tidak berada di tempat

      Sego Trondol Mbok Kam Boyolali Rp5.000, Beri Penasaran Pengunjung

      Sego Trondol Mbok Kam itu mirip nasi kucing dengan menu bandeng, mi, sambal, dan cap jay.

      Dari Pecandu Kini Jadi Pengedar Narkoba, Warga Baki Dibekuk Polisi

      Tersangka sudah membeli obat-obatan terlarang sebanyak lima kali melalui online.

      Vaksinasi PMK di Sukoharjo Masuki Dosis Kedua

      Jumlah vaksin dosis kedua yang diterima Kabupaten Jamu sebanyak 2.100 dosis. Dari jumlah tersebut telah disuntikkan 1.000 dosis.