Ilustrasi tanaman padi terendam banjir. (Antara-Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan Kabupaten Purworejo)

Solopos.com, MADIUN -- Kerugian para petani akibat banjir yang melanda Kabupaten Madiun, Jawa Timur, pada awal bulan Maret 2019 mencapai Rp8 miliar lebih. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun menyatakan tidak sanggup menutup nilai kerugian sebesar itu.

Kepala Bidang Tanaman Pangan, Dinas Pertanian Kabupaten Madiun, Suyatno, mengatakan ketidaksanggupan tersebut karena pemkab tidak ada dana untuk mengganti semua kerugian yang ditimbulkan.

"Kerugian banjir untuk sektor pertanian mencapai Rp8 miliar lebih. Lahan pertanian yang paling parah terdampak adalah di Kecamatan Balerejo," ujar Suyatno kepada wartawan di Madiun, Kamis (21/3/2019).

Guna membantu meringankan kerugian petani akibat banjir, Pemkab Madiun akan meminta bantuan benih padi yang rutin disalurkan pemerintah provinsi dan pusat. Bantuan benih yang diminta tersebut juga lebih besar pengajuannya.

Suyatno menilai dengan meningkatkan jumlah bantuan benih padi yang diajukan akibat kerugian banjir, harapannya petani yang menjadi korban tidak perlu mengeluarkan biaya membeli benih di masa tanam kedua atau pascabanjir.

"Meski demikian, belum bisa dipastikan berapa peningkatan bantuan dari pusat dan pemprov yang akan diberikan," katanya.

Suyatno menambahkan jika usulan lolos, pemkab akan mengutamakan bantuan bagi lahan pertanian di Kecamatan Balerejo yang paling parah terdampak.

"Di sana [Balerejo], sawahnya paling luas. Sekitar 30 persen dari total luasan yang terdampak banjir," kata Suyatno. Ada lima hingga enam desa yang lahan pertaniannya mengalami kerusakan parah akibat banjir. Di antaranya, Desa Glonggong, Bulakrejo, Jerukgulung, dan Balerejo.

Banjir besar melanda Kabupaten Madiun Rabu (6/3/2019) hingga beberapa hari lamanya. Kerugian akibat banjir itu mencapai Rp54.093.855.000.

Kerugian tesebut meliputi kerusakan permukiman mencapai Rp38.610.000.000, kerugian pertanian Rp8.093.295.000, kerugian peternakan sebesar Rp416.560.000, dan kerugian infrastruktur Rp6.974.000.000.

Adapun luas lahan pertanian yaang terdampak banjir mencapai 497 hektare. Dari jumlah tersebut, areal sawah yang paling banyak terendam banjir adalah di Kecamatan Balerejo mencapai 147 hektare. Sisanya tersebar di areal sawah daerah lain, seperti Kecamatan Madiun, Wungu, Pilangkenceng, dan lainnya. 

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten