Kabid Informasi dan Pengadaan Pegawai, Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kabupaten Magelang Arief Koestanto Setiadi. (Antara-Pemkab Magelang)

Solopos.com, MUNGKID — Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Pemerintah Kabupaten Magelang, Jawa Tengah mengaku telah mengajukan penambahan 569 aparatur sipil negara (ASN) dalam perekrutan pegawai.

Pengakuan atas kebutuhan 569 ASN baru Kabupaten Magelang itu dikemukakan Kabid Informasi dan Pengadaan Pegawai, Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kabupaten Magelang Arief Koestanto Setiadi, Jumat (16/8/2019).

Menurutnya, pemerintah pusat telah merencanakan perekrutan ASN dalam waktu dekat. Perekrutan ASN itu bakal dilakukan melalui dua jalur, yakni calon pegawai negeri sipil (CPNS) dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).

"Saat ini sudah berproses, artinya kami sudah mengusulkan ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi [Kemenpan RB]," katanya,

Berdasarkan surat dari Menpan RB untuk perekrutan ASN tidak boleh lebih dari jumlah pegawai yang pensiun. Untuk Tahun 2019 ini, diperhitungkan di Kabupaten Magelang jumlah pegawai yang pensiun mencapai 569 orang yang masuk batas usia pensiun.

"Oleh karena itu dari perhitungan tersebut, tahun 2019 ini, kami juga mengajukan tambahan 569 ASN. Namun di surat edaran Kemenpan juga ada ketentuannya dengan komposisi 30% untuk CPNS dan 70% PPPK," katanya.

Ia menuturkan dari rapat koordinasi yang telah dilakukan di Kabupaten Magelang, dari total 569 ASN, lowongan CPNS ditetapkan sebanyak 170 orang dan lowongan PPPK sebanyak 399 orang. Menurut dia banyak formasi dalam perekrutan ASN Tahun 2019, secara general, antara lain tenaga teknis, tenaga kesehatan, dan tenaga pendidikan.

Khusus untuk PNS, katanya, tenaga teknis sebanyak 104 orang, tenaga kesehatan sebanyak 54 orang, dan tenaga pendidikan sebanyak 12 orang, sedangkan untuk PPPK, terdiri atas tenaga teknis sebanyak 72 orang, tenaga kesehatan 263 orang, dan tenaga pendidikan 64 orang. "Tenaga kesehatan kami memang butuh cukup banyak dalam rangka mengisi SDM pembangunan RSUD Merah Putih di Blondo, kemudian RS Candiumbul di Grabag, dan RS Bukit Menoreh di Salaman," katanya.

Menurut informasi yang sudah diterima dari Kemenpan RB maupun Badan Kepegawaian Negara (BKN), perekrutan ASN ini akan dilaksanakan pada Oktober 2019. Arief meminta kepada para calon pelamar untuk mempersiapkan nomor induk kependudukan (NIK), karena untuk mendaftar atau mengikuti seleksi akan menggunakan NIK.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten