Pemkab Klaim Belum Ada Hewan Ternak Terinfeksi PMK di Wonogiri

Pemkab Wonogiri mengklaim belum menemukan penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak di wilayah setempat, Kamis (19/5/2022).

Luthfi Shobri Marzuqi - Solopos.com
Kamis, 19 Mei 2022 - 19:16 WIB

SOLOPOS.COM - Ilustrasi sapi perah (Rachman/JIBI/Bisnis)

Solopos.com, WONOGIRI — Pemkab Wonogiri mengklaim belum menemukan penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak di wilayah setempat, Kamis (19/5/2022). Total hewan ternak yang telah diperiksa di Wonogiri dalam beberapa waktu terakhir mencapai 2.936 ekor.

Bupati Wonogiri, Joko Sutopo, mengatakan pemeriksaan kesehatan ternak telah dilakukan di beberapa pasar hewan secara bergiliran. Termasuk pemeriksaan di Pasar Hewan Wuryantoro, Senin (10/5/2022). Sejak pemeriksaan itu, tak satu pun ditemukan hewan ternak bergejala PMK.

“Kemarin, di Pasar Hewan Pracimantoro, jumlah petugas 11 orang, jumlah pedagang 100 orang, dan hewan ternaknya berjumlah 694 ekor,” ucapnya saat ditemui wartawan seusai bertindak sebagai inspektur upacara pada HUT ke-281 Wonogiri di area parkir baru Objek Wisata Waduk Gajah Mungkur (WGM) Wonogiri, Kamis (19/5/2022).

Ia mengatakan bakal terjun langsung di Pasar Hewan Pracimantoro, Senin (23/5/2022). Tujuannya mengecek kesehatan ternak yang diniagakan setiap hari pasaran Wage. Ia akan berdiskusi dengan peternak yang datang berniaga sekaligus mengingatkan agar tak membawa ternak yang sedang dalam kondisi sakit.

Setiap peternak diwajibkan mengontrol dan mengawasi ternaknya, melampirkan surat keterangan kesehatan hewan (SKKH). Sepanjang tak melakukan hal tersebut, peternak tak diperbolehkan berniaga di Wonogiri.

Baca Juga: Bawa Sapi Bergejala PMK di Wonogiri, Peternak akan di-Blacklist

“Pelampiran SKKH itu terutama dikhususkan untuk hewan-hewan ternak yang datang dari daerah perbatasan,” katanya.

Kepala Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan (Dislapernak) Wonogiri, Sutardi, mengatakan pemeriksaan ternak bergejala PMK telah dilakukan sesuai pedoman yang berlaku. Selama tujuh hari terakhir di sejumlah pasar hewan, tak satupun dari 2.936 ekor ternak yang bergejala PMK.

“Pemeriksaannya kami mulai sejak turun dari kendaraan, lalu penyisiran dan tracking. Dilihat dari data dan kondisi sapinya seperti apa? Kalau ada yang mengarah ke PMK akan diperiksa lebih lanjut,” ucapnya saat dihubungi, Kamis.

Baca Juga: Temukan Kasus PMK, Masyarakat Wonogiri Bisa Melapor ke Polisi

Gejala hewan ternah terserang PMK, seperti kuku mengelupas, demam, dan terus mengeluarkan liur dari mulutnya. Jika ciri-ciri itu ditemukan pada sapi, diduga kuat hewan tersebut tersebut terkena PMK.

“Petugas kami ada yang bertugas di kecamatan. Mereka terus berkeliling mengecek kesehatan hewan ternak. Sampai sekarang, semua hewan di Wonogiri dalam keadaan sehat,” katanya.

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif