Objek Wisata Mata Air Cokro Klaten. (Pictagram)

Solopos.com, KLATEN – Pemkab Klaten berencana menata PKL yang berjualan di kawasan objek wisata Mata Air Cokro, Kecamatan Tulung. Dana yang dialokasikan untuk penataan objek wisata Klaten pada 2020 itu senilai Rp700 juta dari APBD Klaten.

Penataan itu dilakukan dengan membangun kios pedagang kaki lima (PKL). Penataan pada 2020 baru menyasar ke PKL yang selama ini berjualan di sisi bawah kawasan Mata Air Cokro.

Dear Wong Wonogiri, Waspada Demam Berdarah!

Kasi Pengelolaan dan Pengembangan Daya Tarik Sarana Wisata Disparbudpora Klaten, Ahmad Susanto, mengatakan jumlah total PKL yang ada di dalam kawasan wisata Cokro sekitar 66 orang.

Mereka terbagi pada sisi atas kawasan atau berdekatan dengan kolam renang serta sisi bawah kawasan yang berdekatan dengan saluran air.

“Ada sekitar 25 pedagang yang ada di sisi bawah. Rencana penataan baru menyasar untuk pedagang yang selama ini berjualan di sisi bawah. Mereka selama ini berjualan menyebar di sisi bawah kawasan Mata Air Cokro secara turun temurun,” kata Ahmad Susanto saat berbincang dengan Solopos.com, Rabu (12/2/2020).

Megap-Megap Tak Ada Penumpang, Tukang Becak di Solo: Wis Pasrah

Ahmad Susanto mengatakan, Pemkab Klaten berencana membangun kios agar para PKL berada pada satu kawasan. Rencana pendirian sekitar 25 kios PKL itu saat ini masih dalam tahap penyusunan detail engineering design (DED).

Rencananya, setiap kios berukuran lebar sekitar 3 meter dan panjang 4 meter. “Untuk ukuran pastinya nanti menyesuaikan kondisi lahan,” kata dia.

Perjalanan Transgender Lucinta Luna: Berperilaku Seperti Perempuan Sejak 5 Tahun

Ahmad Susanto mengatakan, rencana penataan itu sudah disosialisasikan ke para PKL. Proyek pembangunan kios PKL di Cokro diperkirakan mulai setelah Lebaran.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten