Tutup Iklan
ilustrasi (JIBI/dok)

Solopos.com, KLATEN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten hingga kini masih menunggu penandatanganan surat keputusan (SK) penetapan lokasi (penlok) proyek tol Solo-Jogja oleh gubernur.

Penlok jalan Tol Solo-Jogja diperkirakan berbarengan dengan rencana pembangunan tol Bawen-Jogja.

Sekretaris Daerah (Sekda) Klaten, Jaka Sawaldi, mengatakan secara umum sudah tak ada permasalahan soal trase atau rute jalan tol Solo-Jogja. Sejumlah usulan pemkab sudah diakomodasi.

Usulan itu seperti pergeseran ruas jalan tol di antara dua umbul di wilayah Kecamatan Kebonarum, Klaten. Ruas tol Solo-Jogja akhirnya digeser menjauhi kedua sumber mata air tersebut.

“Penlok untuk Solo-Jogja menunggu pembahasan Bawen-Jogja. Untuk trase Solo-Jogja secara prinsip tidak ada permasalahan. Hanya masih ada pertimbangan terkait lebar di kedua sisi jalan tol,” kata Jaka Sawaldi saat ditemui wartawan di DPRD Klaten, Senin (14/10/2019).

Sesuai rencana exit tol di Klaten bakal berada di tiga wilayah yakni Desa Kapungan, Kecamatan Polanharjo; Desa Borangan, Kecamatan Manisrenggo; serta Kecamatan Ngawen. Sementara, rest area berada di Kecamatan Karanganom dan Ngawen.

Soal usulan agar menambah kaki exit tol di Kapungan, Jaka menjelaskan usulan penambahan kaki exit tol tetap ditindaklanjuti ketika proyek tol sudah berjalan. Exit tol di Kapungan direncananya hanya terdapat satu lokasi yang mengarah ke jalan nasional Solo-Jogja.

Namun, pemkab mengusulkan ada penambahan exit tol di kawasan itu yang mengarah ke wilayah Kecamatan Tulung, Polanharjo, dan Jatinom yang diproyeksikan menjadi kawasan wisata dan industri.

Exit tol di Kapungan tetap ditindaklanjuti manakala proyek jalan tol sudah berjalan. Jadi baru dikaji setelah jalan tol dibuka,” kata Jaka.

Sebagai informasi, Klaten bakal menjadi daerah terluas yang terdampak proyek tol Solo-Jogja. Lahan terdampak proyek tol diperkirakan mencapai 608 hektare (ha). Mayoritas lahan terdampak yakni sawah dengan persentase 73,91 persen.

Kepala Desa (Kades) Taskombang, Kecamatan Manisrenggo, Aris Sumarno, mengatakan dari informasi yang beredar, sekitar 7 ha lahan di wilayah Taskombang yang berbatasan dengan Kabupaten Sleman, DIY, bakal terdampak proyek tol Solo-Jogja.

Namun, informasi itu belum pasti lantaran pemerintah desa masih menunggu sosialisasi soal kepastian proyek tol.

“Memang banyak yang bertanya-tanya soal kepastian kena atau tidak proyek tol. Kami sendiri belum bisa memastikan karena masih menunggu sosialisasi terkait hal itu,” kata dia.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten