Pengunjung berfoto di salah satu spot foto di wana wisata Watu Rumpuk, Desa Mendak, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, Jumat (18/1/2019). (Madiunpos.com-Abdul Jalil)

Madiunpos.com, MADIUN -- Pemerintah Kabupaten Madiun tampaknya serius untuk mengembangkan kawasan wisata Watu Rumpuk di Desa Mendak, Kecamatan Dagangan. Selain menambah wahana di lokasi wisata itu, pemkab juga akan memperbaiki akses ke lokasi wisata. 

Wakil Bupati Madiun, Hari  Wuryanto, mengatakan pemkab akan terus mengembangkan objek wisata Watu Rumpuk di Desa Mendak. Terlebih wana wisata ini telah mendapat pengakuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur tahun 2018 dengan mendapatkan Anugerah Terbaik III Wisata Alam Provinsi Jatim. 

Dia menuturkan Pemkab Madiun pada tahun 2019 ini mengalokasikan anggaran senilai Rp1 miliar untuk penambahan fasilitas wahana di Watu Rumpuk. Penambahan wahana itu berupa Water Park Middle, kelengkapan outbond, flying fox, spot selfie becak awang-awang, ayunan, hingga trail spot

"Pemkab Madiun sangat mendukung Pemerintah Desa Mendak untuk mengembangkan obyek wisata Watu Rumpuk. Tahun ini, kami sediakan anggaran ADD senilai Rp1 miliar untuk penambahan wahana," ujar dia, Senin (5/8/2019). 

Hari menuturkan tidak hanya penambahan sarana , pemerintah juga akan memperbaiki jalan menuju lokasi wisata. Untuk perbaikan jalan menuju wisata Watu Rumpuk itu, pada tahun ini pemkab juga telah menganggarkan perbaikan jalan dari Desa Segulung ke Desa Mendak senilai Rp1,5 miliar. 

Selain perbaikan jalan, pemkab juga menganggarkan Rp1 miliar untuk peningkatan ruas jalan dari Desa Slambur menuju Desa Segulun. Perbaikan jalan ini diharapkan bisa meningkatkan jumlah wisatawan di lokasi wisata itu. 

"Diharapkan paket pekerjaan itu sudah selesai dikerjakan pada akhir tahun 2019. Infrastruktur jalan ini sangat penting dan berpengaruh terhadap tingkat kunjungan wisawatan di Kabupaten Madiun," terang dia. 

Kepala Desa Mendak, Nur Cholifah, mengatakan keberadaan Watu Rumpuk sangat bermafaat bagi masyarakat desa setempat. Karena bisa meningkatkan taraf hidup masyarakat. Dalam sepekan kemarin, tingkat kunjungan wisatawan yang datang ke Watu Rumpuk mencapai 800 orang. 

Bahkan pada momen tertentu bisa mencapai ribuan orang. Selama Juni 2019, pendapatan yang diperoleh dari hasil penjualan tiket mencapai Rp87 juta. 

"Selain menjual wisata alamnya. Kami juga akan mengembangkan Watu Rumpuk ke arah wisata edukasi dan pengembangan produk olahan cokelat menjadi kampung cokelat. Masyarakat setenpat juga akan membuka homestay dengan memanfaatkan rumah mereka," terang kepala desa perempuan itu. 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten