Pemkab Madiun Hibahkan 3,5 Hektare untuk Pengembangan Kampus UNS
Bupati Madiun Ahmad Dawami dan Rektor UNS Jamal Wiwoho menandatangani MoU terkait kejrasama pengembangan pendidikan di Kabupaten Madiun, Selasa (27/10/2020). (Abdul Jalil/Madiunpos.com)

Solopos.com, MADIUN -- Pemkab Madiun akan menghibahkan lahan seluas 3,5 hektare untuk pengembangan kampus Universitas Sebelas Maret atau UNS di Caruban.

“Pemkab akan menghibahkan lahan seluas 3,5 hektare. Lokasinya di selatan rel kereta api Kaliabu. Lahan tersebut disiapkan untuk pengembangan kampus UNS di Caruban,” kata Bupati Madiun, Ahmad Dawami, Selasa (27/10/2020).

Bupati yang akrab disapa Kaji Mbing ini menyampaikan saat ini pihak UNS sudah bekerjasama dengan Pemkab Madiun untuk mengembangkan pendidikan tinggi di Kabupaten Madiun. Pada tahun ajaran 2020/2021 atau tahun ajaran pertama sudah ada 150 mahasiswa yang kuliah di UNS di kampus Caruban.

Gibran Gagas Solo CreatifHub Untuk Berdayakan Anak Muda, Begini Programnya

Pemkab sangat mendukung pengembangan kampus ini karena ingin memberikan layanan pendidikan tinggi kepada masyarakat Madiun yang dekat dan terjangkau. Dengan adanya UNS yang menyelenggarakan pendidikan di Caruban ini tentu memberikan kemudahan bagi masyarakat Madiun yang ingin melanjutkan ke perguruan tinggi.

Atas dasar itu, pemkab akan menghibahkan sebagian lahannya untuk keperluan pengembangan kampus UNS. Nantinya lahan tersebut digunakan untuk pembangunan gedung perkuliahan dan fasilitas penunjang lainnya.

“Tahun 2023, kampus di Caruban ini akan sepenuhnya dikelola oleh UNS. Untuk pengembangan, tentunya melihat perkembangan dan minat untuk kuliah di sini,” ujarnya.

Rektor UNS, Jamal Wiwoho, mengatakan untuk pengembangan kampus di Caruban, Pemkab Madiun memang telah menyediakan lahan seluas 3,5 hektare yang akan dihibahkan kepada UNS. Lahan tersebut nantinya digunakan untuk pembangunan berbagai fasilitas pendukung perkuliahan.

Minat

Kalau minat masyarakat yang kuliah di kampus Caruban ini tinggi, tidak menutup kemungkinan akan ada pengembangan program pendidikan. Namun, untuk saat ini UNS hanya menyediaka tiga prodi di jenjang diploma tiga. Yaitu Akuntansi, Teknik Informatika, dan Teknologi Hasil Pertanian.

“Nanti akan ada hibah lahan 3,5 hektare dari Pemkab Madiun ke UNS. Supaya nanti ditata usahakan ke Badan Milik Negara (BMN) Kemendikbud,” katanya.

Jamal menuturkan untuk ke depannya program pendidikan di kampus Caruban tidak hanya D3 saja, tetapi juga bisa sampai jenjang S1, S2, hingga S3. Tetapi, itu melihat perkembangan kampus dan jumlah mahasiswa yang ada di kampus Caruban.

Terkait tiga program studi yang ada di kampus Caruban, kata dia, itu sudah disesuaikan kebutuhan di era sekarang. Semisal, prodi Teknik Informatika menjadi jurusan yang diminati oleh generasi milenial.

Pendaftaran Program BPUM di Wonogiri Ditutup Sebulan Lebih Cepat

Untuk jumlah mahasiswa, setiap tahun ditargetkan bisa bertambah. Pada tahun pertama di 2020 ada 150 mahasiswa, tahun 2021 ditarget sebanyak 375 mahasiswa, tahun 2022 ditargetkan 775 mahasiswa, dan tahun 2023 ditargetkan sebanyak 1.075 mahasiswa.

“Untuk konsep pendidikannya pun berbeda. Tiga semester belajar di kampus, dua semester di industri, dan satu semester kuliah di kampus lagi,” jelasnya.

Jamal menuturkan saat ini UNS sudah menjadi kampus Badan Layanan Umum (BLU) sehingga memiliki otonomi untuk membuka program baru di kampus Caruban. “Kalau dulu mau membikin program S1, S2, hingga S3 itu harus izin dulu ke Jakarta. Sekrang tinggal bilang saja ke senat akademik. Tetapi yang jelas harus ada studi kelayakan pembukaan prodi. Itu yang penting,” kata dia.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom