Anggota Komisi VII DPR Daryatmo Mardiyanto menanam bibit pohon jati. (Antara-Akhmad Nazaruddin Lathif)

Solopos.com, JEPARA — Kabupaten Jepara bakal memiliki objek wisata kebun raya seperti halnya Kota Bogor, menyusul keseriusan pemerintah daerah setempat menyediakan lahan. Demikian dikatakan anggota Komisi VII DPR Daryatmo Mardiyanto di Jepara, Jawa Tengah, Sabtu (15/12/2018).

"Pemkab Jepara memang sudah menyiapkan lahan yang bisa dipilih sebagai kebun raya di antaranya di Kecamatan Pakisaji dan Kecamatan Mayong yang tersedia lahan cukup luas. Kedua lokasi tersebut, kata dia, sudah ditinjau oleh tim dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI),"katanya.

Nantinya, kata dia, dalam pembangunannya akan mendapatkan pendampingan dari LIPI. "Tim dari LIPI akan memberikan asistensi dan pengarahan, termasuk tata letak dan jenis tanaman yang hendak ditanam," ujarnya.

Menurut dia koleksi yang ada di kebun raya tersebut harus diprioritaskan tanaman lokal yang mulai langka, Setidaknya, nantinya kebun raya tersebut bisa menjadi pusat studi maupun tempat resapan air, selain pula menjadi salah satu objek wisata di Jepara.

Pemerintah sendiri, lanjut Daryatmo yang merupakan politikus PDI Perjuangan, memang menginginkan adanya kebun raya di setiap kabupaten dan kota, karena  upaya konservasi di kebun raya terbatas dengan ketersediaan lahan. Karena itulah, katanya, perlu dibuat kebun raya di masing-masing daerah dan pengelolaannya bisa diserahkan kepada BUMD setempat.

Meskipun sudah tersedia dua calon lokasi, dia memperkirakan, upaya membuat kebun raya di Kabupaten Jepara masih membutuhkan persiapan hingga beberapa tahun mendatang. "Harapannya dalam jangka empat tahunan sudah bisa direalisasikan karena nantinya juga ditindaklanjuti dengan penandatanganan nota kesepakatan atau Memorandum of Understanding [MoU] antara Pemkab Jepara dengan LIPI," ujarnya.

Selain dibebani penyediaan lahan, kata dia, Pemkab Jepara juga bertanggung jawab atas penyediaan akses jalan maupun sarana serta prasarana lainnya. Pembangunan kebun raya tersebut, merupakan hasil prakarsa antara Komisi VII DPR, LIPI, dan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia.

http://semarang.solopos.com/">KLIK dan https://www.facebook.com/SemarangPos">LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten