Kondisi ruas jalan kabupaten di wilayah Desa Tangkil, Kecamatan Kemalang, Klaten, rusak selama beberapa tahun terakhir. Foto diambil, Minggu (12/1/2020). (Solopos/Taufiq Sidik Prakoso)

Solopos.com, KLATEN – Belasan ruas jalan kabupaten di Klaten bakal diperbaiki pada 2020 mengandalkan dana dari APBD serta dana alokasi khusus (DAK). Total alokasi anggaran untuk perbaikan dan pemeliharaan jalan termasuk jembatan sekitar Rp103 miliar.

Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Klaten, Suryanto, mengatakan ada sekitar 16 ruas jalan yang akan disasar kegiatan peningkatan atau perbaikan secara menyeluruh ruas jalan. Ruas jalan yang diperbaiki menyebar ke berbagai wilayah di Klaten.

Trauma, Siswi Tak Berjilbab Korban Intimidasi di Sragen Emoh Sekolah

Berdasarkan data yang dihimpun Solopos.com, kegiatan peningkatan jalan itu di antaranya menyasar ruas jalan Nangsri-Tanjungsari, Prawatan-margorejo, Pasar Kembang-Kadilajo, Ngimbar-Kayumas, Tegalgondo-Sidoharjo, Sidoharjo-Janti, Pakis-Wonosari, serta Trucuk-Sajen.

“Untuk total anggaran Rp103 miliar termasuk untuk pemeliharaan jalan serta jembatan. Untuk sasaran pemeliharaan jalan kami masih lakukan survei,” kata Suryanto saat berbincang dengan Solopos.com, Minggu (12/1/2020).

Suryanto menjelaskan peningkatan ruas jalan itu belum termasuk ruas jalur evakuasi yakni ruas Tegalmulyo-Surowono serta ruas jalan Panggang-Balerante. Kegiatan peningkatan kedua ruas jalan di lereng Gunung Merapi itu masih menunggu kepastian anggaran bantuan keuangan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Kondisi dua ruas jalan di lereng Merapi itu mengalami kerusakan terutama di ruas jalan Tegalmulyo-Surowono. Kerusakan parah juga terjadi di sepanjang ruas jalan kabupaten Desa Tangkil, Kecamatan Kemalang.

Terkait kondisi ruas jalan kabupaten, Suryanto menjelaskan sekitar 60 persen dari total sekitar 760 km (456 km) ruas jalan kabupaten dalam kondisi baik. Sementara, 8 persen (sekitar 60 km) ruas jalan dalam kondisi rusak berat.

Bali United Tak Didampingi Teco di Liga Champions Asia, Kenapa?

Sekitar 10-12 persen (91 km) mengalami rusak sedang dan 20 persen (152 km) mengalami rusak ringan. “Angka jalan rusak itu sangat dinamis. Bisa saja kondisi jalan rusak keesokan hari berubah salah satunya karena faktor cuaca,” kata dia.

Disinggung kondisi seluruh ruas jalan kabupaten dalam kondisi baik, Suryanto mengatakan sangat memungkinkan. Hal itu tergantung dari alokasi anggaran untuk kegiatan peningkatan serta pemeliharaan jalan. “Selama anggaran ada sangat bisa,” kata dia.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten