Pemkab Karanganyar Layani Pengantaran Dokumen Kependudukan Via Pos
Salah seorang warga menunjukkan E-KTP. (Candra Mantovani/Solopos)

Solopos.com, KARANGANYAR - Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdpendukcapil) Karanganyar melayani pengantaran dokumen kependudukan seperti E-KTP yang sudah jadi melalui layanan pos. Hal tersebut untuk mendukung penerapan pembatasan fisik oleh masyarakat.

Kabar Baik, 1 Pasien Covid-19 asal Karanganom Klaten Sembuh

Kepala Dispendukcapil Karanganyar, Any Indriastuti, mengatakan sudah sebulan ini layanan pengantaran dokumen penduduk ke masyarakat melalui pos berjalan. Menurutnya, sudah ada banyak masyarakat yang menggunakan layanan tersebut untuk meminimalisir kontak langsung di ruang publik. Hal tersebut didukung dengan terjangkaunya biaya pengiriman ke seluruh wilayah Karanganyar yang hanya senilai Rp10.000.

“Kalau kami lihat belum bisa dibilang banyak sekali ya. Kalau cukup banyak iya. Karena memang tidak masalah jauh dekat semua flat Rp10.000 untuk biaya antar via Pos. Ternyata banyak juga yang memakai karena kami memberikan opsi mau diambil atau diantar ke rumah. Perbandinganya hampir 50 banding 50 sih,” ucap dia ketika dihubungi Solopos.com Sabtu.

Kerusakan Paru-Paru Anak Akibat Covid-19, Meradang Hingga Terisi Nanah

Pengiriman Dokumen Kependudukan di Karanganyar

Terkait pelayanan Any menjelaskan memprioritaskan untuk mengarahkan masyarakat melalui layanan online lantaran wabah Covid-19. Layanan online bisa diakses melalui whatsapp di nomor 0812 4915 1181 dengan menggunakan kata kunci DISDUKCAPIL saat mengirimkan pesan.

“Semua program kami yang mengumpulkan massa seperti GISA dan lain-lain kami tunda dulu dan kami prioritaskan untuk mengakses ke online. Kami juga mendukung dengan memberikan layanan pengiriman semua dokumen yang sudah jadi melalui Pos. Tapi yang mau ambil langsung juga tidak apa-apa asal tidak berkerumun banyak,” jelas dia.

Setelah ASN, Giliran Kades dan Orang Meninggal di Klaten Terima BST

Terkait Gerakan Indonesia Sadar Administrasi (GISA) Any mengaku baru ada dua desa yang sudah dilayani. Akibat pandemi, pelayanan untuk sekitar 15 desa harus ditunda menunggu berakhirnya wabah Covid-19.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho