Ilustrasi Stunting (Whisnupaksa)

Solopos.com, PONOROGO -- Angka stunting atau tumbuh kembang anak lambat di Kabupaten Ponorogo diklaim mengalami penurunan pada tahun 2019 ini, yaitu sekitar 17,8 %.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ponorogo, Rahayu Kusdarini, mengatakan angka stunting di Kabupaten Ponorogo dari tahun ke tahun menurun. Pada 2018, angka stunting mencapai 21,72%. Sedangkan pada hingga Agustus 2019, angkat stunting tercatat ada 17,8%.

Angka yang dicapai ini sebenarnya sudah di bawah rata-rata angka yang ditetapkan organisasi kesehatan dunia, WHO, yakni sebesar 20%.

"Capaian ini merupakan hasil komunikasi antar-sektor yang telah mengambil perannya masing-masing dalam hal pencegahan dan penekanan terhadap angka stunting," kata dia yang dikutip Madiunpos.com dari siaran pers Pemkab Ponorogo, Selasa (5/11/2019).

Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni, saat memberikan sambutan dalam pertemuan lintas sektor pencegahan dan penanggulangan stunting di Kabupaten Ponorogo, Senin (4/11/2019) di aula Bappeda Litbang, menyampaikan hal utama untuk menekan angka stunting yaitu pola hidup bersih dan sehat. Selain itu, pasokan gizi yang masuk ke dalam tubuh harus terpenuhi.

Bupati berharap pertemuan lintas sektor digunakan untuk membahas terobosan-terobosan program untuk menurunkan angka stunting di Kabupaten Ponorogo.

“Komunikasi ini sangat diperlukan untuk membahas masalah yang ada di wilayah masing-masing dalam hal pencegahan stunting,” kata Ipong.

Bupati menegaskan stunting harus dilawan karena ini merupakan kondisi gagal tumbuh bagi anak-anak. Kegagalan tumbuh ini karena ada masalah gizi yang masuk dalam tubuh anak sehingga mengganggu pertumbuhan anak.

"Stunting ini berdampak pada kecerdasan anak, rentan terhadap penyakit, dan mudah lelah. Untuk itu perlu dilawan," kata dia.

Ipong berharap angka stunting di Ponorogo bisa terus menurun hingga di angka 0%. Menurutnya, stunting merupakan ancaman bagi generasi penerus bangsa.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten