Pemkab Sragen Beli Lahan Rp9 Miliar untuk Bangun Kantor, Legislator Soroti Urgensinya

Pemkab Sragen membeli lahan seharga Rp9 miliar untuk membangun gedung perkantoran baru pada 2022 mendatang.

 Ilustrasi Infrastruktur (Solopos/Whisnupaksa Kridhangkara)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi Infrastruktur (Solopos/Whisnupaksa Kridhangkara)

Solopos.com, SRAGEN — Pemkab Sragen membeli lahan seluas 7.600 meter persegi senilai Rp9 miliar menggunakan APBD Perubahan 2021. Pengadaan lahan tersebut untuk lokasi pembangunan pusat perkantoran terpadu Pemerintah Kabupaten Sragen.

Pemkab juga menyiapkan master plan untuk perencanaan pembangunan perkantoran terpadu pada 2021 dan akan ditindaklanjuti dengan pembuatan detail engineering design (DED) pada 2022. Rencana tersebut menjadi sorotan Fraksi Partai Golkar DPRD Sragen.

Sekretaris FPG DPRD Sragen Muh Haris Effendi saat dihubungi Solopos.com, Rabu (22/9/2021), menyampaikan pembebasan lahan itu sebenarnya pernah dianggarkan di APBD 2021 kemudian terkena refocusing untuk penanganan Covid-19.

Baca Juga: Ngeri! Penambang Pasir Sragen Kerap Temukan Tengkorak Manusia di Bengawan Solo

Ia menyampaikan pada APBD Perubahan 2021 diajukan lagi anggaran Rp9 miliar untuk pembebasan lahan tersebut. Haris mengatakan bukan pembebasan lahannya yang jadi persoalan. Tetapi pembangunan perkantoran terpadu itu membutuhkan anggaran yang besar.

“Dari mana sumber pendanaannya? Kemudian kalau perkantoran terpadu itu jadi dibangun, lalu kantor-kantor OPD yang lama itu mau diapakan? Apa mau dijadikan rumah hantu semua? Saya pikir perkantoran terpadu itu tidak efektif dan tidak urgen,” ujarnya.

Pembangunan perkantoran terpadu itu menjadi salah satu program Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati pada periode kedua. Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Sragen Dwiyanto membenarkan adanya pembebasan lahan senilai Rp9 miliar itu.

Baca Juga: Derita Penambang Pasir Bengawan Solo Sragen: Sudah Mandi Berkali-Kali, Badan Tetap Bau

Penetapan Lokasi

Ia menyampaikan lokasi lahan yang akan dibeli Pemkab Sragen itu berada antara Gedung Sasana Manggala Sukowati (SMS) dengan kompleks Taman Tirtasari. “Pembebasan lahan pada tahun ini merupakan tindak lanjut dari pembebasan lahan sebelumnya. Luasannya dua patok. Harapan antara Gedung SMS dengan taman itu bisa terhubung sehingga kemanfaatannya ke depan lebih baik,” ujarnya.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Sragen, Raden Suparwoto, menambahkan dalam pembebasan lahan itu dilakukan dengan penetapan lokasi (penlok) dan ditindaklanjuti dengan appraisal.

Ia menerangkan berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) No 16/2021 setelah appraisal ditetapkan maka tidak ada lagi tawar-menawar harga. Bila terjadi ketidaksepakatan harga, katanya, maka bisa dilakukan konsinyasi.

Baca Juga: Vaksinasi Covid-19 di MTs N 3 Sragen, 20 Siswa Tak Boleh Ikut

“Kebutuhan anggaran Rp9 miliar itu sudah sesuai dengan perhitungan appraisal. Nilainya tinggi karena lokasinya berhadapan dengan jalan besar. Ada empat bidang tanah di lokasi itu. Dua bidang sudah dibeli beberapa waktu lalu dan dua bidang lainnya dibeli pada tahun ini,” jelasnya.

Woto, sapaan akrabnya, menyampaikan sesuai dengan perencanaan pembebasan lahan itu digunakan untuk pembangunan perkantoran terpadu.

Ia mengungkapkan master plan mulai disiapkan pada 2021 dengan mengajukan anggaran Rp100 juta pada APBD Perubahan 2021. Pada 2022 mendatang, lanjutnya, direncanakan untuk pembuatan DED perkantoran terpadu itu.


Berita Terkait

Berita Terkini

Catat! Tidak Boleh Makan, Minum, Telepon, dan Ngobrol Saat Naik Kereta

PT Kereta Api Indonesia (KAI) memperbarui aturan yang harus dipenuhi pelanggan saat naik kereta api di masa pandemi Covid-19, salah satunya terkait makan, minum dan ngobrol di kereta.

Hindari Bank Plecit, Ribuan Pedagang di Wonogiri Selamat dari Rentenir

PT BPR BKK Wonogiri menciptakan Kredit Mentari tidak hanya berotientasi pada keuntungan, tetapi guna membantu masyarakat.

Kembangkan RTH di Kampung Ngablak, DLH Sragen Siapkan Bibit Tanaman

DLH Sragen membangun ruang terbuka hijau (RTH) di Kampung Ngablak sejak akhir tahun lalu untuk menambah proporsi 30% RTH di perkotaan Sragen.

Transaksi Pasar Tradisional di SGS 2021 Tinggi, Panitia Beri Apresiasi

Panitia SGS 2021 menyebut transaksi di pasar tradisional Solo cukup besar sehingga panitia akan menyiapkan apresiasi khusus.

Diduga ada Pungli dalam PTSL di Desa Kecik Sragen, Kades Membantah

Program PTSL di Desa Kecik, Kecamatan Tanon, Sragen bermasalah. Warga menduga ada pungli oleh perangkat desa, sementara Kades membantah.

Solar Dibatasi, Antrean Panjang di SPBU di Wonogiri Tak Terelakkan

SPBU membatasi distribusi bio solar kepada konsumen sehingga menimbulkan antrean panjang di spbu.

Terekam Kamera CCTV, 4 Pria Bobol Kotak Infak Masjid di Daleman Klaten

Aksi pembobolan kotak infak tersebut terekam kamera CCTV yang terpasang di sejumlah lokasi masjid setempat.

Absen Ujian, 4 Pelamar PPPK Nakes Karanganyar Dipastikan Gagal

Empat peserta seleksi PPPK nakes Pemkab Karanganyar tak ikuti ujian tanpa keterangan sehingga dipastikan gugur.

Bruk...Puluhan Pohon di Sukoharjo Tumbang Diterjang Angin Kencang

Saking derasnya, hujan disertai angin kencang mengakibatkan puluhan pohon besar tumbang dan melintang di jalan perdesaan di Sukoharjo.

Resepsi Pernikahan di Solo Sudah Boleh Tampilkan Penyanyi Lur

Acara resepsi tidak boleh digelar di rumah tinggal, pendapa/joglo kelurahan/kecamatan, aula sekolah, gelanggang olahraga dan gedung sejenis lainnya.

Daarul Qur'an Bangun Asrama, Bupati Juliyatmono Letakkan Batu Pertama

Ponpes Daarul Qur'an di Colomadu, Karanganyar, membangun masjid dan asrama santri. Bupati Juliyatmono berjanji akan mendukung Ponpes Daarul Quran

Awas! Ada 11 Lokasi Rawan Lakalantas di Jl. Solo-Jogja Klaten

Kawasan Besole, Kecamatan Ceper, menjadi salah satu lokasi Jalan Solo-Jogja yang rawan kecelakaan lalu lintas.

Karanganyar Hari Ini: 22 Oktober 2011, 46 Imigran Terdampar di Berjo

Sepuluh tahun lalu, tepatnya pada 22 Oktober 2011, sebanyak 46 orang imigran asal Afghanistan dan Iran terdampar di rumah salah seorang warga di Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, Karanganyar.

Gapoktan Sebut Keterlibatan DPRD dalam Maraknya Penggunaan Sumur Sibel

Sebagian besar pembuatan sumur submersibel di Jaten, Karanganyar, dibiayai APBD melalui aspirasi DPRD Karanganyar.

Ini Jalan Kabupaten Klaten yang akan Membelah Rest Area Tol Solo-Jogja

Keberadaan rest area jalan tol Solo-Jogja di Manjungan, Kecamatan Ngawen, Klaten, akan terbelah dengan jalan kabupaten.